Tubuhku menegang ketika mendapati jari telunjuk Merry yang tengah mengarah padaku. Dia berjalan pelan ke arahku, matanya melotot lebar dengan kepala yang sedikit dimiringkan. Ingin rasanya aku kabur dari tempat ini, tapi tubuh dan otakku tak sejalan. Merry terus saja berjalan mendekat, hingga Ken menyambar dan menarik tanganku membawaku berlari menjahuh dari sini.
Kami berdua berlari pontang-panting menyusuri koridor, aku malah tak ingat ruangan apa yang sudah kami lewati. Yang kutahu, kami harus menemukan anak tangga menuju lantai satu! Sekolahku memang besar, tapi kurasa kami tidak perlu berlari sejauh ini untuk dapat menemukan tangga itu. Di malam gelap mencengkam ini hanya terdengar deru nafas kami yang saling bersahutan.
Ken menghentikan langkahnya tanpa permisi, hingga membuat diriku yang berada dibelakangnya menubruk punggungnya. Bibirku terbuka ingin bertanya padanya, tapi tenggorokanku tercekat tak dapat mengeluarkan suara ketika kusadari alasan Ken berhenti tiba-tiba.
Aku dan Ken menatap horror sebuah pintu yang baru saja menjadi start bagi kami untuk melarikan diri dari tempat ini. Ruangan tempat kami membakar Papan Ouija yang juga menjadi 'sarang' Merry.
"Ke.. Ken... bukanya kita... kita... berlari lurus dan tidak pernah berbalik? Bagaimana bisa kita kembali ke ruangan ini?" Tanyaku terbata-bata.
Ken speechless, keringat dingin mulai membasahi tubuh kami. Sepersekian detik kami habiskan untuk terperangah, hingga Ken menariku kembali untuk pergi menjauh dari ruangan itu. Sejauh apapun kami berlari, kami tak bisa menemukan anak tangga yang akan membawa kami keluar dari tempat ini.
Kami benar-benar ingat kalau kami berlari hanya melalui jalan lurus tapi kenapa harus beakhir di ruangan itu lagi??? Kami tak lantas menyerah sampai di situ, kami kembali berlari dan berlari berulang kali walau pada akhirnya kami tertap berhenti di depan ruangan yang sama.
CUKUP!! Kurasa, aku sudah tak mampu untuk berlari lagi, aku benar-benar letih dan dehidrasi berat sekarang. Kulihat wajah Ken sudah kelelahan, dia terlihat sangat kacau sama sepertiku.
Kami bersandar pada tembok untuk menarik nafas sebentar dengan tangan tetap bergandengan. Tiba-tiba, seluruh pintu kelas di lorong terbuka keras, bahkan Merry sudah ada di ujung seolah menanti kami.
Terpaksa, Ken menarik tanganku untuk kembali memasuki ruang menyebalkan itu. Kami melihat sekeliling mencari tempat untuk bersembunyi. Dan hasilnya... NOL! Tidak ada tempat aman di sini. Kulihat sebuah jendela di sisi ruangan, aku dan Ken saling berpandangan. Ken mengangguk pelan seolah tahu maksudku.
Kami berdua segera berlari menuju jendela itu, beruntung ada pohon besar yang menyambut kami. Aku mencoba untuk berjalan merayap pada dahan yang kurasa kuat untuk menahan bobot tubuhku. Ken berada di belakangku seolah menjagaku, dia menguatkan diriku yang tengah gemetaran.
Tak sengaja kakiku terpeleset, terakhir aku merasa tubuhku melayang dan kurasakan pula ada sebuah tangan kokoh yang memeluk pinggangku. Kejadian itu begitu cepat, dan aku hanya bisa memejamkan mataku.
BRUKK!! Kudengar suara dentuman keras dan sebuah erangan kecil. Kuberanikan untuk membuka mataku, pemandangan yang kulihat pertama kali adalah wajah Ken yang menahan sakit dan berada pada jarak yang amat dekat denganku.
Kurasa, aku telah menindihinya. Benar, tubuhku berada di atas tubuh Ken, karena itu aku tidak merasa kesakitan sama sekali. Segera aku menyingkir dari atas tubuh Ken dan membantunya duduk. Aku sungguh khawatir padanya, mungkin saja ada salah satu tulang Ken yang patah.
"Ken, kamu baik-baik saja kan?"
Ken hanya mengangguk pelan, matanya memejam menahan sakit. Dengan tertatih dia berusaha untuk bangkit berdiri, aku membantu menyangga tubuhnya sebisaku. Angin di sekitar kami tiba-tiba mengganas. Suara deru angin dengan daun-daun yang bergoyang kencang membuat kami menjadi panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Papan Ouija (Full)
Horor*BEBERAPA CHAPTER DI-PRIVATE KARENA CERITA SUDAH TAMAT. FOLLOW UNTUK MEMBACA* Jangan jadi Tante Nyinyir. Kalau mau baca lengkap ya follow dulu. kalau nggak mau ya udah. saya nggak ngelarang untuk unfollow setelah baca kok ^^ Permainan Papan Pemanggi...
