•Debate Selalu

128 23 27
                                        

  -Cuma perlu menerima keadaan,    sesudahnya bakalan lebih mudah untuk terbiasa-

•Vote yaaaa♥

                          •Happy Reading

Mentari kini telah terbenam tergantikan dengan rembulan malam yang kelabu.

Gadis yang kini terduduk di kasur telihat tengah memainkan ponselnya lantaran gabut. Feelingnya seakan mengatakan bahwa Xile dan Mindy pasti mencarinya. Dengan itu iapun membuka menu chat di grup.

                    Korban janji manismu

Siapa lagi yang menamakan grup ini kalau bukan Xile kampret? Cowo yang super duper Play boy.

@Xile gans : Woi kalian!

@Mindy cutie : Gue lagi ambyar jangan diganggu!😭

@Xile gans : Dasar ukhtea kurban buaya🤣

@Mindy : Korban asu-_

@Xile gans : Contoh lah gue. Cogan anti ambyar😉

@Mindy : Gak nanya! Eh BTW Neymi kemana yah kok tadi dia nggak kesekolah?

@Xile cans : Jangan tanyakan padaku. Tanyakan saja padanya!

@Mindy : Huhuyy Neymi muncul lah!!

                                     @Neymimut : Brisik!

@Mindy : Akhirnya lo balas juga, lo tadi kemana?

@Xile gans : Biasalah dia lagi liburin dirinya sendiri!
                                          @Neymimut : Iya gitu:)
      
                                _____

Dengan terpaksa Neymi menutupi segalanya kepada mereka. Ia masih belum ingin menceritakan apa yang terjadi dengannya. Karena dirinya befikir akankah sikap sahabatnya masih tetap sama saat mengetahui siapa latar belakangnya? Itulah pasalnya ia masih tak ingin terbuka kepada siapapun.

Beberapa menit berlalu Gilang tampak telah selesai mengganti baju kemeja nya.

Ting ting

Terdengar nada dering dari ponselnya bergetar. Gilang pun mengusap layar ponselnya dan ternyata notice dari teman lama nya.

"Ney"

"Apaan?"

"Gue ada urusan diluar. Lo disini dan jangan kemana-mana!"

"Hm" Sahut Neymi singkat

Mendengar itu Gilang langsung keluar kamar entah kemana tempat yang ingin ia tujui.

****

Jam telah menujukkan pukul 7:00 malam dan gilang masih belum kembali. Tetapi ketika Neymi ingin keluar kamar, derap kaki terdengar jelas di ambang pintu membuat Neymi menoleh pada sumber suara. Kening Gilang tampak sedikit basah oleh keringatnya.

"Kucel banget"

Bohong! Terlalu enggan untuk mengakui ketampanan suaminya sendiri, biasalah gengsi mengalahkan suatu logika.

Penampilan Gilang kini tampak sangatlah gagah, mengenakan baju hitam nan berpadu dengan kulit putihnya, serta topi yang melekat sempurna di surai halus itu,

Mungkinkah setiap insan yang menatapnya akan secara refleks terpejerat kagum? Kalau Neymi sih B aja.

Mungkinkah setiap insan yang menatapnya akan secara refleks terpejerat kagum? Kalau Neymi sih B aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Married In Hate [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang