||THEO|| -1

19 4 0
                                    

-CERITA HANYA FIKSI BELAKA DAN TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN-
-CERITA HANYA IMAJINASI SANG PENULIS-
-ENJOY-
-HAPPY READING-

-👑-

"Serang!!" Seru salah seorang jendral pada pengawal kerajaan yang sedang latihan militer termasuk Cheo dan kakaknya yang juga ikut serta dalam latihan.

Aku memandang sekumpulan perajurit dari arah yang lumayan jauh agar tidak terluka karena terkena goresan pedang mereka yang sedang berlatih. Tapi, masih tetap saja aku bingung mengapa aku berada disini.

Lalu tiba-tiba sang Baginda ratu datang dari arah belakangku. Aku sontak menoleh karena aku sudah mencium aroma parfum miliknya yang khas ini.

"Ngg..latuu.." Aku menunduk sekejap dan ratu juga melihatku yang sedang tunduk padanya tanpa ekspresi.

"Sepelti kakak Cheo.."

Lalu setelah aku selesai menghormati kehadirannya, ia pergi tanpa melontarkan senyuman bersama beberapa penjaga ratu yang mengikutinya dari belakang. Aku yang melihatnya berjalan meninggalkanku terasa seperti hal biasa saja. Aku masih belum merasakan apa itu "sakit hati". Tapi mataku tidak bisa lepas dari pernak-pernik yang menempel pada jubah berwarna emas milik sang ratu.

"Sungguh belkelip-kelip.."

Saat aku tengah melihat perginya ratu dari hadapanku, aku dipanggil seseorang dari arah lapangan. Aku refleks menoleh dan ternyata itu adalah Cheo yang memanggilku. Ia melambai-lambaikan tangannya padaku dan tersenyum manis. Aku pun menghampirinya. Berlari di hamparan rumput hijau yang luas dibagian belakang kastil adalah hal yang menyenangkan.

Tapi, tiba-tiba..

"Brakk!!.." Aku tersandung suatu benda.

Saat aku mulai terduduk aku pun menoleh, ternyata orang itu adalah kakak Cheo.

"Lily yakin dia melakukannya dengan sengaja! Tentu! Dia kan lelaki yang tidak memiliki hati nulani!" Batinku sambil menatapnya dengan tatapan sinis tanda tak terima dengan perlakuannya padaku.

Aku pun berdiri dan membenahi dress ku yang kusut tadi lalu.......

"Bruakkk!!!.."  Aku menendang tulang kering di kakinya dengan kuat sampai aku yang kembali terjatuh.

Tapi bukanya merintih kesakitan, dia malah memasang ekspresi biasa datar dan aku yang kesakitan karena menendangnya.

"Tidak tidak!! Sehalusnya dia kesakitan!! Tulang kakinya sudah Lily tendang!! Sehalusnya itu patahh.." Aku terus membatin dan membicarakan orang bengis ini didalam hati.

Lalu tiba-tiba saja kakak Cheo ini mengeluarkan ancang-ancang dengan mengangkat kakinya kebelakang. Aku tau ia akan menendang ku balik. Aku pun tak henti-hentinya menatap mata midnight bluenya yang terlihat menyala dan mencekam itu dengan tatapan ampun.

Tapi..

"Settt...brughhh!!!.." Lagi-lagi Cheo menyelamatkanku dan ia yang kini tertendang sementara aku berada dibelakangnya yang masih terduduk manis.

WH0Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang