•Pernikahan

115 35 30
                                        

Hai. Di vote yah guys, biar aku seneng💛
    
                       Happy Reading•

Gadis yang kini menyendiri di balkon rumah terlihat tak menghiraukan angin malam berhembus menerpa wajahnya. Ia seakan gundah untuk keputusannya tadi siang. Mengedarkan pandangannya di samping yang terdapat hiasan bunga mawar nan indah namun berduri tajam menggambar dirinya sendiri.

Ia tertegun, kembali mencerna ucapan Uncle nya sore tadi, ia harus apa sekarang? Menolak pun juga tak ingin sebab rencana ini satu satunya cara yang mudah untuk membalaskan dendamnya.

"Neymi"

Suara pria berumur itu berhasil membuyarkan lamunannya. Neymipun menoleh menatap Uncle yang terlihat sedang memegang sebuah hand phone.

Menyadari arah pandang sang keponakan, ia pun menyodorkan handphone nya pada Neymi.

"Aku rasa kamu perlu melihat wajah pria itu"

Neymi mengangguk singkat dan spontan meraih hand phone itu seketika kerutan didahi nya tampak jelas saat melihat sebuah Foto dengan rincian dibawah nya tertera nama 'Gilang Krisma Wijaya'. Neymi pun sontak terkejut menatap foto yang tidak asing baginya.

'Shit! Gilang' batinnya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Gilang adalah pria muda dari Jeon Alvarez

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Shit! Gilang' batinnya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Gilang adalah pria muda dari Jeon Alvarez. Orang yang membuat separuh hidup nya hancur. Tak Lama Neymi tertegun iapun langsung menetralkan kan keterkejutan nya.

"Pemuda itu yang akan menjadi suami mu nanti, kita tidak perlu datang menemui Jeon karna Jarvanos telah berhasil menemukan nomor handphone-nya, tadi aku juga sudah menelfon si Jeon bertujuan untuk menolongnya dari kecemasan pada putranya yang tidak ingin bersosialisasi lagi dengan gadis, dan diapun langsung menyetujui, sesuai cara bicaranya yang terdengar senang sekali waktu kami telfonan, Uncle bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak tahu kita yang sebenarnya. So, tenang dan jalani" terang Uncle

"Aku bisa saja membunuh Jeon tanpa harus jadi istri dari anaknya. Uncle tahukan maksudku?!" Neymi masih berusaha menolak namun Uncle tetap bersikukuh pada pendiriannya.

"Tidak bisa. Ini sudah terlanjut jangan menjeda rencana yang sudah Kita susun!" Tegas Unclenya.

Neymi menghela pasrah. "Hm baiklah"

"Ya. Besok acara pernihakan kalian. Ingat kamu tidak boleh membunuh jeon sebelum waktunya. Dan kamu harus pandai mengendalikan diri, karna jeon bisa saja dia lebih licik dari perkiraan kita." tutur Uncle lebih tepatnya memperingati.

Neymi tersenyum miring. "Oke Tenang saja, jeon akan mati menyusul nerakanya!" Ucapnya penuh dendam yang terselubung.

Sementara ditempat lain Pemuda itu terlihat bingung dan berusaha mencari alasan yang logis. Lantaran Ingin menolak keinginan Orangtua nya. Dirinya masih belum siap menikahi anak gadis orang pada usianya yang sangat terbilang muda.

Married In Hate [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang