Cahaya rembulan berpijar pendar menyelimuti bumi. Yeonjun berkendara dengan kawan membelah jalan yang sunyi. Kembali ia kepada Ballroom yang tadi pagi sesak oleh manusia. Wisuda sudah berlalu tadi, makan siang bersama sang ayah pun sudah ia lakukan. Malam sengaja bermain bersama kawan tapi pikiran sibuk sendiri menganggu Yeonjun.
Yeonjun yang kemudian meminta sang kawan mengantarkan ke Ballroom dan meninggalkan kemeriahan pesta yang diselenggarakan temannya. Ada hal yang ingin ia selesaikan malam ini, mungkin menata hati dan menjernihkan pikiran.
Mobil MBW itu terparkir sendiri ditengah pekat malam dan hanya lampu jalan yang tepat bersinar diatasnya. Yeonjun mengeluarkan kunci dan menekan tombol untuk membuka pintu. Si mobil mengedipkan lampu tanda kunci yang terbuka.
Yeonjun tidak mengerti untuk apa ia mengambil mobil ini? Toh diambil juga tidak akan berguna dirumah. Sang ayah pasti akan langsung menyingkirkannya.
Sayang juga sebenarnya jika harus dibuang, tapi Yeonjun sendiri tidak mungkin menggunakannya.
Mobil itu bersih, sudah tidak ada tanda kepemilikan seperti foto atau hiasan mobil. Persis seperti mobil yang baru saja keluar dari showroom.
Yeonjun menyalakan mesin, mengenggam steering wheel erat-erat. 'Sial bawa kemana mobil ini' batin Yeonjun.
Perjalanan malam sunyi, radio berputar berbicara sendiri dalam mobil sesekali memutar lagu yang tengah populer akhir-akhir ini. Lampu malam kota berpantul pada body mobil yang berkilau tanpa gores. Yeonjun memang tidak memiliki arah pulang dan memutuskan mampir ke apartmentnya.
Apartment itu mulanya ditempati Yeonjun karena lebih dekat dengan kampus, tapi lama Yeonjun tinggalkan karena lebih nyaman berada dirumah. Tidak ada apartment mewah manapun yang dapat menyaingin kemewahan rumahnya dan lagi fasilitas dari sang ayah di rumah juga sangat lengkap. Alasan lebih jujur karena sejak Yeonjun mengalami fase putus cinta pertama, apartment yang penuh kenangan menjadi tempat yang sangat Yeonjun benci sehingga kembalilah ia kerumah bersama Jungkook.
Mobil itu Yeonjun parkirkan di basement, ban mobil berdecit ketika Yeonjun mengerem tiba-tiba. Sekeluar Yeonjun dari mobil, ia segera berjalan masuk kedalam apartment menuju lift. Bukan unit kamar yang ia tuju, tapi terhenti di lantai dimana kolam renang berada. Penat pikiran, sebatang rokok saja seharusnya cukup untuk sedikit menjernihkan.
Kepulan asap tipis terbang disekitar Yeonjun mencampur aroma alkohol dengan bakaran tembakau disekujur tubuh Yeonjun. Angin malam menerbangkan helaian rambut Yeonjun perlahan, posisi lantai yang tidak terlalu tinggi dan terhalang beberapa gedung cukup menghalangi laju kencang angin.
Lampu kolam terbias di air, menampakkan warna biru cerah yang menyala-nyala dalam kegelapan. Yeonjun terduduk di bangku tepi kolam berjarak cukup jauh dari kolam renang. Ia memang diam, namun diamnya itu meredakan ego.
Seketika satu puntung rokok telah habis, Yeonjun tak ada niat menyambung puntung berikutnya jadi ia bangkit.
Ia harus pergi, meninggalkan ego dan kembali melangkah maju karena seperti itulah hidup ini.
***
Taehyung senang dengan pajama tidur berbahan silk yang lembut menyentuh kulit. Taehyung menyukai warna hijau namun tidak juga membenci warna lain, karena itu pilihan warna pajama Taehyung cukup bervariasi. Untuk brand yang menjadi kegemaran adalah Gucci namun banyak juga pakaian kerajinan lokal yang berkualitas.
Malam itu pajama Taehyung bermotif garis vertikal dengan tiga warna yaitu biru, hijau toska dan cream dengan dominan garis berwarna biru. Ada bandana berbentuk tanduk rusa berbahan busa yang Taehyung kenakan untuk menahan rambut ketika hendak melakukan rutinitas skincare malam hari.
Di luar jangkrik saling bersautan dari taman rumah yang cukup luas dan berbarengan dengan suara itu bel rumah Taehyung berdenting, Boemgyu yang bergerak membuka pintu untuk menyapa tamu tak terduga malam itu.
Beomgyu menatap bingung sosok yang berdiri dihadapannya, walau agak mengantuk namun Beomgyu masih dapat melihat jelas wajah sang tamu. Wajah tampan dengan garis wajah yang sendu. Sayangnya Beomgyu nampak tidak mengenali siapa sang tamu.
"Ada yang bisa dibantu?" Tanya Beomgyu. Wajah itu memiliki sudut mata yang memicing, sinar mata redup namun menatap Beomgyu intens. Beomgyu yang ditatap mengernyit takut.
"Ada Kim Taehyung?" jawab sang tamu dengan pertanyaan lain yang juga menjawab pertanyaan.
Beomgyu langsung pergi, memanggil Taehyung. "Pipi!" Taehyung saat itu sedang merapihkan kasur hendak berbaring, agak terkejut ketika Beomgyu memanggil dengan sangat keras.
Di hadapan Taehyung Beomgyu mencoba melukiskan tamu mereka, namun dari bahasa tubuh Beomgyu tidak ada yang dapat Taehyung tangkap.
Taehyung kemudian menemui sang tamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marry Your Dad | KOOKV
FanfictionAlpha!Jungkook yang meminta izin Beomgyu untuk menikahi ayahnya-Omega!Taehyung. Disatu sisi, Yeonjun-anak Jungkook-tidak merestui pernikahan ayahnya. Jadi, bagaimana nasib percintaan dua duda ini?
