Naqilla - 06

1.9K 104 0
                                        


🧚✨


"BANG SATT!!"
Teriakan cempreng penuh tenaga itu meluncur tepat ke telinga Satria yang baru saja mengangkat sendok.

Refleks, kepala Satria menoleh ke arah suara yang sangat tidak asing—dan benar saja, adiknya, Naqilla, datang sambil cengar-cengir dengan tiga orang cewek di belakangnya yang ia yakini mereka adalah teman baru adiknya itu.

"Heh bisa nggak sih manggilnya yang lebih manusiawi dikit? Nggak pake speaker volume 99 dan embel embel Sat gitu" keluh Satria sambil menyipitkan mata.

"Iya iya, maaf ya Bang Sat yang budiman," jawab Naqilla santai, nyengir kayak kucing abis nyuri ikan pindang.

Satria mendengus. "Bukannya lo lagi ngambek sama gue? Kok sekarang nongol-nongol manis gitu?"

"Sekarang prioritas utama adalah : selamatkan perut dulu, dendam belakangan. Lagi pula, kalo ngga numpang duduk di sini, kita makan di langit-langit kantin kali ya," balas Naqilla kalem sambil melirik meja yang udah penuh semua.

Satria melongo. "Bisa gitu logikanya..."

"Ya bisa dong, masa anak seimut ini kelaperan cuma gara-gara gengsi? Malu dong sama nasi padang," lanjut Naqilla.
Teman-temannya hanya bisa geleng-geleng sambil nyengir.

"Yaudah duduk sini bawel, daripada lo makan sambil berdiri kayak patung liberty." Satria akhirnya mengalah dan mempersilahkan.

Naqilla langsung duduk di sebelah abang kesayangannya itu, diikuti oleh Bianca, Natasya, dan Gladys yang masih bisik-bisik menahan tawa melihat interaksi kakak-adik yang absurd ini.

Dari seberang meja, tiga cowok yang tadi asik ngobrol langsung mematung. Salah satu dari mereka si paling ribut dan paling punya banyak ide aneh langsung nyeletuk

"Woi, Sat!" panggil Arsen sambil nunjuk ke arah Naqilla. "Cantik tuh! Siapa? Kenalin lah! Sabi ga tuh?"

Satria melirik malas. "Ini adik gue, bego."

Tiba-tiba ruangan seolah membeku.
Sepersekian detik kemudian...

"HAH?!!"
Arka nyaris keselek gorengan, sementara Kenzio yang sedari tadi baca buku sampai berhenti di tengah kalimat.

"Seriusan? Lo punya adik secantik ini dari kapan? Lo nyimpen dia di laci meja atau gimana, Sat?" tanya Arka sok serius.

"Dari lahir, goblok" sahut Satria datar.

"Waduh, Sat... lo tega sih, kenapa selama ini nyembunyiin mutiara di balik tumpukan nasi?" ucap Arsen drama, tangannya ditaruh di dada.

Satria nyengir miring. "Karena gue tahu kalian berdua nggak bisa dipercaya. Gue pelihara ayam aja lebih tenang."

Arka ngakak. "Gue ketawa bukan karena lucu, tapi karena fakta itu valid."

"Tapi serius nih," Arsen menatap Naqilla yang masih sibuk ngunyah "Abang rela berjuang sampai jatuh miskin, asal bisa punya kamu."

Naqilla menatap Arsen dengan alis satu terangkat dan tersenyum paksa.
"Mau berjuang? Mulai dulu dari berhenti main Mobile Legends pas pelajaran ya kak," balas Naqilla ramah sambil menyeruput kuah baksonya.

NAQILLA [ ON GOING ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang