🧚✨
“Kadang rumah bukan soal tempat... tapi orang-orang yang akhirnya ingin kita temui kembali.”
Langit Jakarta pagi itu tampak lebih cerah dari biasanya. Matahari belum sepenuhnya tinggi, tapi sinarnya sudah cukup hangat untuk menenangkan jantung yang sudah tidak karuan. Di balik kaca jendela mobil, Naqilla menyender pelan, matanya menatap keluar, diam-diam menelusuri tiap sudut kota yang dulu pernah jadi bagian dari hidupnya.
Hari ini adalah hari pertamanya di sekolah baru.
Setelah bertahun-tahun tinggal di Bogor bersama kakek dan nenek, akhirnya ia kembali ke kota kelahirannya, Jakarta.
SMA GARUDA.
Sebuah sekolah swasta elite yang ternyata milik pamannya sendiri, Samuel Anderson, yang lebih akrab ia panggil Uncle Sam. Tapi bukan karena itu ia pindah ke sana. Bukan karena fasilitas, bukan karena status. Tapi karena satu hal yang lebih sederhana kerinduan.
Dulu, saat usianya belum genap 5 tahun, kedua orang tuanya Saskia dan Atmaja harus menjalani pekerjaan yang sering menuntut mereka berpindah-pindah kota, bahkan negara. Sebagai pengusaha dan konsultan internasional, waktu mereka sangat banyak tersita. Mereka tahu, membawa serta kedua anak-anaknya yang masih kecil akan terlalu berat. Terlalu tidak stabil.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk menitipkan Naqilla dan Satria kepada kakek dan nenek di Bogor.
Awalnya, Naqilla tak paham. Yang ia tahu, mendadak saja ia tak melihat kedua orang tuanya sesering dulu. Rumahnya berubah. Kasurnya berubah. Tapi kakek dan nenek sangat menyayanginya dan lambat laun, Bogor menjadi rumah kedua baginya.
Berbeda dengan Satria, kakaknya. Satria kadang ikut bersama Saskia dan Atmaja berpindah-pindah, kadang juga tinggal bersama mereka di Bogor. Hidup Satria seperti pelan tapi pasti mengakar di dua tempat, sementara Naqilla sepenuhnya tumbuh di satu tempat: Bogor.
Hingga saat ini, setelah beranjak remaja, Saskia dan Atmaja menghubunginya untuk membawa Naqilla pulang, sudah cukup disana.
Mereka bilang mereka ingin Naqilla kembali.
Saskia memperjelas bahwa, pekerjaan sudah tak sepadat dulu. Mereka ingin keluarga mereka utuh lagi. Dan ketika ditanya, Naqilla hanya mengangguk karena sejujurnya, ia juga sudah lama merindukan pulang.
Bukan hanya karena keluarga.
Tapi karena.. ada satu sosok samar yang tak pernah benar-benar hilang dari benaknya.
Seseorang dari masa kecilnya di Jakarta.
"Dulu aku punya temen... waktu masih kecil. Aku lupa wajahnya, tapi aku masih ingat cara dia ketawa. Aku juga ingat satu hal..."
"Aku selalu manggil dia io. Dan dia manggil aku asya."
Kenangan itu cuma sepotong. Tak jelas.
Tapi perasaan hangat saat mengingatnya, masih tertinggal di dadanya.
Seperti sesuatu yang belum selesai.
Naqilla menarik napas dalam. Mobil kini sudah berhenti di depan gerbang besar bertuliskan:
SMA GARUDA -
Ia menatap bangunan tinggi itu dari balik kaca mobilnya. Sekolah barunya tampak megah, dengan arsitektur modern tetapi tetap menyisakan nuansa teduh. Taman di bagian depan rapi dan bersih, siswa-siswi berlalu-lalang dengan seragam putih abu-abu yang tampak pas di badan mereka.
"Kayaknya Abang udah sampe duluan deh.." gumamnya kecil sambil menatap layar ponsel.
Tak ada pesan baru dari Abangnya. Dan parahnya lagi..
"Duh! Aku lupa nanya di mana ruangannya Uncle Sam."
