0-009

1.7K 455 127
                                        

Mau menepati janji ku kepada kalian

Jangan lupa vote atau komen 😼💚

Happy Reading...

__________________________

Apa yang kalian fikirkan dengan orang yang bernama..

Mark.

Orang  yang tergeletak lemah sedari Renjun temui di jalan setapak dengan keadaan tak wajar adalah hyung nya sendiri.

Wajah lebab, pelipis yang mengeluarkan darah segar, dan keadaan yang tak sadar diri membuat hati Renjun benar-benar tercubit dan menyesakkan.

Ia merasa gagal menjaga keluarga nya.

Renjun tak tahu mengapa dan bagaimana bisa jika hyung nya yang selalu pendiam dan terkadang penurut akan bisa babak belur seperti ini.

Pasti ada masalah yang hyung nya alami.

'Kau kembali gagal menjaga mereka Renjun'  gumam Renjun sedari tadi menyalahkan dirinya.

Entahlah, melihat saudaranya terluka membuat Renjun benar-benar merasa kecewa, kecewa dengan dirinya sendiri.

Renjun benar-benar binggung, panik, cemas, khawatir. Kepala nya pusing seketika. Ia binggung untuk membawa Mark pulang.

Sedangkan Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam yang berartinya tiga puluh menit lagi sudah tepat tengah malam. 

Kendaraan sudah di pastikan tidak lewat,  begitu juga orang-orang yang telah kembali ke rumah nya sendiri untuk beristirahat.

Renjun menyeka darah yang mengalir di pelipis Mark dengan sapu tangan miliknya.

Ia menyebut nama Mark dalam doa nya, mengucapkan kata 'bertahan' untuk Mark dalam hati.

Toh bagaimana Renjun bisa bicara, ia saja hanya seorang pemuda yang mempunyai keterbatasan berbicara. Miris.

Jalan satu-satu nya dengan membopong tubuh Mark. Walau tak yakin akan cepat sampai.

Bagaimana pun Mark dan Renjun mempunyai perbedaan dari segi berat badan ataupun tinggi badan.

Dengan pasti ia mengangkat tubuh Mark, meletakkan tubuh mark ke punggung kecil nya dengan kedua lengan Mark di pundak sang adik.

Renjun tak yakin bisa menggendong nya namun ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyanggupinya.

Tangan kanan yang menahan kedua lengan Mark dan tangan kiri nya memegang sebuah batu besar untuk menopang tubuh mungilnya.

Setelah ia rasa telah siap dengan perlahan tubuh kecil ny berdiri, berjalan dengan gerakan pelan.

Baru beberapa langkah ia berjalan, Tubuh Renjun tak seimbang membuat dirinya tersungkur. Untung saja tubuh Mark tidak jatuh karena Renjun benar-benar melindungi nya.

Sepertinya perjuangan Renjun untuk sampai rumah akan panjang.

__🍁__ 

"Jaemin-ah"

"Hm? ada apa?" kata Jaemin tak memindahkan tatapan nya pada komik yang dibaca.

"Aku telah mengetahui obat yang Renjun hyung konsumsi. "

Atensi Jaemin pada komik nya seketika lenyap setelah mendengar perunturan dari pemuda berkulit tan. Haechan.

TREE OF HEAVEN-NCT DREAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang