°°°°°
🧚✨
Naqilla pun sudah sampai di sekolah nya dengan mental yang sudah ia siapkan dirumah, dijalan, bahkan di sekolah. Mau tidak mau ia harus siap dengan jawaban Kenzio hari ini.
Pagi ini Naqilla pergi ke sekolah bersama Satria karena pak Andre yaitu supir yang selalu mengantar jemput Naqilla sedang sakit.
"Yey sampee" seru Naqilla saat turun dari motor Satria
"Lo mau kasih bekal buat Kenzio sekarang dek?" tanya satria yang melihat Naqilla begitu semangat
"Iya, ini Kila mau kasih brownies buat temen temen Kila dulu abis itu baru ke kelas kak Zio" jelas nya
"Sini titip gue aja, biar ngga perlu bolak balik" tawar Satria, ia hanya takut adiknya itu bertengkar dengan Kenzio, yaa secara Kenzio itu sudah menolak Naqilla berkali-kali. Ia hanya tidak mau adiknya sakit hati, walau ia terlihat tidak peduli, dia sangat peduli dengan adik semata wayangnya itu.
"Ngga usah abang, Kila mau anter sendiri aja" jawab Naqilla yang dibalas hembusan nafas menyerah oleh Satria.
"Yaudah, mau barengan ngga? kan abang sekelas sama dia" tanya Satria lagi
"Ngga usah, bang Sat duluan aja" ucap Naqilla
"Heh! lo kalo manggil gua gausah pakek embel-embel sat bisa ngga? manggil bang sat sama aja kek lo ngatain gua anjir kalo di gabungin"
"Mangkanya ngga usah digabungin" elak Naqilla
"Bukan gitu juga maksud nya anjrit! ah ga tau deh frustasi punya adek bolot nya kelewatan" ucap Satria langsung meninggalkan Naqilla di parkiran
"Lah? Kila salah ngomong lagi?" tanya Naqilla kepada diri sendiri
Naqilla pun tidak terlalu memikirkannya dan memilih melangkah pergi menuju ke kelas nya.
"Assalamualaikum pren Kila datang nih, mana sambutan karpet merah nyaa!!" heboh Naqilla saat memasuki kelas. Ya, itu sudah menjadi kebiasaan Naqilla yang hobi teriak-teriak dimana pun dan kapan pun.
Walau Naqilla anak baru, sifat malunya itu hanya berlaku seminggu!
"Lo mau gue lempar pakek pantat panci mak gue ya Kil?" tanya Gladys sembari menutup telinganya saat mendengar pekikan nyaring dari mulut Naqilla
Bianca dan Natasya hanya mengelus dada mereka dengan sabar saat mendengar Naqilla berteriak.
"Jangan marah-marah atuh, Naqilla bawa brownies nih, mau ngga?" tanya Naqilla membuat ketiga temannya mengganguk antusias
"Pasti mau lah kalo gratisan" ucap Bianca dengan kedua bola matanya yang berbinar saat Naqilla mengeluarkan 2 kotak bekal nya.
"Nih buat kalian" ucap Naqilla yang memberikan satu kotak bekal kepada bianca
"Lah satu lagi buat siapa?" tanya gladys
"Bu-"
"Buat kak Kenzio pasti kann?" tebak Natasya memotong ucapan naqilla
"1 juta buat Natasya" ucap Naqilla
"Astaga Kila! kemaren bekal lo ga di terima loh? masih aja mau ngasih lagi" heran Bianca
"Ngga kapok2 emang anak nya" ucap Gladys sembari memakan brownies yang diberi Naqilla
"Kak Zio gak suka kali sama bekal yang kemarin mangkanya ga di terima, nah jadi Kila bawain brownies pasti di terima" seru Naqilla
"Gue takut lo di kasarin sama dia nanti, mending kita temenin aja ya Kil" saran Natasya yang langsung diangguki oleh Gladys dan Bianca
"Ngga bakal kok, tapi kalo kalian mau nemenin Kila ya ayok"
"Yaudah kuy" ajak Bianca lalu di ikuti ketiga temannya
°°°°
Sesampainya di kelas kenzio, ketiga teman Naqilla hanya melihat dari jauh karena permintaan Naqilla. Mereka sempat menolak tapi Naqilla tetap meyakinkan dia akan baik-baik saja.
Naqilla meminta tolong salah satu teman kelas Kenzio untuk memanggilnya. Kenzio pun keluar dari kelas dengan raut wajah datar.
"Haii kak!" sapa Naqilla dengan semangat tetapi hanya di tatap datar oleh Kenzio
"Ngapain lagi lo?" tanya Kenzio to the point
"Oh inii, Kila bawain kak Zio brownies.. enak loh! soalnya Kila bikin sendiri di ajarin mamaa, sistem kebut semalam ini tau ngga!" ucap Naqilla dengan senyuman antusiasnya, ia harap bekal nya kali ini di terima
"Terus?" balas Kenzio dengan niat untuk meninggalkan Naqilla di depan kelas dan masuk ke dalam tetapi di tahan Naqilla
"Tunggu dulu, kak! Ini bekal nya diterima dong"
"Ngga!" tegas Kenzio
"Ish Kila seharian belajar bikin brownies buat kak Zio kok malah ngga diterima kak" jelas Naqilla
"Gua ngga mau." ucap Kenzio dengan penuh penekanan
"Kak zio kenapa sih gasuka sama Kila?" tanya Naqilla
"Bisa ngga sih lo berhenti manggil gue Zio!"
"Ya emang kenapa? kan cuma manggil nama doang, lagian itu dari nama kak Zio kok"
"Bukan urusan lo, kil" tegas Kenzio lagi berusaha menahan amarahnya
"Kak, ini bekal nya di terima dulu, baru Kila pergi suer" sahut Naqilla dengan nada meyakinkan
Bukan nya di terima, bekal Naqilla di tepis kasar oleh kenzio hingga brownies itu pun terjatuh.
"BERHENTI MAKSA GUA BUAT NERIMA BEKAL SAMPAH LO!" bentak Kenzio yang sudah tersulut emosi
"LO BUKAN SIAPA-SIAPA GUA DAN BERHENTI BERSIKAP MURAHAN ANJING!" lanjut Kenzio yang membuat orang di sekitar nya sejak tadi memperhatikan sontak terkejut.
Bukan hanya orang-orang di sekitar nya, teman-teman Naqilla dan satria juga teman sekelas Kenzio yang memperhatikan sejak tadi juga terkejut.
Naqilla? ia hanya tersenyum miris menatap bekal yang ia buat seharian dengan harapan di terima tetapi malah mendapat kan sebalik nya.
Tetapi Naqilla tidak boleh menangis! Ini juga salah nya memaksa Kenzio untuk menerima bekal nya
Satria yang melihat adik nya di bentak tidak tinggal diam. Ia segera keluar kelas dan mendorong tubuh Kenzio kuat hingga terjatuh.
___________________________________________
tbc.
vote kalian buat aku makin semangat nulis gais!
jadi jangan lupa vote & komen nya ya
tqu>333
KAMU SEDANG MEMBACA
NAQILLA [ ON GOING ]
Humor"Kak zio kenapa sih gasuka sama kila?" "Bisa gak sih berhenti manggil gua zio" "Emang kenapa sih?" "Bukan urusan lo, kil" "Kak, kila nebeng boleh ya?" "Ga" "Awas loh suka nanti sama kila" "Gaakan pernah!" ____ "Kila, gue...
![NAQILLA [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/268626670-64-k592559.jpg)