3 - DI TERIMA!✓

60.3K 8.7K 868
                                        

"Abi jadi keinget waktu kalian berlari di pasir pantai"

Ucapan sang Abi membuat keempat pria itu menatap Raka.

"Maksud Abi?"tanya Alzam.

"Iya, Abi keinget waktu zyzy sama Rapa lari-Larian ke tepi pantai. Padahal udah di bilang bunda ratu buat gak usah lari-lari. Tapi, tetep kekeh akhirnya mereka nurut apa kata bunda ratu. Terus, Abi ngelihat Rafa main ke hutan gitu. Abi ikutin, rupanya lagi buat gelang dari akar pohon"

Flashback

Kini Rafa memasuki hutan tidak lebat juga. Dan Rafa melihat akar tipis pastinya kuat. Rafa keluarin pisau dan memotong akar itu. Rafa buat gelang dua buah. Dia ambil pernak pernik yang ada huruf. Lalu Rafa memandang gelang itu.

Brukk

Rafa melihat kebelakang. Dia kaget dengan suara itu. Rafa simpan gelangnya di kantong sakunya dan melihat di balik semak semak itu. Saat Rafa melihat malah kosong.

"Dimana orang itu? Kok hilang?"

Lalu Rafa pergi begitu saja karna itu bukan urusan dia. Rafa keluar dari hutan itu tersebut. Dan melihat gadisnya tengah duduk di pasir dan membuat istana. Rafa berlari menuju gadisnya itu.

"ZYZY!!!"teriak Rafa. Ziya iya! Gadis itu adalah Ziya. Ziya langsung saja menatap kearah Rafa.

"Kenapa Rapa?"tanya Ziya. Rafa langsung mengeluarkan gelang yang di buatnya.

"Ini, aku buat gelang khusus kita berdua. Kelak Allah pasti bertemu kan kita kembali di Dubai ini"iya mereka bertemu di Dubai dan orang tua Rafa dan Ziya langsung akrab begitu saja.

Ziya menatap Rafa dan mengambil nya lalu Ziya mencium pipi kanan Rafa.

Cupp.

Rafa tersenyum manis. Mereka berdua tidak sadar bahwa sang Abi mefotokan mereka berdua. Raka tersenyum kecil melihat anaknya dan anak sahabat nya itu.
"Abi percaya bahwa dia adalah jodohmu"

Flashback

Rafa dan Ziya langsung menatap satu sama lain. Zahra yang melihat itu langsung menutup mata Ziya. Dan membuat Rafa sadar apa yang dia lakukan.

"Zina mata! Jadi bagaimana? Kamu terima apa nolak?"

Rafa menatap Abi nya dan ayah Ziya. Dan ucapan Rafa membuat sahabat nya dan sahabat Ziya terkejut.

"Rafa tidak menerima perjodohan ini"ucap Rafa.

"Kenapa?"tanya Raka dengan santai. Karna Rafa persis seperti dirinya.

"Karna Rafa ingin mengkitbah dia saja"ucapan Rafa membuat semua tercengang.

"GILAAAA DI KITBAH LOH NENG!"teriak Adyan membuat semua terkejut.

"Lu jangan teriak!"ucap Alzam.

"Woy lah! Rafa kita udah gak lajang lagi! GILAA gw juga mau! Tapi sama Saha?!"ucap Adyan sambil menutup wajahnya.

"Sama Momoi noh di SMA"ucap Abi dan Adyan langsung menatap kesal kearah Abi.

"Abi mah gitu, yang bagus kek yang kuat agamanya kan enak gitu"ucap Adyan.

"Malahan ya Adyan, harusnya kamu yg harus memperdalam kan ilmu agama kamu. Biar kelak! Kamu lah yang akan menjadi guru bagi istri dan anak mu"ucap Raka.

"Tuh dengerin"ucap Abi dan Alzam. Adyan hanya cemberut kesal. Padahal dirinya ingin bercanda malah di anggap serius oleh Raka.

Zahra mengabaikan ucapan Adyan.
"Jadi gimana nak ziya? Kamu terima?"tanya Zahra.

Ziya menghela nafas. "Bismilah, Ziya menerima kitbahan Rafa"ucap Ziya membuat Rafa tersenyum. Dia rindu dengan gadis tercintanya itu. Ketiga sahabatnya dan sahabat Ziya tercengang dengan senyum manis Rafa. Raka langsung menutup muka sang anak.

