📍 Happy Reading📍
📍Maaf kalau ada typo📍
📍Ini hanya cerita fiktif📍
📍Vote sebelum baca📍
📍Enjoy this story📍
___________________________________Andin sudah tiba di Stanford Coffee tempat dimana ia janjian bertemu dengan seseorang.
"Andin" Andin menoleh
"Kak Rey"Andin menemui kakak tingkat nya pada saat di SMP itu.
Reyhan Athaya Bagaskara.
Seorang dokter muda tampan yang bertugas di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jakarta. Ia tinggal di sebuah apartemen yang jaraknya cukup jauh dari istana Pondok Pelita. Andin dan Reyhan atau yang kerap disapa Rey itu memanglah cukup dekat. Bahkan dari kedua pihak keluarga saling mengenal baik."Duduk Ndin"
"Mau pesan apa?" Tanya Rey."Ice choco latte" ujar Rey dan Andin secara bersamaan.
"Ice choco latte, minuman kesukaan kamu kan"
"Kakak masih inget aja""Eh enggak deh, teh buatan saya gak ada tandingannya kan?"
"Iya in aja deh"Rey memanggil pelayan dan memesan 2 ice choco latte untuknya dan untuk Andin. Tak butuh waktu lama, akhirnya pesanan mereka datang.
"Diminum Ndin"
"Ngomong ngomong ada perlu apa ya kak Rey ngajak aku ketemuan?" Tanya Andin memulai pembicaraan.
"Gini Ndin, aku mau bahas soal...." Rey ingin menjelaskan sesuatu, tetapi Andin memotong pembicaraan nya."Maaf kak, bukan maksud aku memotong pembicaraan kakak, tapi kalau kak Rey mau bahas tentang dia, aku belum sanggup sih. Tiap hari aku ke inget terus sama dia, dia terlalu baik. Entah siapa orang jahat itu yang mengambil nya dari kita"
"Ya udah kalau gitu aku permisi dulu ya kak"Andin beranjak dari kursinya dan akan pergi meninggalkan Rey tapi panggilan Rey membuat Andin menghentikan langkahnya.
"Andin"
"Satu hal yang perlu kamu tahu, apapun yang terjadi, kalau kamu perlu saya, saya akan ada untuk kamu. Dan satu lagi saya lupa kasih tahu ke kamu, kamu harus menyiapkan diri kamu untuk entah apa yang akan terjadi kedepan nya" Andin terdiam mencerna setiap kata Rey. Tak paham, tapi dia akan selaku mengingat kata katanya."Makasih" Rey tersenyum manis. Dia sudah menganggap Andin itu sebagai adiknya sendiri.
"Saya akan berusaha membantu kamu untuk keluar dari semua ini. Saya berjanji" Janji Rey pada dirinya sendiri dan pada Andin yang sudah pergi.
Andin sudah pulang, Rey pun ikut pulang ke Apartemen nya.
----------------------------------------
Sekarang Andin tengah berada di suatu tempat yang tak asing baginya apalagi semenjak dia tahu soal itu.
TPU Teratai Putih
Tak jauh dari TPU Teratai Indah. Setelah tadi ziarah ke makam Roy, adik iparnya dan pak Hartawan, papa mertua nya yang dimakamkan di TPU Teratai Indah, Andin kini menemui seseorang. Ups bukan seseorang lagi, tepatnya orang yang sudah dimakamkan mungkin sekitar 10 tahun. Sudah lama sekali bukan?Andin mencabut rumput rumput yang tumbuh menancap pada makam tersebut dan kemudian menaburkan bunga di sekitarnya.
"Hai kamu apa kabar" sapa Andin.
"Jawab dong" tanpa sadar Andin meneteskan air mata nya. Bagaimana tidak, orang yang sudah kurang lebih 10 tahun berada di bawah tanah itu adalah sepupu sekaligus sahabat terbaik nya yang selalu ada untuknya di masa susahnya dulu semasa sekolah.Seperti yang kita tahu, mama Sarah sangatlah memanjakan Elsa sehingga jika Elsa salah maka Andin lah yang kena imbasnya. Nah disitulah peran Gabriel sangat penting bagi Andin. Jika papa Surya sedang pergi ke luar kota, maka Andin akan pergi dari rumah dan pergi ke rumah Gabriel.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aladin story
Fanfic⚠️ WARNING⚠️ • Cerita ini hanya HALU saya semata • Ga usah basa basi, baca aja • Ga suka huru hara? Skip aja • Kamu baca? Jangan lupa Vote nya • Ga usah di anggap serius • GA BOLEH NYONTOH CERITA-!! • Cerita berdasarkan ide saya pribadi • Maaf kalau...