[ Chapter 1 ]

10.2K 353 10
                                        

Info:
Ini adalah sekuel dari two beliefs one the soul jadi untuk yang belum baca silahkan baca dulu, agar paham alur ceritanya:))
________________________________

POV

Selimut masih tergulung di tubuh mereka berdua. Terpaan angin pagi dari balkon tidak membuat mereka terganggu dari aktivitas yang dilakukan. Off sudah bangun sedari tadi, bahkan sudah mandi dan rapi, tapi dia ditarik kembali oleh Off ke dalam pelukannya hingga Off berbuat aneh-aneh di pagi hari.

"Ahhhh, Off... jangan sekarang. Ini masih pagi, aku harus membangunkan Win," ucap Gun. Ia mendorong bahu Off agar menjauh darinya.

Tapi Off malah semakin kuat mendekap tubuh Gun. Ia mengisap puting dada Gun dengan kencang, menimbulkan suara hisapan berulang-ulang. Tangannya pun menyingkap semua pakaian Gun hingga ke atas, kini menyusuri tulang punggung milik Gun dan mengusapnya, lalu turun ke tulang ekor. Off mulai meremas kedua pipi bokong putih dan kenyal tersebut, membuat sang empunya mengerang di pagi hari.

Off tersenyum saat Gun mulai mengerang. Lidahnya membasahi puting Gun, memutarinya dan membuat tubuhnya bergetar karena geli. Ia kembali mengisapnya kuat-kuat, menggigit putingnya dengan gemas. Gun menyesal karena tadi ia mengizinkan Off menyentuhnya, jika pada akhirnya jadi lama seperti ini.

"Off, biarkan aku pergi. Dan segeralah mandi. Aku akan membangunkan anakmu, jika tidak dia akan melewatkan sarapannya, na," ucap Gun. Ia sedikit kesusahan bicara karena menahan erangan. Gun mengusap kepala Off dengan lembut agar dia mau melepaskannya.

"Pelayan bisa membangunkan kelinci bongsor itu. Dan kita bisa lanjutkan aktivitas panas ini," kata Off sambil melepaskan kulumannya dan tersenyum sangat manis.

"Kita bisa melakukannya nanti malam. Bahkan lebih panas dari yang ini. Apakah kau masih ingin melakukannya sekarang?" tanya Gun sambil mengusap wajah tampan suaminya yang keras kepala itu. Off sedikit berpikir.

"Baiklah, baiklah. Aku mengalah. Dan nanti malam sebagai gantinya, Baby."

"Ahhhh, nghhh... tentu," erang Gun saat Off meremas kedua dadanya dengan sengaja.

"Morning kiss, Baby," kata Off. Gun mendelik. Sudah mendapatkan lebih, masih ingin morning kiss pula.

Gun mendekat mengecup bibir Off, tapi Off malah melumatnya sebelum melepaskannya dengan gemas. Gun memukul bahu Off. Ia bingung, setiap pagi harus melakukan tawar-menawar terlebih dahulu sebelum membangunkan Off.

Ia menurunkan kaos miliknya dan bangun dari kasur, diikuti Off yang memeluknya dari belakang. Off mengikuti Gun berjalan ke kamar mandi untuk mengantarnya mandi. Jika tidak, dia akan kembali tidur. Sudah beberapa tahun berlalu, banyak perubahan yang dialami oleh mereka. Off selalu ingin dekat dengan Gun. Dan ya, Gun mengundurkan diri dari kepolisian, itu karena Off yang memaksanya. Ia tidak ingin jika Gun harus melawannya lagi saat dia sedang melakukan transaksi senjata ataupun semacamnya.

"Baiklah Off, sekarang kau mandi. Aku akan menyiapkan pakaianmu di atas kasur. Aku akan membangunkan Win, na," ucap Gun. Mereka berciuman singkat terlebih dahulu, baru Gun pergi menyiapkan pakaian Off dan membereskan kasur.

Kini dia harus membangunkan Win. Ia keluar dari kamar, melihat beberapa pelayan yang sudah mulai melakukan tugas-tugas mereka. Gun memasukkan kode pada pintu kamar Win lalu membukanya. Benar saja, anak itu masih tertidur lelap. Anak dan ayah sama saja, sulit dibangunkan.

"Win sayang, bangun. Ini sudah pagi," ucap Gun sambil membuka semua tirai, membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar.

Win sedikit terusik. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut karena terlalu silau. Gun menggeleng, lalu menarik selimut Win dan duduk di sisi kasur.

Son of a MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang