Adel mengguncang-guncang tubuh Shomad ketakutan. Malam itu, dia melihat sepasang mata di sudut gelap ruangan menatap tajam padanya. Ditambah suasana sepi ruangan gelap dan suara desir angin di luar ruangan menambah perasaan mencekam menyelimuti bocah itu.
Ketakutan itu bertambah ketika dia terbangun sendirian di atas kasur Shomad. Biasanya dia tidur dalam dekapan sang ibu, tapi dia segera mengetahui jika ibunya meninggalkannya di rumah Shomad kala tertidur. Shomad sendiri tidur di lantai sekitar dua meter darinya tanpa bantal dan selimut, hanya beralaskan flexi tipis.
"Prosnis' (bangunlah), kak..." katanya.
Shomad pelan-pelan membuka matanya.
"Apa, Adel. Nggak ngerti aku, ah," balas Shomad sambil balik badan.
"Kak, Adel napugan (takut)...." ujar Adel hampir menangis. "Boyus', temno. ya khochu poyti domoy (Gelap, takut. Aku mau pulang),"
Pada Akhirnya Shomad terbangun. Dia melihat sudut mata Adel berair dan tangannya gemetaran. Mulanya ia tak paham maksud perkataan Adel. Namun sekejap ia sadar setelah melihat wajah gadis itu. Shomad langsung duduk dan mendekap tubuh gadis kecil itu.
"Maaf, ya, Adel," ucap Shomad.
"Adel boyus' temnoty (takut gelap), kak. Kto-nibud' uvidit menya ottuda (ada yang melihat ke arahku di sana)," Adel menunjuk sepasang mata yang dimaksud tadi.
"Itu si Tarsy, moy devochka. Moy pitomets (hewan peliharaanku)," kata Shomad. "Tarsy, sini. Jangan takuti anakku," perintah Shomad. Lantas sepasang mata tadi bergerak mendekati mereka. Adel makin menyembunyikan wajahnya ke dada Shomad.
Dan tatkala semakin dekat, dia melompat ke tangan Shomad. Di tengah kegelapan, Adel bisa melihat postur mungil kera bermata besar itu. Perlahan-lahan rasa takut Adel hilang.
Kera tersebut berpindah ke pangkuan Adel. Tubuh kecilnya berguling-guling dan terlihat imut. Maka Adel pun memberanikan diri untuk menyentuh Tarsy.
"Kak, vklyuchi svet pozhaluysta (nyalakan lampunya, dong)," pinta Adel sambil menunjuk ke atas.
"Aduh, ya lenyus' (malas)," sahut Shomad. "Kakak tidak bisa tidur kalau lampu menyala," tambahnya lagi.
"Adel tidak bisa tidur kalau temnote (gelap). Yesli mama ne obnimet menya (kecuali kalau dipeluk mama),"
"Kalau begitu tidur dalam pelukanku nanti," ujar Shomad asal. Adel mengangguk polos.
Tak lama, Adel asik bermain dengan Tarsy sampai tertawa kecil. Rasa takut tadi benar-benar telah hilang sekarang.
"Tarsy itu nochnyye zhivotnyye (hewan nokturnal). Dia bangun malam hari dan tidur kalau siang," jelas Shomad.
"Berarti kak prizrak (seperti hantu) ya, kak,"
"Dia hantu yang lucu, kan?"
"Da (Iya),"
"Kalau begitu, ayo sekarang kita tidur. Biar Tarsy yang jaga kita,"
"Kakak rasskazhi istoriyu,"
"Rasskazhi... Cerita maksudnya?"
Adel mengangguk.
"Adel mau cerita apa?"
"Cerita strashnaya (horor) dong, kak," pinta Adel semangat. "Mama tidak pernah mau cerita strashnaya ,"
"Hmmm," Shomad mengangguk ragu. "Memangnya Adel suka?"
"Suka?," Adel tercengang. 'Suka' dalam dialek Rusia berarti sebuah umpatan kotor.
KAMU SEDANG MEMBACA
6. Otets
Mystery / ThrillerShomad telah resmi keluar dari pesantren setelah diwisuda. Dibantu Zuan, dia memindahkan barang-barangnya menuju rumah kost di sebuah perkampungan dekat kampus. Ada sebuah warung kecil di dekat rumah baru Shomad tempat dia mengisi perut, dan di situ...
