'Sadar akan kesendirian'
'Sadar akan kepedulian'
'Sadar akan kepercayaan'
'Sadar akan kepergian'
Membuat Wahyu Ardiansyah berusaha untuk tidak tenggelam terlalu dalam. Sendirinya saat ini, akan terbalaskan ketika dia menemukan jati dirinya sendiri dan menemukan seseorang yang mau melangkah bersamanya.
Hanya diri sendirilah yang bisa dan dapat menyembuhkan luka bahkan luka terdalam sekalipun. Karna yang tau diri kita adalah diri kita sendiri.
Seperti halnya Gita, bukan hanya satu tapi dua sekaligus kehilangan sosok malaikat yang biasanya selalu menjaga dan melindungi anak-anaknya. Bukan tak pernah merasakan kepedihan, tapi Gita percaya bahwa orang tuanya orang baik dan akan ditempatkan ditempat yang baik pula. Hanya do'a yang terucap dan rindu yang dirasa.
Meski kesempatan berjumpa terlah sirna, Gita percaya bahwa dia pasti akan bertemu kembali saat dia pergi menyusul sang malaikatnya.
♡
06.35
Rumah"Mah liat Hoodie Dimas gak?"
"Ada di lemari" Teriak dari dapur.
"Gak ada mah, udah Dimas cari"
"Apanya yang gak ada! Nanti kalau ketemu gimana?" Berjalan memasuki kamar Dimas.
"Udah Dimas cari betul betul tetep gak ada mah" Bergeser dari lemari.
"Makanya kalau punya baju itu disusun! Baju berantakan kayak kandang kebo gini tentu susah cari baju" sambil menjelajahi lemari Dimas mencari hoodie yang dimaksud.
"Ini apa? Makanya kalau nyari itu pakai mata. Gosong sarapan jadinya. Makanya kalau mau pakai baju itu siapkan dari malam, biar gak buru-buru paginya" Sambil melangkah ke dapur.
"Iya bunda cantik"
Pagi hari di tempat yang berbeda, Wahyu tengah bersiap di depan kaca memakai hoodie abu-abu yang di berikan Dimas tadi malam. Dengan raut yang fresh dan segar Wahyu turun dan langsung mengambil sandwich yang telah tersedia di meja makan dan meneguk segelas susu sambil memegang ponsel di tangan kirinya.
Clarisa
Udah pada berangkat belom?Dimas
Iya di jalanGita
Jalan mana?Dimas
BerisikClarisa
Yang udah mau berangkat bilang06.45
Anda
Aku berangkatDimas
OgheyyyClarisa
OkeGita
Siip"Ayah Gita berangkat, Bu Gita berangkat"
"Dimas juga"
"Hati-hati yaa" -Ibu
"Siap bun" -Dimas
Dimas dan Gita berangkat berboncengan menggunakan sepeda, semua teman di sekolahnya tau bahwa rumah Dimas dan Gita berdekatan jadi wajar jika pulang pergi mereka bersama. Clarisa dengan sepeda coklat dan Wahyu dengan sepeda hitam muncul bersamaan di gang yang menghubungkan jalan diantara ketiganya. Pergi ke sekolah bersama adalah rutinitas mereka sehari-hari. Kini Wahyu tak merasa kesepian lagi di paruh hidupnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seru Berujung Tanya
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Budayakan Vote Saat Membaca #1 "Mungkin dengan mengatasnamakan suka, belum berakhir di titik yang namanya cinta." Wahyu adalah masalalu Gita yang kini menjadi masa kininya. Apakah kisah mereka akan berlanjut sampai ke masa...