[15] Skandal berlapis

9.9K 1.2K 246
                                        

Caca mengambil gelas-gelas kaca dari atas lemari, sebelum menaruh ke atas meja makan. Menuangkan jus alpukat ke dalam gelas sambil sesekali melirik ruang tengah, melihat kondisi adek.

Setelah itu menggeleng-gelengkan kepala ngga paham. Entah sudah ke berapa kali adek di kerjain sama para saudara mas Mark, sampai-sampai isi rumah cuma kedengaran suara adek.

Saat ini mereka berdua sedang berada di rumah utama djungjuan. Mungkin akan menginap karena mas Mark tadi bilang urusan ini lama, maka dari itu Caca sekarang membantu mami Tya untuk membuat cemilan.

Rasanya ngga enak banget kalo udah nginep tapi diam aja, jadi inisatif dia membantu. Sedangkan mami sendiri ngga masalah tapi kalo Caca udah ber- sukarela kenapa ngga.

Niat baik kan, di tolak dosa.

Tapi ya begini malah Caca doang yang kerja, mami asik menonton gosip artis di youtube.

"Ini kue nya semua mi?" tanya Caca setelah selesai mengisi gelas-gelas tadi dengan jus.

Mami menolehkan kepala sebelum menatap kue-kue di atas meja makan serius, sehabis itu menganggukkan kepala. Kalo ngga di hidangkan semua takut basi, bukan begitu.

Kembali fokus menonton gosip sambil mengemil roma kelapa. Tapi langsung berhenti seketika saat melihat berita di sana, itu kasus milik Mark.

Bukan, bukan penganiyaan tetapi skandal Mark ada yang baru lagi.

"Apa-apaan, sinting." keluh mami Tya sambil meremas bungkusan plastik roma kelapa.

Mendengar umpatan dari mami Tya membuat Caca kepo, melirik sedikit ke arah hp mami sambil masih tetap menata kue-kue di nampan. Sebelum tiba-tiba berhenti, apalagi saat Caca melihat judul berita.

'Mengaku tidak pernah di beri izin untuk bertemu sang anak, benarkah alasannya karena takut Mina melabrak istri baru Mark?'

"Mami." ucap Caca terbata, "Bener gitu ya? emang jahat ya? emang Caca salah apa?" lanjut Caca heran.

Seketika mami Tya mematikan hp miliknya, manaruh bungkusan roma kelapa ke atas meja. Setelah itu mami Tya beranjak bangun, ikut serta bantu menata kue tanpa membalas ucapan Caca.

Hal itu membuat Caca semakin heran dan bingung, takut kalo aja ternyata Caca aslinya perusak rumah tangga orang. Karena mas juga ngga pernah cerita, aslinya cerai sama mbak Mina itu kenapa.

Kalo kdrt itu pasti, tapi masa sampai misahin ibu dan anak.

"Mamiii." rengek Caca, tetapi ngga di balas juga.

Sampai Caca menarik-narik lengan daster batik pendek mami Tya, baru mami berhenti dan menatap Caca.

"Itu urusan masa lalu mereka, Caca ngga ada ikut-ikutan apa-apa. Tenang aja kalo sampe beneran, mami pites pala nya." ucap mami santai sambil menepuk dua kali bahu Caca.

"T-tapi Caca pelakor bukan? kok di labrak sih." balas Caca lagi masih belum puas.

"Bukan lah! saha yang ngomong sini mami sabet pake gasper papi."

Langsung saja Caca menggelengkan kepala, "Ga boleh sabet-sabet tau mami kasiaan."

Belum aja mami Tya membalas kata - kata Caca, udah terpotong duluan sama tangisan keras dari adek.

"Huwaaa mama adek mama Caca! hiks bukan mama itu!" teriak adek marah sambil menunjuk layar tv di hadapannya.

Ogyu memanas-manasi, "Aslinya lo anak pungut sih."

Seketika adek memukuli brutal kaki Ogyu dengan boneka pororo, "Tante Ogyu jelek! jelek banget kaya kuda!"

Sedangkan Ogyu sudah lari berusaha menghindar, bersembunyi di balik punggung lebar sang kembaran. Lidah Ogyu terjulur ke arah adek, membuat adek kesal karena ngga bisa memukul mas Uchan.

Kan adek sayaaaangg, nanti kalo mas Uchan ngga mau sama adek lagi karena dia nakal gimanaaa.

"Ihh kesel!"

Uchan memutar bola mata dengan malas, udah pusing dari tadi denger suara tangisan adek sama ledekan dari Ogyu.

"Udah ayo main tik tok sama mas."

.
.

--+++--

"Dek, yang ini di maem dulu." ucap Caca sambil merebut kue dari tangan kiri adek.

Sedangkan adek masih menatap sang tante dengan tajam, mata bulat itu persis sama Mark saat sedang marah.

Lucu banget.

"Apa?!" gertak Ogyu dengan menaikan satu kaki ke atas kursi, "ikan hiu makan permen, fakyu mamen." lanjut Ogyu.

"Teteeh." kata mami memperingati.

Di sana adek sudah bersidekap dada, memalingkan muka dengan mulut penuh kue. Sebelum turun dari kursi dan berjalan menuju david, menarik tangan bocah dua tahun lebih tua dari nya itu brutal.

"Apa ze?" tanya David heran.

Mata adek berkedip-kedip, "Ayo main doktel-doktelan."

"Oh oke tunggu." balas David setelah itu meminum jus alpukat sampai habis dalam sekali tenggukan.

Sebelum ikut turun dari kursi meja makan, berjalan ke lantai dua sambil bergandengan tangan dengan adek.

Meninggalkan mereka berempat yang masih asik makan kue. Mami yang main hp lagi goyang shoppe, Uchan yang menatap Caca gemes, sama si teteh Ogyu yang lagi nonton anime aot season empat.

Merasa di tatap Caca menolehkan kepala dengan mulut penuh, berkedip beberapa kali ke arah Uchan setelah itu memiringkan kepala. Membuat pipi Uchan tiba-tiba merah, akhirnya memalingkan muka.

"Celana lo bego, cawet nya keliatan bangsat." terus ogyu yang di salahin.

Ogyu berhenti mengunyah sebelum menatap sang kembaran sengit, habis itu menggebrak meja. Membuat mami menghela nafas panjang, gusti nuwun kuat.

"Iri bilang sahabat!"

"Iri iri bikin sinting!"

Belum aja ini selesai sudah muncul lagi manusia tampan, berkemaja putih dengan jas terselampir di lengan. Dia adalah Jeno, anak kedua keluarga ini.

"Jangan, jangan iri. Jangan, jangan iri. Jangan iri dengki." ucap Jeno sambil menyomot kue dari atas meja.

Tapi kedua anak kembar itu ngga menggubris, masih tetap bertatapan sengit sebelum saling baku hantam.

Sedangkan mami meletakan hp ke atas meja menatap sang putra kedua heran, "Jaemi mana?"

"Jaemi bobo."

"Kok ngga di bawa ke sini!?" kesal mami Tya.

"Di bilang boboooo." kata Jeno sebelum ikut duduk di sebelah Caca.

Menatap sang kakak ipar genit.

"Piww janda." goda Jeno, dan itu sukses membuat Caca hampir keselek.

plak!

Tiba-tiba kepala Jeno di jitak sama seseorang.

"Dih ngga asik pawangnya." kata Jeno.

"Janda palalo!" ucap Mark yang datang mendadak sambil memeluk leher milik Caca.









----------
TBC

😭 nysel baru nulis sumpah, ngga bisa lanjut dabel cpt krn udah mau pagi.

ini tuh masih panjang ide nya.

but ya gapapa, lihat saja besok semoga ga ilang 😭

— Teh Jasmine

Mas Mark ΩTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang