🧚✨
Siang itu panasnya bukan main. Matahari seperti sedang berlomba seakan akan menyetrika bumi memakai suhu maksimal. Sementara di dalam kelas, Naqilla dan Gladys justru kegerahan bukan karena cuaca, tetapi karena dua makhluk bernama Bianca dan Natasya yang hebohnya melebihi penonton konser di barisan depan.
"Ayo lah Kil..Dys.. Ikut yuk liat pertandingan basket!" rayu Bianca sambil narik lengan baju Naqilla dan Gladys.
"Iyaaa pliss! Masa kita doang yang nonton? Nggak seru kalo nggak rame-rame," tambah Natasya sembari mengeluarkan kipas dari tasnya seperti sedang berjualan di CFD.
"Pertandingan apa sih?" tanya Naqilla sambil menyandarkan kepalanya lesu di meja, belum mood untuk gerak.
"Basket! Cogan-cogan semua, wangi-wangi, keringetan, aduh... surgawi!" seru Natasya dengan mata berbinar.
Gladys hanya mendesah. "Natasya bisa nggak sih, sehari aja nggak jadi cewek haus?"
Natasya menoleh cepat. "Gue bukan haus, gue... menghargai estetika laki-laki berolahraga!"
Naqilla yang dari tadi masih menimbang-nimbang akhirnya menyerah. "Yaudah deh, aku ikut. Lagian aku pulangnya juga nunggu Bang Satria, kan."
Mendengar itu, Natasya langsung berdiri seperti habis mendapatkan hadiah mobil. “YAUDALAH AYOK! GILA, GILA, AYO SEKARANG!”
Di lapangan basket
Lapangan basket udah rame. Suara sepatu bersentuhan dengan lantai, riuh sorakan penonton, dan peluit wasit yang nyaring kayak alarm hati waktu liat mantan.
Naqilla duduk di tribun bareng ketiga temannya. Matanya langsung nyapu lapangan.
Satria ada di tengah, kelihatan serius banget, kayak tentara yang siap perang, padahal cuma rebutan bola.
Tiba-tiba..
"ASTAGAA AURA ABANG LO MENYALA KILA!” jerit Natasya sambil mencengkram lengan Gladys.
"KIL LIAT TUH, KAK ARKA GANTENG BANGEET BEHH!" tambah Natasya lagi sambil ngetok-ngetok kursi.
Gladys langsung menoleh, matanya menatap tajam. "NATASYA DIEM! MALU-MALUIN ORANG!"
Naqilla ikut tertawa melihat temannya itu "Nat, bisa diem dikit nggak? Kayak ada wartawan ngeliput di lapangan aja deh," kata Naqilla sambil melirik kanan-kiri.
"Gue nggak bisa diem! Ini momen langka! Aura laki-laki berkeringat tuh... aduh!" Natasya meletakkan tangan di dada, pura-pura pingsan.
Saat Natasya bersiap untuk berteriak lagi, tiba-tiba mulut Natasya dibungkam seseorang dari samping.
Pelakunya : Naqilla.
"Kamu tuh berisik banget, Nat. Liat tuh, Kak Kenzio aku juga liatin kak Kenzio tapi ngga heboh. Masa kamu liat Bang Sat yang biasa aja heboh," katanya dengan nada datar.
Natasya langsung nyengir begitu dilepas. "Eh.. Lu liat Kak Kenzio...”
Naqilla refleks menunduk. Lalu cepat-cepat bilang, “Eh... ya iya lah. Kan dia main juga,” jawabnya singkat.
Dan seperti layaknya teman yang tidak tahu konsep 'rahasia', Bianca tiba-tiba nyeletuk dengan suara lebih keras dari TOA masjid saat Idul Fitri.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAQILLA [ ON GOING ]
Humor"Kak zio kenapa sih gasuka sama kila?" "Bisa gak sih berhenti manggil gua zio" "Emang kenapa sih?" "Bukan urusan lo, kil" "Kak, kila nebeng boleh ya?" "Ga" "Awas loh suka nanti sama kila" "Gaakan pernah!" ____ "Kila, gue...
![NAQILLA [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/268626670-64-k592559.jpg)