Gadis cantik yang terjebak perasaan kepada sahabat nya sendiri pada masa SMP dan kemudian dipisahkan oleh jarak pada waktu SMA selama empat tahun dan didekatkan kembali oleh semesta.
Mungkin bagi Nayla semesta tak adil baginya namun bagi Kavin, ia s...
Haiii cerita ini dengan senang hati menerima masukan dan saran ya jadi kalian kalo ada saran atau kalo misalnya ada typo atau kalimat yang kurang tepat kalian bisa koreksi ya dikomen tolong dukungan nya!!!! Selamat membaca ><
****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Itu dulu si Kavin bawa cewe Bunda kira kamu taunya cewe lain." Nayla sedari tadi sedang didapur untuk membuat kue bersama Bunda Kavin mendengar Beliau bercerita tentang hal yang dulu-dulu.
Kavin? Entah kemana ia telah menghilang mungkin sudah tertidur diatas kasurnya karna ya tadi badan nya juga kurang fit.
"Siapa ya nama nya dulu Bunda pernah dikenalin terus langsung Bunda usir, ga ada yang boleh gantiin Yaya pokoknya!" ujar Bunda Kavin pada Nayla.
"Anggun bukan Bunn nama nya?" tanya Nayla hati-hati seolah takut salah.
"Aduh Yaya, gatau Bunda, kaya nya emang Anggun deh namannya." Nayla hanya ber ohria setelah mendengar ucapan Bunda keduanya ini.
"Dulu kenapa Yaya ga pernah main kerumah lagi? Bunda kesepian ga ada yang bantuin bikin kue." ucap Bunda Kavin dan dibalas kekehan kecil oleh Nayla.
"Sibuk Bunda kan Yaya juga banyak urusan, tapi kan sekarang Yaya udah disini bantuin Bunda bikin kue." ujar Nayla sambil tersenyum.
"Sok sibuk banget anak muda zaman sekarang, kalian tuh sama ya..."
"Kalian?"
"Yaya sama Kavin." terdengar kekehan kecil dri sang Bunda yang mau tak mau membuat Nayla ikut terseyum.
"Oh iya Bunda tadi Kavin badannya agak panas terus lemes gitu, dia gabawa vitamin ya?"
"Iya lagi lupa kali biasanya di bawa soalnya tadi baru pulang pagi trs pergi lagi, pagi-pagi banget lagi perginya."
"Yaya bawain Kavin makan gih sama vitamin punya dia, kuenya udah mau mateng kan? Nanti Bunda bawain kekamar ya." ucap Bunda sambil agak mendorong Nayla sambil memberikan nampan berisi piring dan sejenisnya jangan dilupakan beberapa vitamin yang dikonsumsi Kavin setiap dirinya drop.
"Gapapa Bunda?"
"Gapapa, malah kalo Kavin ngapa-ngapain menang di Bunda kok langsung punya cucu dan Yaya jadi menantu Bunda."
Nayla yang mendengar itu lantas langsung menoleh kepada Bunda, rasanya seperti diberi lampu hijau untuk mendekati anak nya? Ah perasaan untuk Kavin saja Nayla sudah tak tau masih ada atau tidak.
Tok tok!
"Vin...Tidur?"
Ya Nayla sekarang sudah ada didepan pintu kamar Kavin membawa nampan yang berisi makanan dan beberapa obat-obatan yang diberikan oleh Bundanya.
"Gue masuk ya?" setelah mengucapkan kalimat tersebut Nayla langsung saja membuka pintu kamar Kavin dan masuk, terlihat Kavin sedang merebahkan badan nya diatas kasur sambil menutup matanya.
Mungkin saja ia tengah tertidur sekarang mengingat badan Kavin hari ini kurang sehat.
"Vin lo tidur?" Nayla meletakan nampan tersebut disamping nakas bersamaan dengan itu Nayla duduk ditepi ranjang milik Kavin.
Kamar bernuansa putih dan abu-abu itu masih sama tak banyak yang berubah dari dulu Nayla selalu suka jika berada dikamar Kavin tapi sekarang suasanya beda ia menjadi canggung jika hanya berdua saja walaupun ini pertama kalinya setelah sekian lama.
"Vin...." ujar Nayla sambil mengusap pipi Kavin.
Hah gue ngapain? Ngapain ngusap-ngusap pipi Kavin Nayla stupid banget sih! ujar Nayla pda dirinya sendiri.
Karna sadar dengan tingkah lakunya Nayla langsung saja menarik tangan nya dari pipi Kavin, Namun siapa sangka jika tangan nya akan dicegah oleh Kavin lebih dulu.
"Gapapa Nay lanjutin aja..." ujar Kavin dengan nada serak khas seperti orang baru bangun tidur.
"Makan Vin, Bunda nyuruh minum vitamin." kata Nayla sambil masih sesekali mengusap pipi Kavin dengan lembut.
"Nanti aja, gue lagi ga nafsu..."
"Gue suapin?" tanya Nayla
"Boleh pake bibir lo tap—akh! sakit bego!" belum sempat Kavin menyeselsaikan kata-kata nya bibir nya sudah lebih dulu dipukul oleh Nayla.
"Lo pikir gue cewe apaan anjing! Bibir-bibir mulut lo." ucap Nayla sinis sedangkan yang diomeli hanya tertawa terbahak-bahak.
Nayla menyuapi Kavin dengan telaten pelan-pelan tapi yang disuapin ini emang gak tau diri.
"Nay, nikah sama gue yuk!"
"Goblok lo!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kav, udah sehatan nih?" tanya Anugrah, Anugrah dan Anggun memang datang lebih dulu dari pada anggota yang lain nya.
"Lumayan lah, udah di bantuin Nayla soalnya." ucap Kavin dan dibalas cubitan kecil dari Nayla dipinggang nya.
"Yayaaaa bantu bunda sebentar!"
"Iya Bun, sebentar! Gue kesana dulu ya." ucap Nayla sambil berdiri dan pergi kearah dimana Bunda Kavin berada.
"Nayla emang sedeket itu ya sama Bunda lo vin?" tanya Anugrah dan dibalas kekehan oleh Kavin, sedangkan lawan bicaranya hanya menatap Kavin dengan tatapan heran, apa yang lucu dari ucapan nya? Oh jangan lupakan Anggun yang seolah menunggu jawaban dari Kavin.
"Gue ga cuman setahun dua tahun kenal sama Nayla, dari jaman SMP gue udah sama dia jadi wajar lah kalo Bunda suka sama Nayla bahkan udah dianggap anak sendiri, dulu sempet renggang sih cuman as you can see udah baik-baik aja." ujar Kavin.
"Kamu se-sayang itu ya sama Nayla, Vin?" bukan Anugrah kali ini yang bertanya adalah Anggun.
"Sekiranya aja lo liat gue sesayang apa sama dia." ucap Kavin, mungkin terdengar dingin bahkan Anggun merasakan seperti dadanya sesak ketika mendengar penuturan dari Kavin.
-tbc.
Haiiii ini udah part keberapa sih? lupa semoga ga bosen ya baca ceritanya.
Enjoy ya sama ceritanya jangan lupa vote dan komen, semoga ceritanta ga ngebosenin dikalian.
Have a good day semuanya! Selamat weekend!>_< dadahhh!