2. Hutan Didalam Istana

237 41 4
                                        

James baru saja pulang berkerja, dia hanya menjadi pelayan di kedai kecil milik paman Sam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

James baru saja pulang berkerja, dia hanya menjadi pelayan di kedai kecil milik paman Sam. Tubuhnya terasa remuk, lelaki itu memukul-mukul pelan kakinya.

"James!"

James mengalihkan pandangannya kepada seorang gadis yang membawa keranjang makanan di tangannya.

"Baru pulang?" Tanya Fen.

James mengangguk, "mau kemana?" Tanyanya.

"Ohh... aku membawakan pie apel untukmu, tadi aku membuatnya sendiri."

Gadis itu mengeluarkan dua loyang pie apel. "Satu lagi untuk ayahmu."

"Sebentar, aku tidak ingin kau salah paham. Kita hanya t-"

Ucapan James terputus saat Fen bertanya. "Bagaimana perkerjaanmu?"

"Emm.. seperti biasa," James mengambil suapan besar pie apel.

**

Langkah gadis itu bergenti, kakinya sangat lelah. Dia tidak tahu dimana sekarang, istana ini sangat luas. Bukan salahnya jika mereka tersesat, tapi Ayahnya yang memaksanya.

"Kita ini dimana? Kau sengaja menyesatkan ku ya?" Jeno mendengus kesal, karna jalan yang ia lewati sudah banyak pepohonan, seperti hutan.

"Berisik, aku saja tidak tau ini dimana."

Alice lelah, dia menduduki batang kayu yang sudah tumbang.

"Kau bercanda? Kita tersesat? Bagaimana bisa?!" Pertanyaan beruntun Jeno membuat Alice pusing akan suaranya, suaranya memang berat, tapi jika dia cerewet tetap saja Alice kasihan dengan telinganya.

Alice berdecak, "aku heran, bagaimana Alice bisa menyukai peria sepertimu."

"Tanyakan saja kepada dirimu sendiri!"

"Bukan aku, tapi Alice."

"Menurutmu kau bukan Alice?"

"Benar juga."

Alice beranjak, saat menginjak ranting yang rapuh gadis itu hampir terjatuh. Namun Jeno menahannya.

Mata Jeno manatap wajah Alice, entah kenapa dia ingin seperti ini lebih lama lagi.

"Kau tidak ingin melepaskanku?" Suara Alice mengintrupsinya.

Bruk!

Tubuh Alice terjatuh di tanah, dia tidak habis pikir dengan Jeno. Bisa-bisanya menjatuhkan seorang Putri dari Tedor.

"Hei! Ku bilang lepaskan aku bukan menjatuhkanku!" Alice meninggikan suaranya.

Jeno mengulurkan tangannya untuk membantu Alice. "Kau yang minta!"

"Terserah kau saja, ayo putar balik. Aku tidak ingin lebih lama denganmu!"

"Kau pikir aku mau?!"

My Prince CharmingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang