Warmth

1.3K 184 5
                                        

Jan lupa votenya ya
Enjoy~



🌷🌷🌷

Jennie merasa enggan bersekolah hari ini. Selain karena hujan yang turun dengan deras, dia merasa malas harus melihat kedekatan Rose dan Suzy yang makin menjadi semenjak kejadian itu. Suzy berusaha untuk terus membantu Rose. Mendekatinya, bahkan rela bertukar posisi duduk untuk dekat dengan gadis tampan itu.

(Hei, hei! Andwae! Aku tidak boleh cemburu. Memangnya aku siapanya Rose?)

"Huff." Jennie membuang pandangannya pada jendela yang sudah diterpa rintikan hujan terlebih dahulu. Langit pagi menjadi gelap karena awan mendung menutupi sang surya. Suhu meningkat semakin dingin, membuat gadis bermata kucing itu enggan sekali beranjak dari kasurnya.

"Jennie. Sudah pagi, ayo bangun!"

Irene muncul dari daun pintu, bermaksud membangunkan si Jennie.

"Eh, sudah bangun? Kenapa gak langsung turun?"

"Aku gak niat masuk sekolah."

"Loh, waeyo?"

Irene mengangkat sebelah alisnya, ia mendekati Jennie dan duduk di kasurnya. Tumben, pikirnya, biasanya Jennie tidak akan mau absen kecuali saat dia sakit. Dengan lembut, Irene mengelus pucuk kepala Jennie dan tersenyum lembut.

"Kenapa kamu tidak mau sekolah?"

"Malas saja."

Jawaban Jennie benar-benar membuat Irene semakin heran.

"Pasti ada alasan, kan?"

"Tidak ada."

"Kalau begitu ke sekolah sana..."

Jennie mengerucutkan bibirnya, sebal. Ia pun mengangguk pasrah pada akhirnya. Lalu Ia melangkah menuju kamar mandi dan segera bersiap.

"Lihat tuh lihat, si Suzy dekat banget ya sekarang sama si Rose?"

Jennie mengikuti arah jemari lentik Nayeon, si ketua kelas. Seketika anak-anak yang berkumpul di meja Jennie ikut melihat Suzy yang duduk berhadapan dengan Rose. Walaupun Suzy terus berbicara pajang lebar, Rose terlihat hanya diam sambil menyantap bekalnya.

"Sudahlah. Mereka berdua kan memang aneh." Lisa berceloteh, menghina mereka.

Nayeon dan yang lainnya tertawa kecil, tapi tidak dengan Jennie. Ia terus memandang mereka berdua, rasa sesak menyeruak ke dadanya. Haruskah ia marah? Apakah dia berhak merasa cemburu seperti ini?

"Kamu kenapa?"

Lisa menepuk pundak Jennie. Melihat kejanggalan yang terlihat pada diri temannya itu. Jennie menoleh, seakan tahu kalau Lisa akan menanyakan kondisinya.

"Tidak apa-apa."

"Jinjja?"

"Jinjjayo.."

"Apa karena Rose dan Suzy?"

Jennie terdiam.

"Hah. Jadi benar..."

"Ani."

"Kamu tidak bisa membohongiku, Jennie! Kita berteman sejak dari kecil, aku tahu bagaimana dirimu."

Kini Jennie mendesah. Ia tidak akan pernah menang berdebat dengan Lisa. Dengan perlahan Jennie bangkit dari tempatnya. Ia jarang membolos. Tapi kali ini, ia harus membolos. Ia ingin menenangkan dirinya sendiri.

Jennie keluar kelas, melewati pintu belakang yang melewati tempat duduk Rose serta Suzy. Rose melihat raut wajah Jennie yang nampak malas dan sedikit .. sedih?

Saving You (Chaennie) [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang