Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 2

51 6 0
                                        

Alena

Senin, 2 Desember 2030

Desember....

Desember adalah bulan yang paling bersejarah sepanjang hidupku. Hampir semua peristiwa dalam hidupku selalu terjadi di bulan ini, seperti hari kelahiranku, hari kematian ayah serta kakek dan nenekku, hari aku mendapatkan pekerjaan, dan masih banyak lagi. Kebahagiaan, kesedihan, dan peluh hati; semuanya bercampur aduk pada bulan ini.

Matahari telah menunjukkan sinarnya. Ayam jantan pun berkokok untuk mengingatkan semua orang akan mulainya hari yang indah. Kedua hal itu merupakan pertanda bagiku untuk bangun dari alam bawah sadarku, tentu saja ditambah dengan alarm teleponku yang berbunyi pada pukul 5.00. Aku bangun di pagi hari yang cerah, penuh dengan semangat, dan energi. Aku sangat senang karena hari ini adalah hari pertama aku kerja di kafe. Kemarin, pemilik kafe mengabarkan bahwa aku bisa bekerja paruh waktu di kafe miliknya, ia sangat takjub melihat antusias dan semangatku untuk bekerja dan melayani pelanggan dalam uji coba beberapa hari yang lalu. Tak berpikir lama, aku segera berdoa dan bangun dari tempat tidurku, serta bersiap-siap untuk bekerja. Tidak lupa setiap pagi, aku harus mempersiapkan sarapan untuk keluargaku dan membereskan rumah. Setelah semuanya terlihat rapi, maka aku menyatakan bahwa diriku sudah siap untuk berangkat kerja.

Aku mengayuh sepeda keranjangku yang sudah cukup tua. Sepanjang perjalanan ke tempat kerja, tak lupa aku menghampiri tempat favoritku. Tempat itu adalah taman yang terletak di pinggir kota. Udara yang sejuk, suara hewan yang bersenandung ria, dan tanaman yang tumbuh dengan bebas. Mungkin, taman ini adalah rumah keduaku, tempat yang mau menampungku di masa-masa kelamku. Taman ini merupakan tempat favorit ibuku. Untuk itu, ibuku sering membawa aku ke taman ini sewaktu aku masih kecil dan sontak hatiku dibuat jatuh cinta olehnya. Semenjak saat itulah aku mulai menyukai taman ini. Ibuku banyak bercerita mengenai hal-hal yang menakjubkan di sini, sebuah kisah tentang sahabat sejati. Ibuku selalu merahasiakan siapa orang yang ada dibalik ceritanya itu. Kuingat percakapanku saat aku sedang bersama dengan ibuku sewaktu aku berumur 15 tahun di taman ini,

"Ibu, siapakah kedua orang sahabat itu?" Tanyaku dengan heran.

"Nak, tidak penting siapa itu mereka. Yang terpenting adalah kamu harus menjaga persahabatan dan kasih itu sepanjang hidupmu," jawab Ibu.

"Tetapi, Bu, aku sangat penasaran. Kisah mereka sungguh hebat, Bu! Aku tidak tahu bahwa kedua orang yang memiliki status yang saling bertolak belakang itu bisa bersahabat seperti itu" kataku dengan antusias yang begitu dalam.

"Suatu hari nanti, Ibu akan mengungkapkan semua rahasia itu kepadamu, Nak." Jawab ibuku untuk meyakinkan diriku.

"Baiklah Bu, aku tidak sabar untuk mengetahui siapa itu mereka," jawabku dengan penuh antusias lagi.

Sampai sekarang, Ibu belum juga memberitahukan kepadaku tentang siapa orang dibalik kisahnya itu. Tetapi, aku yakin dan percaya, persahabatan kedua orang yang ada di dalam cerita tersebut masih berjalan hingga sekarang sampai selama-lamanya.

Taman ini adalah taman paling indah yang pernah aku lihat seumur hidupku. Bahkan, taman ini akan selalu menjadi taman terindah di hatiku. Sayangnya, taman ini tidak pernah dikunjungi orang dan sudah tidak terawat lagi semenjak dua tahun yang lalu. Hal itu disebabkan oleh karena ada kejadian naas yang terjadi dua tahun lalu, ditambah dengan tidak ada yang mau untuk mengurus taman di sana lagi, akibatnya tanaman dan hewan pun bertumbuh dengan bebas di dalamnya. Dari kecil, aku selalu menghampiri tempat ini untuk bercerita tentang kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupku. Dulu, aku bercerita kepada Tuhan seorang diri.  Hanya kami saja, tiada yang lain. Tak lupa, setelah bercerita tentang pekerjaan baruku, aku menyempatkan diri untuk merawat tanaman dan hewan-hewan di sana.

Aku, Kamu, dan Mis(i)teri KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang