56 - KEPERGIAN IYAH✓

13.3K 2.3K 481
                                        

Singapura, 9.00 Pagi
My song, Salahkah Kita

Adyan senang, jika dirinya sudah menemukan pendonor ginjal. Alhamdulillah nya operasi berjalan dengan lancar. Adyan masih setia menatap Iyah yang tertidur di ranjang.

"Sayang, bangun yuk pangeran kangen kamu loh"ucap Adyan. Siapa pangeran? Pangeran adalah putra tunggal dari keluarga Adyan.

Pangeran Bintang Atthallah

Adyan memandang wajah anaknya yang begitu tenang saat tertidur. Tidak ada keluarga yang datang menjenguk istrinya dan anaknya. Cuma, Dani dan Danu lah keluarga Iyah yang setia berada di Singapura.

"Iyah, kapan sembuhnya? Kamu gak kangen aku hmm? Adyan loh, yang sayang sama kamu! Cinta sama kamu! Percaya sama kamu! Dan kamu tau? Sahabat kamu gak percaya lagi sama kamu? Aku lagi cari cara biar kebongkar rahasia Althea. Tapi, aku harus nunggu kamu sadar sayang"ucap Adyan.

Berbeda di Indonesia. Dani sudah tiba di Jakarta dan akan menuju rumah dirinya. Dani benar-benar ingin tau apa yang terjadi disana. Apa masih banyak orang yang benci dengan Iyah? Atau tidak.

Tiba Dani di rumah milik orang tuanya. Saat di buka, Dani tetap melihat suasana rumah yang sama seperti dulu. Tidak ada tangisan ataupun tenang. Dani benar-benar tidak percaya, dirinya kira mamanya akan termenung dengan keadaan Iyah Ternyata tidak sama sekali.

"Assalamualaikum"

"Wallaikumsalam, ehh anak mama sini sayang makan yuk!"ajak Nabila. Dani mengangguk, dirinya memandang rumah ini. Dani menggeleng kepala, foto Iyah sudah lenyap di disini.

"Mama, foto Iyah kemana?"tanya Dani. Tiba-tiba raut wajah Nabila berubah saat mendengar nama Iyah.

"Beban keluarga gak cocok foto dengan kita"ucap Nabila tiba-tiba.

BRAK!!!!

"astagfirullah!! Dani! Kamu kenapa?"Tanya Burhan. Dani menatap tak percaya, dirinya kira mamanya dan papa nya akan menangis akan kepergian Iyah.

"Kalian gak mikirin anak kalian itu?"tanya Dani.

"Untuk apa mikirin beban itu Dani! Dia sudah bunuh kembaran kamu!"ucap Nabila.

"Jadi mama biarkan aja? Mama gak tanya dia dimana? Lagi ngapain? Udah makan apa belum?! APA CUCU KALIAN SELAMAT?!"ucap Dani dengan kemarahan. Dia tau, ini akan menimbulkan dosa tapi emosi Dani tidak bisa di kendalikan.

"Hehe, cucu mana? Cucu orang lain kali, udah bunuh orang main sama cowo lain"ucap Nabila.

"Apa kata mama?! MAIN SAMA COWO LAIN?! Dani tanya! Semenjak Iyah sendirian dan menikah! Apa pernah Iyah pergi sendirian di luar rumah?! Apa pernah Iyah pergi diam diam di rumah?! Apa pernah Iyah ngundang cowo di rumah?! Enggak ma! Enggak! Iyah, selalu main dengan Sahabat nya! Dan dengan enteng mama bilang Iyah main sama cowo lain? DANI MAH! Dani selalu pantau iyah gak ada sama sekali lihat Iyah pergi sama cowo lain! Dan kalo Dani tanya, misal Iyah kena penyakit gagal ginjal?! Mama percaya?"tanya Dani dengan nafas memburu. Emosi Dani sudah di puncak saat ibunya berani mengatakan anaknya sendiri bermain dengan laki-laki.

"Ya mama si bodo amat"

JEDARR!?!!

Sedangkan di sisi lain, Danu dirinya benar-benar tidak percaya dengan ucapan sang mama. "Ubah drama kita!"ucap Danu.

Sedangkan Adyan, dirinya masih setia menatap anaknya pangeran. Sangat manis dan lucu, bulu mata seperti ibunya dan pipinya mirip dengan dirinya. Tiba-tiba Adyan mendengar suara yang dia rindukan.

"A-Adyan"

Adyan langsung berbalik dan melihat siapa yang memanggil. Adyan terkejut, dirinya benar-benar bahagia saat mata indah dari Iyah terbuka.

RAFAIZAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang