Pagi yang sangat cerah bagi cika , pasalnya kemarin saat cika tak sadar ketiduran di lantai sambil menggenggam tangan leo , gebbi datang dan berteriak tak jelas , sampai cika terbangun. Dan gebbi menyuruh cika pulang ,mungkin gebbi marah cika sampai seperti itu.
Cika memasuki kelasnya dan duduk disebelah gebbi ,saat ini sahabatnya ini sedang marajuk . "Gebbi" ucap cika lembut kepada gebbi , tetapi gebbi tak menjawab "gebbi" ucap cika lagi , "gebbi" "lo ga mau denger penjelasan gue dulu?dengerin dulu lah"pinta cika kepada gebbi . "Gimana ha?mau jelasin apa?" Jawab gebbi sambil masih marah kepada cika .
"Lo sih,gini ya gue kemarin tu ga tau kenapa kerumah lo,terus disuruh masuk tu sama abang lo,terus gue masuk , eh masih panas ,ya gue suruh istirahat pas gue mau pulang , dia minta gue temenin, ya gue temenin ,tapi gue duduk di lantai gitu" penjelas cika membuat gebbi masih menaikkan satu alisnya. "Lo ga bohong kan?abang gue yang minta?" Tanya gebbi yang mendapat anggukan dari cika.
"Makanya mikirnya jangan yang aneh-aneh" cika lalu memeluk sahabatnya itu , "lo juga kenapa ga bales telfon gue kemarin?lo dimarahin pak mamat tau" terang gebbi, cika baru sadar bahwa kemarin dirinya membolos sekolah , gimana jika papanya tau? ,gawat.
"Eh gue juga mau curhat ni cik"
"Gimana ,curhat apa?aku siap mendengarnya bang"
"Bang lo!gue madamkali"
Keduanya tertawa lalu gebbi mulai menceritakan kejadiannya waktu cika tak ada disekolah.
"Gue deket sama kak nathan cik"
Cika kaget kenapa baru sekarang gebbi menceritakannya?
"Ha!sejak kapan?kok lo ga cerita-cerita sih"
"Malu cikaa,malu"
"Ihh kenapa malu,terus gimana? Jadian?"
"Engga sih belum , tapi kemarin pas lo engga ada ,dia ngajak gue hang out bareng , gimana ni?bantuin gue dong"
Gebbi memohon kepada cika , karena baru pertama kalinya gebbi keluar bersama cowok , berdua.
"Okey geb,tenang gue bantuin kok,mulai dari dress , make up, accesories semua gue bantuin " ucap cika .
" terus kapan hang outnya?" Tanya cika antusias karena temannya ini akan jalan bersama kak nathan yang tidak kalah jauh keren dari leo.
"Nanti"
"Eh buset NANTI!"
Gebbi mengangguk , "makanya lo bantuin gue ya" cika pasrah dan lagi-lagi akan pergi kerumah anjaya , kenapa gue kayak ketarik sama tu rumah ya? Jodoh kali ya?
^^^^^^^^^^
"Yes dah kelar" ucap cika ," yuk ke kantin ,gue laper ni , pengen bakso nya bu imut yang super imut bikin gue jadi imut " gebbi lalu tertawa sendiri mendengar ucapannya tadi. "Yuk " cika lantas menggandeng tangan sahabatnya itu dan berjalan ke kantin.
Sesampainya di kantin cika berpapasan dengan leo dan teman-temannya . Aduh malu banget gue batin cika.
"Cika pesen apa, gue yang antri deh" ucap gebbi ingin masuk ke kerumunan yang mengantri bakso bu imut , "gue 2 mangkok deh" balas cika "oke syap boss" tangan gebbi memberi hormat kepada cika ,seperti kenaikan bendera merah putih . Gebbi masuk ke area kerumunan mengantri bakso tentunya.
Dari arah bersebrangan dari tempat duduk cika , leo berjalan ke arahnya , seperti membawa sesuatu di tangannya , mungkin ingin diberikan kepada cika .
"Hai" sapa leo ,membuat cika kaget .
"Eh , hai "
Leo duduk di sebelah cika , seperti ingin membicarakan sesuatu . Dari jarak tak terlalu jauh herman bisa melihat kedekatan cika dan leo , membuat dirinya geram ,tangannya mengepal keras .
"Kenapa kak?" Tanya cika sembari memakan krupuk yang ada dimeja tempatnya duduk . "Ga usah pake kak "
"Eh iya lupa bang leo , sorry" tangan cika membentuk huruf V tanda damai.
Leo tertawa lalu mengusap rambut cika halus ,membuat cika tertegun . "Emh ,kenapa kesini?" Tanya cika lagi .
"Ta liat deh,bukanya itu leo?" Tunjuk giselle teman tata , "iya,tau gue ga buta kali sel" "eh tapi sama siapa ya, lo ga panas gitu ta lihat leo sama cewek lain" tanya giselle kepada temannya ini, karena terlihat fine-fine aja.
"Panas sel,tapi gue bisa apa?"
