14

3.8K 289 5
                                        

Larena Gryzelda Joan

Naomia Mckenzie Jean

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Naomia Mckenzie Jean

Naomia Mckenzie Jean

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Ini adalah sebuah permainan, permainan yang akan menguji siapa yang akan hidup atau mati. Kita lihat, apa Kau bisa kembali ke asalmu dan membawa kemenangan, ataukah kembali dengan membawa rasa malu serta kehinaan.

-Who?-

•••

Kedua mata laki-laki itu terbuka perlahan. Samar-samar Ia mendengar beberapa orang bercakap-cakap. Bukan sebuah ruangan yang penuh akan bau obat ataupun nuansa putih khas rumah sakit, tapi sebuah kamar bernuansa abu-abu dengan tangannya yang dialiri infus. "G- Gue di mana?" Ujarnya lirih.

Sontak, dua orang yang sedang bercakap tadi menoleh ke arahnya. Dan seorang gadis dengan wajah oriental tersenyum ramah padanya, "Oh, hai! Kamu udah bangun rupanya." Mata Langit yang awalnya sayu terbelalak. Dengan sigap Ia terduduk di kasur tanpa mempedulikan rasa sakit di tubuhnya, terkhususnya di bagian perut.

"Ka-Kalian?!"

Senyum Mia terukir manis di wajahnya, tak lupa diikuti seringai khas dari Rena. Gadis bernetra tajam itu menatap Langit yang masih dengan jelas jika Dia syok. Dengan wajah angkuh Rena berdiri, diikuti dengan Mia yang memang selalu mengikuti kemanapun gadis itu pergi.

"Lama tak berjumpa, Junior-Mitglieder."

Dan saat ini juga, Langit ingin bersembunyi ke dalam rawa-rawa. Mimpi apa Dia bisa bertemu dengan Rena, ketua Salvadore angkatan 5, dan Mia, ketua angkatan 4?!

•••

Sammy mengusap wajahnya kasar. Sudah berjam-jam Salvadore mencari keberadaan Langit yang tiba-tiba menghilang secara misterius, bahkan di monitor tempat Jino mengawasi semua kejadiannya, laki-laki itu menghilang tanpa menyisakan jejak. "Akh! Sial! Kita kehilangan jejak!" Erangnya dengan wajah frustasi. Dezan yang berada di dekatnya pun menepuk pundaknya, "Jangan nyerah. Lo inget kan visi dan misi Salvadore? Sumpah juga."

The Transmigration of Souls : The Same World [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang