Haloo Readerss😍
Udah lama gak updet. Masih ada yang nungguin kah? Hehehe.😁
Pak Rey sama Alena udah kembalii lagi nihh☺
Jangan lupa like comment and share cerita ini yaa🤗
Author sayang kalian🤗
Stay save and healty yaaa❤
Happy reading
Suasana Jakarta malam ini terasa sejuk. Hujan datang menerpa di sore hari tadi. Bau harum khas perpaduan antara hujan dan tanah membaur menjadi satu.Gerlap gerlip lampu pun ikut andil menghiasi kota dengan indah.
Malam ini Rey akan menjemput Alena. Dia mengajak Alena untuk dinner bersama. Entah mengapa rasanya hati Rey sedikit berdebar. Padahal bukan sekali duakali mereka makan bersama.Setelah adanya pertengkaran kala itu ia merasa hubunganya sekarang menjadi lebih baik. Jika diibaratkan angka 1-10 mungkin perkiraan sekarang masih berada di angka 8.
Sampai di rumah Alena rasa gugup tiba-tiba menyerangnya. Rey menarik nafas untuk menghilangkan rasa groginya. Santai Rey santai.. Calm down.. Batinya.
Rey mengetok pintu rumah kediaman Mr. Kusuma. Pintu pun terbuka nampak bi yati asisten keluarga Alena yang membukakan pintu.
" Eh Den Rey udah dateng, silahkan masuk den " ucap bi Yati sambil tersenyum ramah.
" Iya bi, makasih " ucap Rey masuk kedalam rumah Alena.
" Aden mau minum apa? " tanya bi yati.
" Gausah bi. Soalnya habis ini saya mau keluar sama Alena." Jawab Rey.
" Eh yasudah kalau begitu Saya panggil non Alena dulu ya den. Aden silahkan duduk dulu." ucap bi yati.
Rey menganguk mengiyakan. Ia pun duduk di ruang tamu sembari menunggu Alena turun. Setelah beberapa menit Rey menunggu akhirnya Alena turun dari kamarnya.
" Maaf Mas nunggu lama ya? " ujar Alena.
Rey menoleh tersenyum kearah Alena. Ia terdiam sebentar, lagi lagi ia terpanah akan cantiknya seorang Alena.
" Mas ? " ujar Alena membuyarkan lamunan Rey.
Rey tersenyum kikuk. " Eh Ngak kok, Mas juga baru datang " jawabnya.
" Hmm.. Mas sih ngajak keluar dadakan. Aku jadinya gabisa siap-siap dulu " ujar Alena sambil cemberut.
Rey terkekeh pelan. " Gapapa, gini aja udah cantik " ucapnya sambil mengelus rambut Alena pelan.
Pipi Alena memerah. " Apasih Mas. Gombal! "
ucapnya Malu.Kali ini Rey tak bisa nahan tawanya. Alena menggemaskan sekali. " Siapa yang gombal sih emang bener kok " ujar Rey sambil mencubit pipi cubbynya Alena.
" Mas ihh sakit.. Ini jadi apa ngak?" tanya Alena sebal sambil mengusap-usap pipinya yang memerah.
" Iya " jawab Rey santai. " Oh ya, Papa Sama Mama kamu kemana ? Kok Mas daritadi ngak liat? " sambung Rey.
" Papa sama Mama ada diluar kota. Mereka ada urusan, biasalah pekerjaan. " jawab Alena.
Rey mengangukkan kepala mengerti. " Alan kemana?" tanya nya sekali lagi.
" Bang Alan masih dikantor belum pulang. Lembur kayaknya. " jawab Alena.
" Oke. Langsung jalan?" tanya Rey.

KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSSESIFE DOSEN
General Fiction" Untung dosen ganteng! " Alena Silvana Putri Kusuma " Saya dan kamu itu takdir tuhan" Reynald Aldi Syaputra Berawal dari Mahasiswa berujung menjadi seorang Istri Dosen itulah awal kehidupan seorang Alena yang harus menerima perjodohan dengan Dosen...