"Rebut kali ta , rebut paksa" giselle memanas-manasi tata untuk merebut leo dari cika , yang tata tau cika itu anak kelas X yang masih baru disekolah ini , dan belum tau kalo tata ini suka dengan leo.
"Ngga ga tertarik"
"Ya elah "
"Makan aja yuk, gue mau makan bakso ya sel ,pesenin"
Kembali kepada cika dan leo ."Mau minta maaf soal kemarin , adek gue kira kita itu" ucap leo takut meneruskan kata-katanya. "Udah aku jelasin kok, gapapa " ucap cika . "Ini sebagai tanda maaf ,terima aja ya" ucap leo sembari mengeluarkan isi didalm kotak merah yang dari tadi ia genggam . Sebuah kalung perak dengan liontin bunga yang berhiasi berlian ,sangat cantik . "Eh kak ga usah ga diterima" cika menjauhkan kepalanya dari leo , tetapi leo tetap mendekat ingin memasangkan kalung itu dileher cika . "Diem dulu bisa?" Leo menyuruh cika diam , dan cika menurut.
Leo sangat bahagia , kemarin ditemani oleh cika saja membuat jantungnya berdegup sangat kencang ,takut cika mendengarnya , kemarin saat cika tertidur di lantai sambil menggenggam tangannya rambutnya sangat halus dan, ia tak tega lalu ingin menggendongnya ke kasur , tetapi gebbi sudah datang terlebih dahulu dan leo mengurungkan niatnya.
Leo memasangkan kalung dileher cika ,sangat dekat cika saja dapat mendengar deru nafas leo , herman sekarang sudah beranjak pergi tak tahan melihat kemesraan cika dan leo. "Kak ini ga kedeketan?" "Engga ,tenang aja"
Bagi orang yang melihat dari jauh ,mungkin itu terlihat seperti ciuman . "Makasih " ucap cika sembari melihat kalung yang sangat indah dari leo. "Aku mau ngajak kamu jalan ,mau?" Tanya leo kepada cika ,tangan leo menaruh rambut cika kebelakang telinga . Orang-orang yang berada dikantin memperhatikan mereka tetapi kalau sudah jatuh cinta ,bukannya dunia serasa milik berdua?.
"Mau ,kapan?"
"Nanti " "lo harus udah siap waktu gue jemput jam 7 " terang leo lalu cika berfikir bukannya nanti ia akan kerumah gebbi dan itu juga rumah leo.
"Nanti aku kerumah kak leo ,mau bantu gebbi kak ,gimana kalo kita pergi habis itu?" Usul cika yang mendapat anggukan dari leo.
"Aku berharap kamu tampil cantik,okey?" Ucap leo sangat dekat,karena membisikkan itu kepada cika. Cika bersemu "okey kak,kak leo yang ganteng ya" cika kembali berbisik kepada leo , lalu leo berkedip satu mata kepada cika dan berlalu pergi meninggalkan cika.
^^^^^^^^^^^^
"Ga bareng gue aja cik?" Tanya gebbi menyarankan untuk berangkat bersama kerumahnya , "engga gue nunggu papa gue,lo duluan aja gapapa" ucap cika,lalu mobil yang keluarga anjaya berlalu pergi .
"Lo ga pulang ta?" Tanya giselle kepada tata karena masih berdiri didepan gerbang , yang sama seperti cika "bentar nunggu oma" "oke deh,gue duluan ya" giselle lantas mengendarai motornya dan perlalu pergi.
Dari arah timur mobil berwarna hitam sudah terlihat ,dan cika tau itu mobil siapa , papanya tentunya. Mobil itu berhenti di depan cika ,papanya turun dari mobil dan
Plakk
Satu tamparan melesat di pipi kanan cika , cika terkejut kenapa papanya menamparnya , tata yang berdiri didekat gerbang pun melihat kejadian itu . "KAMU ITU DIBESARKAN UNTUK BELAJAR , DAN SUKSES!" "KENAPA BOLOS HA!"
"GIMANA KALO MAMA KAMU TAU!"
"KAMU MASIH LUPA TUJUAN KAMU HAH! MANA LEONARD ANJAYA!"
"BUKANNYA PAPA SUDAH SURUH KAMU UNTUK DEKAT DENGAN DIA HAH! GIMAN HASILNYA , NIHIL !"
Seperti itulah ungkapan yang adnan pap cika lontarnya kepadanya , tata yang mendengar ucapan papa cika terkejut ,tertegun di tempatnya , jadi cika selama ini hanya dekat dengan leo karena disuruh ayahnya? Batin tata .
"MASUK KE MOBIL!" cika masuk kemobil dengan air mata yang mengalir deras ,matanya sudah bengkak dan berwarna merah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARASA
Novela JuvenilAcika Swanda , seorang siswi kelas X IPA 2 yang terkekang oleh suruhan ayahnya sendiri untuk bisa dekat dengan anak bosnya , Leonard Anjaya . Membuat cika bingung. Bisakah ia mencintai Leo, bisalah ia memilikinya? Namun bukan karena ayahnya? • • • •...
