"Manusia itu harus saling menghargai dan saling membantu. Jangan pernah hanya untuk mementingkan ego dan perasaan sendiri. Ingat masih banyak ada perasaan yang tersakiti"
"Laya" Panggil Rafky dari kejauhan. Laya menoleh mendapatkan sosok laki-laki menyebalkan.
"Kantin yuk! " Ajak Rafky. Laya menggeleng, berbalik badan meneruskan jalannya.
Rafky tidak menyerah begitu saja, dia terus membuntuti Laya kemanapun Laya pergi. Bahkan Rafky menemani Laya membaca buku di perpustakaan.
Semua orang di perpustakaan nampak bingung dengan Rafky. Rafky adalah anak paling anti jika ke perpustakaan. Biasanya jam segini dirinya seharusnya berada di warjok.
"Hooaaa Rafky" Sapa anak perempuan yang sedang membawa novel. Rafky hanya menoleh tidak menyapa balik anak perempuan tersebut. Ini sudah menjadi hal yang maklum bagi Rafky. Banyak anak perempuan di sekolahnya yang sangat menggemarinya. Bagaimana tidak? Rafky terkenal karena caranya bermain musik bahkan memiliki band sendiri di sekolahnya. Rafky adalah vokalis termasuk pemain gitarisnya. Band nya memang masih kecil tetapi Rafky selalu tampil di cafe dekat sekolahnya untuk menghibur pelanggan cafe.
Rafky, rambut hitam pekat sedikit bergelombang, postur tubuh yang sedikit berisi. Mata hitam pekatnya. Dengan aroma tubuh maskulinnya yang selalu membuat anak perempuan di sekolahnya sangat suka jika melihat Rafky. Belum lagi jika Rafky sedang meragakan gaya membenarkan rambutnya membuat siswa perempuan terpesona. Rambutnya yang sedikit panjang menjadi langganan sidak guru BK. Bahkan Rafky yang selalu terlambat ke sekolah.
Disekolahnya Rafky terkenal dengan kenakalannya. Dibalik kenakalannya Rafky adalah laki-laki yang murah hati bahkan sering membantu penjual kaki lima. Rafky juga selalu menyumbangkan dana ke panti asuhan. Hal ini Rafky teruskan dari Ibunya yang kini sudah tiada. Ibu Rafky selalu mengajarkan Rafky bagaimana kita harus menysukuri apapun yang telah di berikan Tuhan kepada kita.
Tidak lupa manusia itu harus saling menghargai dan saling membantu. Jangan pernah hanya untuk mementingkan ego dan perasaan sendiri. Ingat masih banyak perasaan yang tersakiti.
Rafky merasa sangat mengantuk, sejak tadi dirinya menemani Laya yang masih terus membaca bukunya. Kantuknya kini sudah sangat berat hingga akhirnya Rafky tertidur.
Jam istirahat telah selesai. Suara yang terdengar dari speaker yang terpasang di perpustakaan menandakan bahwa pelajaran selanjutnya akan di mulai, sedangkan jam istirahat telah berakhir. Laya merapikan kembali buku-buku yang di bacanya.
Laya hendak berdiri, tetapi ketika melihat anak laki-laki yang sangat nyenyak tertidur di hadapannya. Laya mengurungkan niatnya untuk pergi. Laya menatap lekat-lekat Rafky dari dekat.
"Laya"
Laya terkejut melihat Mrs. Jayanti saat ini berada di belakangnya. Laya mengalihkan pandangannya menatap sekitar.
"Ini sudah jam masuk, kenapa belum masuk? "
Laya menoleh ke arah Rafky tidur. Mrs. Jayanti memahami maksud Laya.
"Tinggalkan saja dia memang anak yang seperti itu" Laya mengangguk meninggalkan Rafky yang tertidur. Mrs. Jayanti menggantikan posisi Laya. Jayanti menunggu Rafky terbangun.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTROVERT (End)
Teen FictionSiapa bilang seorang introvert akan terus menjadi pribadi yang suka dengan kesendirian, keheningan dan merasa dirinya penat dengan keramaian? Seorang introvert juga bisa menjadi seorang extrovert. Laya sendiri telah membuktikannya! Dari kecil diri...