Ia memukul pelan keningnya sendiri.
Daripada menunggu lama di depan, Naqilla memutuskan untuk langsung masuk. Ia berjalan tenang, tapi jantungnya tak berhenti berdetak lebih cepat. Langkah demi langkah membawanya menembus gerbang besar, lalu ke koridor utama sekolah.
Belum juga lama berjalan, ia sudah merasa... diperhatikan.
Bisik-bisik pelan mulai terdengar.
"Eh... siapa tuh?"
"Murid baru ya?"
"Cantik banget sih sumpah..."
"Ih, sok-sokan. Pasti anak orang kaya."
Naqilla tidak berhenti berjalan. Tapi senyum kecil di wajahnya sedikit menegang.
Ia sudah terbiasa dengan penilaian orang terlalu sering dinilai hanya dari apa yang tampak.
Tapi kali ini, ia bertekad.. ia tidak akan jadi bayangan siapa pun. Ia ingin dikenal bukan dari wajah atau status tapi dari siapa dirinya yang sebenarnya.
Beberapa langkah kemudian, ia berhenti di depan seorang siswi yang sedang berjalan sendiri.
"Maaf... Aku boleh nanya ngga? Ruang kepala sekolah di mana ya?"
Nada bicaranya lembut, senyum kecil tersungging.
"Boleh kok. Gue anterin, sini."
Siswi itu terlihat ramah. Mereka berjalan beriringan hingga sampai ke ruang kepala sekolah di lantai dua. Naqilla mengucapkan terima kasih, lalu mengetuk pelan pintu kayu yang kokoh dan tampak elegan di depannya.
"Assalamualaikum," ucapnya pelan.
"Waalaikumsalam.. Sia—eh, loh ini Kila?"
Suara bariton di dalam ruangan langsung terdengar heboh.
"Iyaa, Uncle. Masa lupa sih?" jawab Naqilla sambil manyun manja.
"Ya ampun! Kenapa nggak bilang dulu kalo dateng hari ini!"
Paman Sam berdiri dan langsung menghampiri keponakan kesayangannya.
"Kan semalem aku udah bilang.."
Naqilla tertawa kecil.
"Oalah… Uncle udah tua nih. Pikun dikit boleh lah ya"
Mereka tertawa bersama.
"Yuk! Uncle anterin ke kelas kamu. Hari pertama jangan sampe nyasar!"
"Siappp! Let's gooo~"
Naqilla menyambut dengan semangat.
📍Kelas XI IPA
"Assalamualaikum,"
Suara Paman Sam menggema di ruang kelas.
Bu Indri, guru biologi yang sedang mengajar, menoleh ke arah pintu.
"Oh, ada apa, Pak Sam?"
"Ini ada siswi baru, Bu. Saya antar ke kelas Ibu."
"Wah, baiklah. Terima kasih ya, Pak."
Paman Sam mengangguk, lalu memberi isyarat kepada Naqilla untuk masuk.
"Permisi.. Halo semuanya. Aku Naqilla Farasya Atmaja. Panggil aja Naqilla. Senang bisa kenalan sama kalian semua," ucapnya sopan.
Beberapa detik kelas hening. Lalu...
Beberapa suara pelan mulai terdengar.
"Cantik banget..."
"Pindahan dari mana ya?"
"Wah, anak baru tuh..."
Naqilla tetap tersenyum.
Hari pertama belum sepenuhnya dimulai... tapi hatinya tahu, perjalanan baru ini akan membuka banyak hal yang selama ini tertutup.
“Kadang, untuk menemukan yang hilang, kita harus kembali ke tempat di mana semuanya pernah dimulai.”
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAQILLA [ ON GOING ]
Humor"Kak zio kenapa sih gasuka sama kila?" "Bisa gak sih berhenti manggil gua zio" "Emang kenapa sih?" "Bukan urusan lo, kil" "Kak, kila nebeng boleh ya?" "Ga" "Awas loh suka nanti sama kila" "Gaakan pernah!" ____ "Kila, gue...
![NAQILLA [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/268626670-64-k592559.jpg)