"Woy lah Nak! lihat tuh yang bukan mahram mu lihat wajah kamu! Muka kok ganteng banget, kasihan noh si Ziya"ucap Raka. Dan sahabat Ziya sadar apa yang dia tatap tadi bukan lah mahram nya.

"Astagfirullah"gumam sahabat Ziya. Ziya hanya menggeleng kepala saja.

"Gila!!! Itu bos kita?! Anj! K-kok bisa senyum?"tanya Adyan dan mendapatkan hadiah termewah ya itu jitakan dari tuan Alzam terhormat.

"Lu kata si Rafa tembok? Kagak bisa tersenyum"ucap Alzam.

"Iya"jawab polos Adyan membuat Abi menghela nafas dan mengacak wajahnya.

"Rugi gw temenan sama lu yan"ucap Abi.

"Astagfirullah!!! Bang Abi jahat!"drama Adyan.

Semuanya hanya menggeleng kepala saja dan Zahra tersenyum lalu memeluk tubuh calon menantu nya.

"Jadi kapan akadnya?"tanya Raja.

"Bismilah, Apa boleh Rapa yg tentuin?"tanya Rafa ke ziya. Ziya mengangguk dan tersenyum.

"Oke, Rafa mau tanggal 30 juni Adalah akad nikahnya dan Resepsi nya pas hari kelulusan aja"ucap Rafa.

"Tanggal kelulusan bukannya bulan Agustus?"tanya Adyan. Raka mengangguk.

"Iya, hari kelulusan kalian bulan Agustus tanggal 20"ucap Raka.

"Dari mana Abi tau?"tanya Abi.

"Abi tau, karna Abi pemilik sekolah itu"ucap Raka. Adyan menepuk jidatnya.

"Adyan lupa kalo Abi itu Sultan Dubai sama Arab"ucap Adyan.

"Ohhh jelas berangkat haji tiap hari, soalnya bingung mau di apakan tuh duit"ucap Raka.

"Behh, Abi kalo bingung mau buang uang kemana larinya kemekah. Sabilah pak haji, ajak kita ke Mekah. Adyan siap buat uang Abi habis"ucap Adyan.

"Hayuk atuh"ucap Raka.

Semuanya tertawa melihat keduanya yang begitu ribut.

"Ok yah berarti fiks! Tanggal 30 si Rafa nikah!"ucap ratu.

Semuanya mengangguk.
"Ya udh sekarang BUBAR! gak ada acara main-main"ucap Raka begitu tegas dan sahabat Ziya maupun Rafa langsung pamit. Jika tanduk Raka keluar maka habislah riwayat mu wahai manusia!!!

"Abi begitu menyeramkan"nyinyir Rafa dan di dengar oleh sang Abi.

"Yang penting sahabat mu tidak keluyuran. Soalnya Abi di chat sama Fachri bapak Abi untuk menyuruh ketiga anak itu pulang"ucap Raka.

"Iya pak haji"ucap Rafa. Dan Rafa melihat ke ziya yang tertidur di paha sang calon mertua.

"Jadi? Dia zyzy?"tanya Rafa. Raka mengangguk Begitupun raja.

"Iya, gadis yang kau bilang gadis kecil mu. Itu adalah Ziya kau bisa liat gelang akar mu yang masih berada di pergelangan tangan nya. Ayah pernah nyuruh dia buat buang itu gelang. Tapi Ziya malah bilang gini 'kan yang buat Rapa! Terus ini buatan dia! Gak baik di buang!' gitu, sayang banget ilang beberapa jam aja nangis"cerita dari raja. Membuat Rafa begitu kaget.

"Yang bener? Ilang aja nangis? Gimana gw bener-bener ilang? Nangis lebih keknya"batin Rafa.

"Banyak lelaki Pakistan ingin menjadikan dia istri mereka. Tapi Ziya malah menolak gara-gara dia masih sekolah. Tapi ada satu alasan juga, dia masih mencintai lelaki R nya"ucap Raja.

"Hhh, bukan gitu aja Banyak perempuan yang mengejar putra ku. Sampai-sampai ke sekolah pun sorban wajib bawa buat nutup wajahnya. Memang keturunan nabi Yusuf seperti itulah. Banyak yg mengejar tapi bukan mengejar cintanya Allah"ucap Raka

"Anak kita begitu tampan dan cantik"

"Sampai-sampai tidak ada yg mengejar cintanya Allah"

"Hhhh"

RAFAIZAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang