|⚠️ 16+ aku minta maaf kalo kalian ngga nyaman|
Caca terus-menerus menangis sambil menutup kedua mata dengan tangan bergetar hebat. Kedua kaki menekuk serta tubuh bersandar pada dinding room, masih takut sama apa yang baru dia alami.
Sedangkan di sana, setelah selesai mendorong cowok itu ke arah tangga, Mark berbalik badan menuju dimana Caca berada. Urat kehijauan muncul di sisi kanan-kiri leher, tangan milik Mark terkepal kuat.
Sebelum berjongkok di depan Caca dan menyamakan tinggi, semua orang menatap ke arah mereka tetapi Mark ngga peduli. Dia mengelus rambut Caca pelan, setelah itu menarik keras sampai kepala Caca mendongak.
"Bangun." ucap Mark dingin sambil masih menarik rambut Caca.
Seketika jantung Caca berdetak dua kali lipat, apalagi saat melihat mata tajam mas Mark. Entah itu ekspresi apa, dia ngga paham. Seperti marah tapi keliatan sendu.
Karena merasa Caca diam dan ngga bergerak sedikit pun, langsung saja Mark membawa Caca dalam gendong- an bridal style, setelah melepaskan jambakan pada rambut Caca.
Melewati para penghuni room yang masih mengintip kepo. Sedangkan di sana Changbin udah ketar-ketir ngga jelas, Mark pasti salah paham.
Soalnya tadi belum selesai Changbin ngomong, mereka sudah di kejutkan dengan keadaan Caca.
"Sial!" umpat Changbin setelah itu berjalan menuju Mark, berharap sang teman dari sma ngga berbuat hal-hal bodoh lagi.
Tetapi terlambat karena Mark sudah berada di depan pintu club bersama Dino. Itu atas usulan Dino buat cepet - cepet keluar dari sini, takut-takut ada polisi dateng tiba-tiba.
Bisa-bisa club dino abc di tutup untuk sementara, masa baru buka langsung tutup.
Sadis.
"Cepet mana mobil Lo." ucap Mark sambil membenarkan gedongan Caca.
Saat Dino menyerahkan kunci mobil ke arah Mark, dia malah salfok sama belahan dada Caca. Sampe mata Dino melotot curi-curi pandang, lumayan mulus banget.
Mengerti kemana arah tatapan mata Dino, langsung aja Mark menendang tulang betis sahabat nya. Memberikan tatapan penuh ancaman, setelah itu berbalik badan.
"Lo yang nyetir." kata Mark sambil berjalan ke arah mobil Dino.
Sedangkan Dino masih mengaduh sakit, menggoyang-goyangkan betis kanan milik nya sebelum berjalan mengikuti Mark dari belakang sambil mengumpat.
Saat udah sampe di sebelah mobil Dino, mereka masuk. Mark sama Caca ada di kursi belakang sedangkan Dino jadi supir, dan itu membuat Dino tambah misuh kesel.
"Berasa supir gue." kata Dino.
Mark menolehkan kepala setelah itu membalas dingin, "Jalan atau usaha lo gue hancurin."
"Ya maap."
Beberapa menit kemudian mereka sampai di apartemen Mark. Tanpa ucapan terimakasih atau basa-basi, Mark keluar dari mobil langsung masuk ke apartemen.
Berjalan buru-buru memasuki lift menuju unit mereka. Caca semakin takut, mengeratkan genggaman pada kemeja milik mas Mark. Dari tadi dia merasa aura mas udah beda banget, walaupun cuek tapi mas ngga gini.
"M-mas?" tanya Caca ragu sambil mendongakkan kepala.
"Brisik." tepat setelah Mark berucap demikian, pintu apartemen terbuka dan mereka masuk ke dalam.
Mark berjalan cepat ke arah ruang tengah, sebelum menidurkan Caca kasar ke atas sofa. Pelan-pelan Mark menarik gisper dengan tatapan sulit terbaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mas Mark Ω
Fanfiction"Sebenernya Caca menikah sama mas atau jadi baby sitter Zeyu?" - Caca Karena hutang orang tua panti, Caca harus rela di korbankan. Menikahi duda kaya ber- anak satu, pemilik agensi MK entertainment. Start: 24/03/21 Markhyuck - [gs] don't like don't...
