Sebagai sosok yang friendly dan mudah bersosialisasi, tempat baru tentu bukanlah masalah bagi Aris. Baru beberapa Minggu masuk sekolah, Aris sudah dikenal oleh hampir seluruh penghuni sekolah. Pertemanannya tidak hanya sebatas teman-teman seangkatannya saja, bahkan dengan para senior pun dia sudah mulai akrab. Tidak hanya itu, dengan wajahnya yang terbilang ganteng dia juga populer di kalangan cewek-cewek. Apalagi sekarang dia bergabung sebagai anggota dari klub paling populer di sekolahnya, klub basket. Ini salah satu yang menjadi alasan Aris memutuskan untuk masuk ke SMA Garuda, karena tim basket di sekolah ini termasuk tim basket yang paling populer dan paling sering memenangkan kejuaraan di kota.
Lain Aris, lain juga Ares. Meski kembar tapi Aris dan Ares itu ibarat langit dan bumi. Berbeda dengan Aris yang dijuluki social butterfly, Ares punya kepribadian yang lebih tertutup dan acuh dengan sekitar. Itu sebabnya, meski sudah berminggu-minggu di sekolah Ares belum juga memiliki teman. Ares sih tidak begitu peduli soal itu. Meski begitu, sama seperti Aris, Ares pun tak kalah populer di sekolah karena wajah dan otaknya. Ya, kalau Aris lebih berbakat dalam olahraga, maka Ares juaranya di akademik.
Namun, rencana Aris yang awalnya untuk menjauhkan Ares dengan masuk sekolah yang berbeda, nampaknya tidak membuahkan hasil. Pasalnya, di rumah atau pun di luar sekolah Ares masih terus merecokinya. Kalau kalian tanya kenapa Ares sangat nempel dengan kembarannya, maka jawabannya karena Ares mengidap brother complex. Hal itu membuat Ares sangat nempel dengan saudaranya. Keluarganya juga tidak tahu pasti kenapa Ares sampai mengidap brother complex. Kemungkinan karena mereka kembar dan sudah terbiasa bersama. Tapi, Aris juga tidak bisa berbuat apa-apa tentang sikap Ares itu ujung-ujungnya dia juga yang salah.
Suatu hari, Aris pernah pulang malam untuk menghindari Ares yang waktu itu ditinggalkannya saat dia akan pergi bersama teman-temannya. Pikirkan saja, masa Aris harus bepergian sambil membawa Ares yang tentunya nggak akan nyambung dengan teman-temannya. Ares yang biasanya tidur cukup awal, siapa sangka malam itu belum tidur karena menunggunya. Pada akhirnya, Aris diomeli oleh sang mami karena pulang larut. Tentu saja itu ulah Ares yang mengadu keesokan harinya.
Sebagai hukuman, Aris harus menuruti kemauan Ares. Sebenarnya Ares cuma disuruh mengawasi Aris saja supaya tidak main-main ke luar selama seminggu. Tapi, karena Aris tipe yang tidak bisa berdiam saja di rumah, akhirnya dia membuat kesepakatan dengan Ares. Dia bisa keluar main dan Ares tidak akan mengadu, dengan syarat Ares boleh ikut.
“ Bro, sekali ini aja ya! Gue ada latihan basket sama teman-teman gue,” ucap Aris dengan nada memohon pada Ares.
Sementara itu, orang yang dibujuki malah bersikap acuh seolah tidak mendengar apa-apa.
“ Res! Ares!!!” teriak Aris di dekat telinga Ares yang tentunya membuat Ares langsung menjauhkan telinganya.
“ Nggak usah teriak,” ucapnya kesal.
“ Salah Lo nggak dengerin gue,” Aris memasang wajah kesalnya.
“ Lo mending belajar, kerjain PR daripada main,” ucap Ares pada akhirnya.
“ Gue nggak main kok, kan gue mau latihan. Boleh ya, bentar lagi tim gue mau ikut pertandingan. Ini pertandingan pertama gue di SMA, masa depan gue, emang Lo tega memupus mimpi gue,”
Ares menghela napas lelah, mungkin merasa capek meladeni Aris yang terus-terusan mengganggunya hanya agar bisa keluar rumah.
“ Oke, tapi ada syaratnya,” mata Aris berbinar mendengar ucapan Ares.
“ Apa?” tanyanya.
“ Gue harus ikut,” jawab Ares santai.
Tapi, raut wajah Aris langsung berubah. Ayolah, dia Cuma mau latihan basket masa harus bawa abangnya kemana-mana.
“ Tapi Res...,”
“ Kalau nggak mau juga nggak apa-apa, tapi gue laporin ke mami,” potong Ares.
Aris memutar bola matanya malas, kalau saja maminya mau percaya kalau Aris bilang Ares sudah menyalahgunakan amanah mami. Pasti sudah Aris adukan juga. Sayangnya, mami lebih percaya Ares daripada dirinya. Daripada tidak sama sekali mending disetujui saja.
“Nggak apalah sekali-sekali!” batin Aris.
“ Oke, Lo boleh ikut tapi jangan lakuin hal macam-macam ya,”
Bukan tanpa alasan Aris berkata seperti itu, soalnya Ares itu saudara yang cemburuan. Apa lagi, Aris sangat dekat dengan teman-temannya, pasti nanti Ares akan kesal.
“ Deal!” ucap Ares.
Akhirnya, Aris harus pergi latihan dengan membawa Ares.
To be Continue
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins, Brother Complex
Teen FictionAres dan Aris adalah sepasang anak kembar dengan kepribadian yang bertolak belakang. Bagi Ares, Aris adalah prioritasnya. Menurutnya saudara itu harus selalu bersama. Bagi Aris, Ares itu terlalu posesif. Dia hanya ingin lepas dari Ares yang selalu...
