Kini Sahabat Adyan sudah tiba di rumah Adyan. Kini mereka tengah kumpul di kamar Adyan. Hari masih jam 8. Mereka juga sudah melaksanakan sholat isya bersama di kamar Adyan.
"Jadi? Lo terima perjodohan ini?"tanya Alzam yang sedang merokok.
Adyan mengangguk kepala dan menatap dirinya di pantulan cermin. "Iyah, semoga ini pertanda yang bagus"ucap Adyan.
"Aamiin"
"Enak yah, Adyan di jodohin begitupun Rafa. Lu gimana zam?"tanya Abi.
Alzam menatap Abi lalu menghisap rokok tersebut. "Kalo gw sih, menetapkan hati dulu"ucap Alzam.
"Lu kalo mau buang tuh serbuk rokok. Noh, di depan gw ada tempatnya. Awas lu buang di lantai gw, gw suruh lu jilat Ampe bersih"ucap Adyan. Alzam menatap sini kearah Adyan dan langsung mengambil mangkok rokok tersebut.
"Sudah, Kalo lu bi? Udh ketemu jodoh Lo?"tanya Rafa yang asik bermain Angel di hpnya.
"Belum sih, Gw masih pengen sendiri dulu. Udah lulus, gw kuliah di Dubai dan mau lihat perkembangan hotel gw disana"ucap Abi. Semua mengangguk dan kini pertanyaan Adyan membuat Rafa Bingung menjawab bagaimana.
"Kalo lu lulus fa, Lo tinggal di rumah Lo apa tinggal di pesantren? Secara lu kan Anak pemilik pesantren umi Zahra"tanya Adyan. Rafa kini memberhentikan permainannya sejenak dan menatap sahabatnya.
"Kalo itu, gw masih bingung. Secara gw anak satu-satunya. Belum lagi gw harus megang perusahaan bokap gw dan perusahaan gw di mana-mana"ucap Rafa. Semua menatap kearah Rafa. Sebenarnya, cuma Rafa anak tunggal disini.
Adyan? Dia memiliki Abang yang kini tinggal di Turki.
Abi? Dia memiliki sang kakak yang sekarang tengah kampus di Dubai.
Alzam? Dia memiliki dua adik kembar yang kini masih berumur 8thn.
Rafa? Memiliki sepupu dimana-mana.
"Kenapa gak Lo kasih ke dia satu perusahaan Lo yg bagian Eropa?"Tanya Abi.
Alzam mengangguk setuju. "Iyah, Lo kasih aja ke dia. Sekalian bangun keluarga disana"ucap Alzam. Rafa memikir itu dan membuat kepalanya pusing.
"Ahh sudahlah, entar aja mikirin itu. Intinya, pas anak gw udh lahir gw bakal pindah ke pesantren umi gw. Dan bakal gw diskusi bareng keluarga"ucap Rafa dan semua mengangguk paham.
"ADYAN KAMU UDAH BERES?!"teriak Yur.
"SUDAH BUN"teriak Adyan. Membuat sahabat Adyan menutup telinga.
"Gila, makin hari makin melengking aja suara Lo"ucap Alzam. Sedangkan yang di omongin hanya terkekeh.
"Hehe, dhlh yuk kebawah owh ya. Raf? Katanya istri Lo di rumah Iyah?"tanya Adyan.
"Iyah, Bini gw di rumah Iyah sekarang. Soalnya pas gw kesini, gw antar Ziya ke rumah Iyah"ucap Rafa. Semua mengangguk paham. Tiba-tiba handphone milik Rafa berbunyi.
"Assalamualaikum, kenapa?"
"....."
"Ke?"
"......"
"Ya udh, hati-hati. Kalo anak-anak lain lihat Lo, Lo jalan aja abaikan Ucapan mereka"
"......"
"Wallaikumsalam"
Semua menatap Rafa bingung. "Siapa raf?"tanya Alzam.
Rafa menatap Alzam sebentar dan memasuki handphone nya kedalam kantong celananya. "Biasalah"ucap Rafa.
Semua mengangguk dan kini mereka turun dari kamar Adyan. Disana Adyan di kejutkan, dirinya bertemu sang Abang disana yang tengah bermain hp.
"BANG AZAN!!"Dengan cepat Adyan memeluk tubuh Azan dan membuat Azan terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAFAIZAN
Random[SELURUH PART SUDAH DI HAPUS?!] Canda:'v Geng Motor yang selalu di kagumi oleh anak SMA ZUBAIR. Dan pastinya ketua dia bernama RAFAIZAN RAKHAN RASYAL! Lelaki yang blasteran Dubai, Arab, Dan pastinya Palestina. Bagaimana bisa? Nanti aja di ceritakan...
