🧚✨
Bel berbunyi…
"Huh, akhirnya selesai juga bu Indri ngajar. Capek banget sumpah dengerin beliau ngoceh panjang kali lebar," keluh Bianca sambil meregangkan tangan.
"Loh, emang kamu dengerin? Bukannya tadi kamu tidur?" balas Naqilla sambil menahan tawa.
Sejak Bu Indri mulai menjelaskan materi tadi, Bianca memang sempat terkantuk-kantuk. Bahkan sempat kepalanya nyender ke lengan meja, lalu dengan cepat masuk ke dunia mimpi.
"Hehe..lagian Bu Indri tuh, penjelasannya kayak sinetron, panjang, berliku, terus ada iklan," jawab Bianca dengan cengiran khasnya.
Naqilla terkekeh pelan. Hari ini baru hari pertama, tapi suasananya sudah terasa hangat. Dan kini, Bianca seperti ingin mengenalkan dunianya lebih dalam kepada si anak baru.
"Oh iya, gue mau kenalin lo ke temen-temen gue" ujar Bianca sembari menoleh ke arah dua orang yang sedang berdiri di depan kelas.
"Woi Bi! Kantin yok, suara keroncongan dari perut nih udah menggelegar” sahut salah satu dari mereka.
"Eh bentar, sini dulu deh. Kenalin dulu, ini anak baru yang tadi."
Gadis pertama melangkah maju, rambut hitamnya diikat setengah ke atas, senyumnya hangat.
"Ohh iya, kenalin, gue Gladys Athela Wijaya. Lo bisa panggil gue Gladys,” katanya sambil mengulurkan tangan.
Yang satunya lebih nyentrik, gaya bicaranya cepat dan penuh semangat. "Nah, kalo gue yang cantik, pinter, dan agak lucu ini Natasya Firdha Maheswara. Bisa panggil gue Natasya atau Princess, terserah."
Naqilla tertawa kecil melihat gaya mereka. "Salam kenal ya, aku Naqilla Farasya Atmaja. Panggil aja Kila, bebas"
Semua berjalan normal—sampai tiba-tiba Gladys memicingkan mata.
"Tunggu.. lo tadi bilang nama belakang lo Atmaja?"
"Iya, emang. Kenapa?" tanya Naqilla sambil sedikit bingung. Alisnya hampir menyatu, matanya mencari tanda-tanda keanehan.
Gladys membelalak. "Kak Satria juga marganya Atmaja. Jangan-jangan.."
"Adiknya?" sela Bianca.
"HAH?! LU ADIKNYA KAK SATRIA?!" teriak mereka bertiga dalam satu suara, membuat beberapa kepala di kelas menoleh heran.
Naqilla sampai kaget. "Astaga! Kaget aku, kenapa sih emang?"
"Sorry-sorry. Refleks," kata Gladys sambil menutup mulutnya sendiri.
"Jadi bener nih? Lo adik kandungnya Kak Satria?" tanya Natasya, masih tak percaya.
Naqilla mengangguk santai. "Emangnya kenapa sih?"
"Kak Satria itu Ganteng, pinter, populer. Sekalipun sering bolos, tuh orang kalo ngikutin pelajaran sekali, langsung ngebut kayak roket," puji Bianca setengah mengeluh.
Naqilla yang mendengar itu sedikit mual, bagaimanapun itu Abangnya yang menjengkelkan.
"Iya! Dan temen-temennya juga... duhh... apalagi Kak Kenzio. Gantengnya tuh kayak tokoh utama di anime. Cool, dingin, tapi sekali senyum bikin gagal napas," lanjut Natasya.
Naqilla mengerjap. Nama itu Kenzio. Entah kenapa, nama itu... terasa tidak asing. Sangat tidak asing.
Naqilla menepis pikirannya. "Yah, aku sih biasa aja. Itu abang aku, bukan boyband."
"Tapi kan aura cowok-cowok itu beda, Kil. Mereka tuh kombinasi antara bad boy sama top student. Idaman lah!" celetuk Natasya sambil pura-pura memegangi dadanya.
Naqilla hanya bisa menggeleng dan tertawa kecil melihat ekspresi berlebihan teman barunya itu. Tapi ia senang. Senang karena baru sehari pindah, ia sudah punya teman yang hangat dan menyenangkan.
"Ah, udahlah. Ngomongin cowok terus bikin laper. Yuk ke kantin. Perut aku udah konser nih," ajak Naqilla sambil menepuk perutnya pelan.
"Gue setuju banget! Ngomongin cowok tuh kalori abisnya lebih banyak daripada olahraga!" timpal Gladys.
"Kebiasaan lu, Dys" Bianca ikut menimpali dengan tatapan geli.
Mereka pun berjalan menuju kantin bersama, suara tawa mereka mengiringi langkah.
Di Kantin..
"Yahhh penuh banget, duduk di mana kita nih?" keluh Gladys, menatap sekeliling kantin yang riuh.
"Tuh! Salahin Natasya! Gara-gara tadi ngomongin cowok mulu, jadinya telat deh keluar kelas," tuduh Bianca sambil menepuk pelan lengan temannya.
"Woy, jangan salahin gue doang! Kalian juga ikutan fangirling bareng, tau!" bela Natasya sambil manyun.
Naqilla memutar pandangan ke sekeliling kantin. Semua meja terisi. Tapi, ia merasa nyaman. Rasanya sudah mulai bisa beradaptasi.
"Kila, lo mau makan apa? Biasanya kita pesen bareng biar nggak rebutan tempat duduk," tanya Bianca sambil menepuk bahu Naqilla.
"Hmm, aku belum tahu deh. Bingung, banyak banget pilihannya. Recomend dong!" jawab Naqilla sambil mengedarkan pandangannya ke deretan stand makanan.
"Kalau lo tanya Bianca, siap-siap dapet daftar menu dari A sampai Z," goda Gladys sambil tertawa kecil.
"Eh beneran! Nih ya, gue rekomendasiin bakso yang di pojok, terus donat cokelat di depan ruang TU itu enak banget, plus minumannya es teh tarik abang-abang yang suka manggil 'sayang' ke semua orang," kata Bianca sambil menunjuk satu-satu.
"Yaelah Bi, jangan semua juga kali! Ntar Kila dikira kita kelaperan banget," ucap Natasya.
Mereka pun akhirnya selesai memutuskan makanan yang akan mereka santap dan mengedarkan pandangan sambil menunggu tempat duduk kosong.
"Eh tuh kesana aja tuh!" seru Naqilla sambil diikuti teman-temannya.
Baru saja mereka sampai, Bianca, Gladys, dan Natasya langsung membulatkan mata mereka, yang benar saja? Naqilla mengajak ke meja Satria dan teman-temannya.
Memang ditempat itu, kursi masih banyak yang kosong tetapi mereka pasti memilih menunggu orang lain selesai makan daripada masuk ke rombongan cowo cowo tersebut!
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAQILLA [ ON GOING ]
Humor"Kak zio kenapa sih gasuka sama kila?" "Bisa gak sih berhenti manggil gua zio" "Emang kenapa sih?" "Bukan urusan lo, kil" "Kak, kila nebeng boleh ya?" "Ga" "Awas loh suka nanti sama kila" "Gaakan pernah!" ____ "Kila, gue...
![NAQILLA [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/268626670-64-k592559.jpg)