Beberapa hari kemudian...
Brama sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pertunangan antara Ari dan Aisyah. Rencananya setelah tunangan sekitar seminggu, akan dilangsungkan pernikahan.
Hari ini tepatnya hari pertunangan antara Ari dan Aisyah. Rasa gelisah terus menghantui perasaan Aisyah. Bagaimana tidak, ibunya tak akan datang di acara pertunangannya.
Hari ini Aisyah tampil sangat cantik. Brama sengaja menyewa seseorang untuk merias Aisyah.
Degup jantung serta perasaan gugup membuat Aisyah semakin menunduk. Apalagi disampingnya Ari dengan terang-terangan memperhatikan setaip detail gerak-geriknya. Sedangkan di depan sana Devano dan Iqbal memperhatikan Aisyah dengan tatapan kagum dan tak rela.
"Jangan gugup kita mau pertunangan bukan mau pertarungan!" bisik Ari tepat disebelah kanan telinga Aisyah.
Aisyah mendongak, membuat tatapan keduanya bertemu, hanya beberapa detik. Karena setelahnya keduanya dipersiapkan naik ke atas panggung untuk pertukaran cincin.
Baru saja Ari akan menyematkan cincin pertunangannya pada Aisyah, tiba-tiba suara wanita yang berteriak menghentikannya.
"Stop! Cukup kalian gak boleh tunangan!" teriaknya. Cewek seksi dengan make up tebal yang sudah luntur karena air mata berlari naik ke atas panggung dan dengan tanpa malu memeluk tubuh Ari.
Brama yang melihat itu menahan amarahnya, dia malu karena sekarang semua tamu undangan memperhatikannya sambil berbisik-bisik. Apalagi rata-rata kebanyakan tamu undangannya adalah kolega bisnis.
"Kamu siapa?" tanya Brama.
"Saya pacarnya Ari, om. Saya kesini mau minta pertanggung jawaban sama dia," ucapnya sambil terisak.
Ari dengan susah payah melepaskan pelukan cewek itu. Sementara Aisyah yang melihat itu beringsut mundur perlahan menyaksikan adegan selanjutnya.
"Maksud kamu apa?" Terlihat sangat emosi, Brama membentak cewek itu.
"Ari hamilin Geisha, om!"
Deg
Empat kata yang terucap dari bibir cewek itu mampu membuat Aisyah terdiam membeku ditempat.
"Enggak, pah! Dia bohong, orang ari gak pernah ngapa-ngapain dia!" teriak Ari.
Brama mengintruksi pada bodyguard serta penata acara untuk membubarkan terlebih dulu tamu undangan.
Setelah tamu undangan bubar, Brama menatap tajam Ari.
"Jelasin ke papa Ari! Kamu hari ini sama aja mempermalukan papa! Dan kenapa dia ngaku-ngaku seperti itu?!"
"Pa, aku gak pernah hamilin nih cewek! Kenal aja kagak, dia aja yang ngaku-ngaku!" elak Ari dengan nada tak terima.
"Bohong! Aku punya kok bukti fotonya," Geisha memberikan foto dirinya dan Ari yang sedang berciuman.
Brama menatap anaknya nyalang, "bikin malu saja kamu!"
Plak
Ari memegang pipi yang baru saja ditampar, "Pa jujur aku emang pernah pacaran sama dia tapi gak sampai hamil!"
"Kenapa sih kamu gak mau ngaku kalo aku lagi hamil anak kamu Ari?" Geisha menegang lengan Ari dan langsung ditepis oleh sang empu.
"Jadi cewek gak usah murahan deh! Gue gak pernah ya hamilin Lo! Gue emang pernah ciuman tapi gak pernah sampai tahap lain!"bentak Ari.
"Jahat kamu!" Geisha menangis dramatis.
"Sudahlah, kalo begini kita batalkan saja pertunangan kamu sama Aisyah. Dan Minggu depan Papa putuskan Aisyah akan menikah dengan Iqbal, tidak jadi dengan kamu!" Seusai mengatakan itu Brama pergi.
"Pa! Pa! Gak bisa gitu dong!" teriak Ari.
Brama tak mendengarkannta dia memilih membawa Aisyah dari tempat itu.
"Syah! Woy lu percaya kan gue gak hamilin dia?!"
"Pa, jangan bawa Aisyah gitu aja dong ini acaranya belum selesai!"
"Pa! Aisyah! Argh!"
Ari berteriak frustasi. "Dasar cewek gila!" desis Ari pada Geisha.
Geisha tersenyum miring, "makanya jangan main-main sama aku, bahkan aku bisa aja membuat kamu bertekuk lutut sama aku!"
"Dimimpi Lo!"
Ari bergegas pergi menyusul Brama dan Aisyah.
KAMU SEDANG MEMBACA
3 Big Baby
RomanceAisyah terpaksa bekerja di keluarga Brama, pria paruh baya yang ternyata teman lama ayahnya dulu. Bekerja menjadi babu ketiga cowok tampan nan manja membuat hari-harinya penuh drama. Apalagi saat ketiganya mulai tertarik pada Aisyah. Bingung dan bim...
