Dalang di Balik Semua

84 8 7
                                        

"kau bukan hanya sekedar indah,
kau tak akan terganti."

    Hari ini Laya begitu bingung, itupun juga Rafky. Laya di panggil ke ruang kepala sekolah, bahkan lebih terkejutnya lagi Echa juga dipanggil.  Laya hendak mengajak bersama Echa tetapi nama Echa di panggil lebih dulu.  Banyak siswa penasaran dengan kejadian, di ruang kepala sekolah.  Tampak ada Valen yang menggunakan baju kaos biasa. Kemudian ada kedua orang tua angkat Echa, begitu Laya sampai di ruang Kepala Sekolah. Disana dirinya telah ditunggu oleh kedua orang tuanya juga.  Rafky mengekor di belakang Laya, tetapi saat Rafky hendak ikut masuk.  Ms. Jayanti melarangnya. 

"Kamu tunggu di luar! "

"Tapi Ms" Pintu langsung tertutup begitu saja. Tidak sulit untuk melihat bagaimana keadaan di dalam ruangan Kepala Sekola karena jendela ruangan yang lupa ditutup. Jadinya siswa yang lain dapat melihat kejadian di dalam meskipun mereka tidak mendengar suaranya. 

***

"Kamu ya Echa. Saya tidak paham lagi! Padahal kamu adalah siswa teladan di sekolah ini. Selalu menjadi kebanggan, tetapi mengapa kamu malah merundung siswa baru disini?" Tegas Kepala Sekolah.  Echa menunduk terus, sedangkan Laya memiliki banyak tanda tanya di benaknya.

"Echa Ms. Jayanti juga tidak percaya dengan apa yang kamu perbuat, tetapi apakah alasan kamu melakukan seperti ini?" Echa terus menunduk.  Bahunya kini dielus ibunya,  sedangkan Ayahnya terus mendengarkan. 

"Saya harap juga memang bukan Echa yang melakukannya. Kalian pihak sekolah mendapat bukti darimana jika Echa yang melakukannya?" Bantah Ayah Echa. 

"Beberapa dari teman saya selalu memberitahu saya jika loker Laya selalu tertempel kata kata kasar, bahkan di bangkunya lalu banyak seperti meja di kantin" Tegas Valen. 

"Dan yang membuat saya curiga adalah sebelum ada tempelan itu Echa awalnya dapat kesana! " Lanjut Valen.  Ayah Echa langsung melirik Echa yang saat ini masih menunduk. 

"Echa ayo nak jelaskan jika kamu memang tidak bersalah" Rujuk ibunya.  Tetapi Echa terus menunduk tidak menanggapi apapun. 

"Kenapa Echa kamu diam saja?" Tanya Ms. Jayanti.

"Ah-Tidak bu" Echa berpikir lalu kembali bersuara "Saya tidak melakukan hal tersebut pak" Ucap

"Benar kamu tidak melakukannya? " Kali ini Ms. Jayanti yaang menanggapinya.  Ms. Jayanti telah berjanji kepada orang tua Laya jika dirinya akan menjaga Laya di sekolah ini. 

    Echa mengangguk pasrah, tetapi tatapan Ms. Jayanti begitu ketat. Hingga Echa merasakan bulu kuduknya merinding seketika, Laya yang melihat tatapan ganas Ms. Jayanti pun juga ketakutan. 

"Penjahat mana ada yang ngaku! Hidih kalau ngaku penjara penuhhhh mbak!" Croscos Mia (Mama Laya). 

"Tenang buk, kami pihak sekolah juga sudah mempunyai banyak bukti. Dan kami hanya ingin mendengar penjelasan dari pihak Echa dan keluarga." Tegas Kepala Sekolah.  Disamping itu banyak siswa telah berkerumun banyak. Mereka memperhatikan kejadian dari balik jendela, begitupun Rafky, Arda, Maha, Viona, Sisil, Tina, Deon, Bram, Agus, dan Seo. 

"Jika tidak mau bicara baik disini saya yang akan membuka bukti permasalahan ini.  Jadi seperti ini, Echa memang benar terbukti telah mencoret loker milik Laya kemudian menempel note di bangku Laya hingga ke loker. Setelah itu kejadian Laya di tuduh mencuri HP pun itu ulah Echa! "

INTROVERT (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang