HI..guys!♥
Vote cerita ini yah:)
•Happy Reading•
Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang menatap Nya dari kejauhan.
Tampaknya pemuda itu sedari tadi berdiri dibalik pohon beringin sembari memandang Keadaan gadis yang tengah menangis.
Versi terbaik mengeluarkan perasaan sakit yaitu menangis, walau itu bukan cara yang layak untuk menyembuhkan luka, akan tetapi mampu membuat Neymi merasa lega dan melepaskan beban di batinnya.
"Ayah ... Ibu ... Neymi pamit ya, Neymi akan sering-sering kesini. " Gumam Neymi sembari tersenyum, senyuman yang tidak pernah ia perlihatkan bagi siapapun kecuali pada orang yang ia sayangi.
Begitu Neymi sedang beranjak dari Pemakaman terdengar nada ponselnya bergetar.
Drrtt...drtttt!!
Neymi menatap layar ponselnya dan ternyata itu panggilan dari Mindy iapun langsung mengangkat panggilannya.
Ketika Neymi menempelkan ponsel ditelinganya terdengar suara teriakan diseberang telefon.
"NEYY GUE DIDEPAN RUMAH LO NIH, CEPAT PULANG GUE DARI TADI NUNGGUIN LO ANDAI GUE TU ROTI KERING DAH LUMUTAN PASTI HUHH LO DIMANASIHH?" teriak Mindy mengomel membuat Neymi langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Gue di--" belum sempat Neymi menjawab, suara 'cempreng' diseberang sana kembali terdengar.
"WOII GUE TAU GUE CANTIK TAPI GUE RISIH DIGONGGONGIN SAMA MANTAN E-EH ANJINGLO MAKSUDNYA , HUH CEPETAN KESINI NEY NA--"
Tuttt.. Tutt!
Neymi setengah kesal langsung mematikan telefon nya sepihak dan iapun bergegas menuju kearah motornya.
Disaat Neymi sedang berjalan dia merasa sedari tadi ada yang mengikutinya dari belakang, tetapi dirinya pura-pura tidak tahu. Merasa tidak tenang Neymi pun sontak berbalik badan, dan ...
Bruuukkkkkk
Neymi menabrak dada bidang seseorang dan iapun terhuyung kebelakang hingga pantat ratanya mendarat ditanah.
"Auhh" Neymi meringis lalu mendongak menatap manik pemuda dihadapannya, kini tatapan mereka bertemu dan Neymi segera mengalihkan pandangannya asal. Namun beberapa detik ia kembali melirik kearah cowo itu yang ternyata sedang melihatnya.
Jangan mengira akan ada Adegan seperti sinetron yang saling senyum simpul tanpa berkedip bagai pandangan pertama, Itu tidak berlaku untuk Neymi, ia beda seakan ia tidak ada daya tarik untuk menyukai cowo. Bahkan sekalipun hal itu Tidak pernah terlintas dipikirannya.
"Siapa Lo!? Ngapain ngikutin gue?" Tanya Neymi kesal sembari berdiri mengusap-usap pantat ratanya.
"Nama gue Gilang, dan Gue gak ngikutin Lo! Cuman arah jalan kita sama jadi jangan terlalu percaya diri!" jawab pemuda itu sambil tersenyum miring, kini ia berhasil membangkitkan emosi seorang Mafia girl's yang hanya terkenal di negara luar tanpa diketahui wajah asli nya.
"Anjirr ... Lo tuh yah bukannya bilang maaf malah ngatain gue, bangke banget lo!" umpat Neymi penuh kekesalan rasanya ia ingin mencakar muka songong pemuda itu.
"Sepertinya lo salah tangkap. Bukannya lo yang tadi nabrak gue hm?" Tanya Gilang tak mau kalah sambil bersekap dada.
Dengan tampang judes Neymi menelisik lekuk wajah dan penampilan pemuda di hadapannya, dari mula menatap alis tebal itu, mata yang nampak sipit, juga bibir nan sedikit kemerahan sesuai dengan kadar ketampanannya, pemuda itu terlihat gagah mengenakan jaket kulit berwarna hitam berpadu dengan kaos putih dan celana jeans nya.
"Oh" Hanya itu yang Neymi ucap, kerutan didahi Gilang terlihat jelas, baru kali ini ada cewe yang bersikap cuek pada nya, iapun menatap heran gadis di hadapannya.
Kini Gilang maju mendekati Neymi sepertinya dia suka menatap wajah imut itu, iapun semakin mendekatkan dirinya, Neymi yang menyadari posisi Gilang yang sangat dekat dengan nya, tanpa sengaja Neymi mendorong dada Gilang dengan keras.
Tapi bukannya sesuai keinginan, Neymi malah ikut terjatuh. Gelang dipergelangan tangannya tersangkut di baju Gilang.
Alhasil Neymi menimpa tubuh pemuda itu, dan ...
Cup
Seketika bibir mungil Neymi menempel di bibir milik Gilang, keduanya nampak tidak bergeming beberapa detik mereka terdiam membuat jantung Neymi berdegup lebih kencang dari sebelumnya.
Neymi geram campur malu Ia kemudian berdiri penuh dengan kekesalan, 'shit! first kis gue' umpatnya dalam hati seraya menatap Gilang dengan tajam.
"Woi" Ucap gilang
"Apa?" sahut Neymi singkat
"Lo yang apa hah! Main dorong aja bibir gue udah ternodai gara-gara lo!" Gilang ngegas sembari berdiri.
"G-gue gak sengaja gak usah drama dasar cowo gak jeelas!" jawab Neymi sedikit terbata - bata.
"Yang penting gue ganteng yekan?" Gilang tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
"Dihh sok ganteng padahal kek sule" Entah kenapa Neymi menjadi banyak bicara.
Gilang yang mendengar celotehan Neymi sengaja mendekat satu langkah kearahnya. "Bibirlo lembut kapan-kapan kita ulangi lagi, oke." Bisik nya tepat ditelinga Neymi yang berhasil membuat Neymi gugup campur kesal.
"Setan lo" Sarkas Neymi. Dan iapun berjalan meninggalkan Gilang sendirian yang tengah menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
Bersambung...
Terimakasih sdah mau membaca cerita sederhanaku ini Dan jangan lupa vote:)
Huhu gajelas😐
See yuuuu💛
Next?
KAMU SEDANG MEMBACA
Married In Hate [On Going]
Teen Fiction[ Follow dulu sebelum baca ya kaka!! ] Bnyk typo dlm kpnlsn dn akn direvisi stlh tmt! ▪Neymi alicia. Mafia girls yang memiliki keterpurukan di benaknya, sehingga ia terkesan dingin lantaran menutupi lukanya. 'Give Encouragement To Neymi':) Mafia gir...
![Married In Hate [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/277381284-64-k268665.jpg)