15. A Memories

1K 101 6
                                        






"Daddy, apa yang kita lakukan di sini?" Yoongi bertanya dalam kebingungan karena mobil Taehyung berhenti di depan sebuah rumah sakit. Ini adalah rumah sakit milik Taehyung.

"Kita akan menjenguk seseorang!"

"Siapa?"

"Kau akan tahu nanti!"

Mau tak mau, Yoongi menurut saja dan ikut turun bersama Taehyung. Mereka sudah sampai di depan pintu ruang inap seseorang. Yoongi langsung terbelalak melihat siapa yang terbaring di sana.

"Minie!! Apa yang terjadi?"

"Oh! Halo Yoon!" Di saat seperti ini, Jimin masih bisa memperlihatkan senyuman andalan miliknya. Yoongi berjalan mendekat dan kini berdiri tepat di sisi bangkar milik Jimin. Lelaki itu masih tersenyum seperti biasanya, merasa seakan-akan dirinya baik-baik saja layaknya tak terjadi sesuatu hal yang buruk kepadanya.

"Bagaimana kabarmu?"

"Membosankan. Kapan aku keluar dari sini?" Jimin mengeluh karena sudah hampir dua minggu dia di sana, padahal kalau bisa dibilang ia hanya syok bukan tertusuk atau tertembak, kenapa kalau dipikir-pikir sampai rawat inap segala?

"Tunggulah sebentar lagi!" Jimin berdecak malas. Kini tatapannya tertuju pada Yoongi yang hanya diam memperhatikan mereka. Hybrid itu seperti mempunyai sejuta pertanyaan tapi bingung untuk mengatakan yang mana, melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu.

"Kalian hanya berdua?"

"Memangnya kami harus berapa untuk datang menjengukmu? Yang lain mana?" Taehyung bertanya sembari mengedarkan pandangannya kesegala arah lantaran mendapati ruang inap Jimin yang kosong.

"Hanya Seokjin Hyung yang tengah menemaniku dan sekarang lagi mencari makanan untuk kami berdua!"

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang digeser dan menampilkan Seokjin yang baru saja tiba. Pria itu agak terkejut mendapati Taehyung dan Yoongi selain Jimin yang tadi ia tinggal sebentar.

"Kalian baru tiba? Beruntunglah aku membeli banyak makanan, jadi ayo makan!" Seokjin sudah menarik lengan kecil Yoongi untuk ikut bersamanya membuat Taehyung mendengus tidak percaya dengan apa yang ia lihat baru saja.

"Ck! Mengajak makan tapi hanya Yoongi yang ditarik!" Taehyung memperlihatkan wajah dramatisnya akan perlakuan Seokjin kepadanya. Seokjin menggeleng habis pikir, benarkah ini ketua mafia terkenal itu? Tingkahnya mengalahkan tingkah bocah!

"Kau bisa jalan sendiri, Tae! Tidak usah manja!"

Pada akhirnya, mereka menikmati makanan mereka. Yoongi tak henti-hentinya tersenyum. Ia benar-benar beruntung memiliki orang yang sayang kepadanya.

"Yoongi menemani Jimin ya, aku harus pergi kekantor. Kalau ada apa-apa, telepon!"

Yoongi mengangguk patuh. Seokjin juga harus pergi dan tersisalah mereka berdua di sana. Hening merayapi mereka.

"Minie?!"

Jimin hanya menanggapi dengan senyuman. Ia tak pernah mempermasalahkan panggilan Yoongi untuknya, terkadang ia bersyukur melihat Taehyung yang sudah bisa lepas dari belenggu masa lalu bersamanya. Jimin memang sudah berhenti mengharapkan Taehyung begitu Yoongi sangat special untuk pria tersebut. Dan ia juga sadar, telah banyak kesalahan yang ia perbuat hingga menyakiti Taehyung.

"Kenapa dirawat?"

Alis menukik pertanda bingung akan pertanyaan yang dilontarkan Yoongi kepadanya. Jimin harus memutar otak agar paham dengan ucapan Yoongi. Sedetik ia terkekeh, lucu begitu tahu makna dibalik pertanyaan Yoongi.

My Annoying HybridCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang