Gadis cantik yang terjebak perasaan kepada sahabat nya sendiri pada masa SMP dan kemudian dipisahkan oleh jarak pada waktu SMA selama empat tahun dan didekatkan kembali oleh semesta.
Mungkin bagi Nayla semesta tak adil baginya namun bagi Kavin, ia s...
Haiii cerita ini dengan senang hati menerima masukan dan saran ya jadi kalian kalo ada saran atau kalo misalnya ada typo atau kalimat yang kurang tepat kalian bisa koreksi ya dikomen tolong dukungan nya!!!! Selamat membaca ><
****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seminggu setelah kejadian tersebut semuanya kini berjalan dengan lancar dan baik, bahkan hubungan ketiganya sudah membaik tak ada lagi pertikaian diantara Kavin dan Haykal tapi Nayla sepertinya memiliki sedikit trauma jika berdekatan bersama Haykal dirinya akan merasa tak nyaman dan merasa terganggu.
"Nayla, ini proposal yang mau gue ajuin ke dosen hari ini tolong dicek." Anugrah menyodorkan lampiran kertas tebal yang sudah di laminating dengan jilid-an ber-warna merah diatas nya sebagai cover.
"Sama siapa Ga? Sendiri sama Melia atau gimana?" tanya Nayla sambil membaca proposal yang ia pegang.
"Sama Haykal, Nay..." ucap Anugrah dengan nada yang pelan.
Kavin yang sedari tadi duduk disebelah Nayla sambil sibuk memperhatikan laptopnya kini secara tiba-tiba memberhentikan aktivitasnya dan beralih menatap Nayla.
"Ini udah lo kirim ke gue kan kemaren software nya?" tanya Kavin pada Anugrah untuk mengalihkan pembicaraan.
"Iya Vin, udah ini proposal yang kemaren gue kirim."
"Oh udah gue cek semua, udah beres kok lo bisa langsung ajuin." ucap Kavin sambil menarik propsal yang semulanya ada ditangan Nayla kini ia kembalikan lagi kepada Anugrah.
"Oke deh, gue pergi dulu ya..." ucap Anugrah, kemudian ia berlajan keluar.
"Udah magrib, pulang yuk..." ucap Kavin sambil membereskan barang-barang nya yang ada dimeja.
Nayla menggelengkan kepalanya pelan.
"Ngga mau, kerjaan gue belom kelar..."
"Yaya jangan bandel, lagi sakit juga nanti makin parah lho." ucap Kavin dengan nada yang melembut, tapi percuma Nayla tetap saja bersikeras ingin menyelesaikan pekerjaan nya lebih dulu.
"Yaya, tau kan gue tu sayang banget sama lo?" ucap Kavin sambil menggenggam tangan Nayla.
"Kalo Yaya sakit Kavin jadi sedih, terus kalo Bunda sama Ibu tau nanti ikutan sedih nanti dikira Kavin yang ga bener jagain Yaya nya. Emang mau liat Kavin dimarahin Bunda sama Ibu gara-gara Yaya?" ucap Kavin sambil mengusap punggung tangan Nayla.
Nayla menggeleng sambil memeluk tubuh Kavin menyandarkan kepalanya didada bidang milik Kavin, sedangkan Kavin? Hanya tertegun mendapati sifat Nayla seperti ini yang sudah lama menghilang, datang kembali.