5. 10! 13! MATI!!!!

5.9K 346 20
                                        


Jam 7 tepat kami semua sudah berkumpul, bersama-sama kami mengendap-endap menuju ruang musik yang berada di lantai 2. Kulihat penampilan Ken yang makin keren dengan memakai kaos putih dan celana jeansnya. Martin dan Jose juga memakai pakaian kasual seperti Ken dan membuat taraf kegantengan mereka bertambah.

Stella dan Jane bergandengan erat, wajah mereka semakin pucat, sungguh nelangsa melihat mereka berdua. Kunci ruang musik sudah di dapatkan oleh Laura pagi tadi entah bagaimana caranya, aku tak perduli.

"Siap??" Tanyaku ketika kami tiba di depan ruang musik.

Ruri, Laura, Stella, dan Jane tampak mengangguk ragu, tak dapat dipungkiri rasa takut yang teramat dalam menyelimuti hati kami. Setelah melihat korban kerasukan yang notabene adalah teman kami sendiri secara langsung, rasa takut dan khawatir bercampur jadi satu.

"Kalian bertiga tunggu di sini saja. Ntar takutnya tuh hantu nggak mau keluar." Kata Ruri pada ketiga cowok di hadapannya. Mereka bertiga mengangguk bersamaan.

"Pintunya jangan ditutup rapat." Ucap Ken dengan nada khawatir. Kami kembali mengangguk serempak.

Ruri berjalan masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu disusul oleh Laura. Jane dan Stella mengekorinya. ketika hendak kulangkahkan kakiku, Ken memegang tanganku lalu menatap tepat di manik mataku. Kubalas tatapan wajahnya, jantungku tambah berdegup kencang. 'Wah.. sebelum ketemu setannya jantungku copot duluan!' batinku.

"Hati-hati ya... ikuti aturannya." Ucapnya dengan nada penuh perhatian.

Kembali aku tercengang menatapnya, aku mengangguk dan tersenyum kecil.

"Iya.. makasih."

Sebuah meja panjang berukuran 1X1 meter dengan 5 kursi mengelilinginya telah siap dipojok kiri ruangan. Ruri menyalakan lilin merah dan Stella menyiapkan Papan Ouija.

"Oke langsung aja ya.." Kata Laura memulai.

Kutarik nafasku dengan berat, sungguh aku tak ingin melakukan permainan ini. Apalagi bertemu dengan hantu jahat!! Beruntung aku teringat adanya Ken dan dua orang lainnya yang menunggui kami.

"Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Please come out and play with us!" Ucap kami berlima bersamaan sembari memutar-mutar secara perlahan benda kecil yang ada di meja kami.

"Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Please come out and play with us!" Ulang kami. Dapat kulihat jari telunjuk Stella dan jane yang gemetar ketakutan.

"Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Spirit, spirit of the coin... Please come out and play with us!"

BRRAAAAKKKK!! Jendela yang berada paling dekat dengan kami tadinya terkunci rapat tapi terbuka dengan kencang secara tiba-tiba. Angin malam membuat tengkukku tambah merinding. Kami saling bertatapan.

"Apakah kau roh yang bersedia kami ajak berkomunikasi?" Tanya Ruri.

Tiba-tiba papan yang berada di jari kami bergerak sendiri hendak memilih kata.

"YA!"

"Ka... kau... hantu yang diajak bicara dengan Stella dan Jane kemarin?" Ganti Laura yang bertanya dengan takut-takut.

"YA!"

Stella dan Jane tambah ketakutan melihat papan kecil yang menumpu jari kami bergerak-gerak sendiri. Terlebih lagi mereka berdua tahu akan adanya hantu menyeramkan yang meneror mereka.

"Siapa namamu? Tanya Stella mulai memberanikan diri.

"M.E.R.R.Y."

"Merry apa arti 10 dan 13? Kau katakan pada kami kemarin." Tanya Jane cepat.

Papan Ouija (Full)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang