09. Consequence

884 121 49
                                    

Hello there!! Aku update lagi nih, semoga kalian suka dan gak bosan ya!! Jangan lupa Vote dan Comment❤️❤️❤️ Keep safe and stay healthy everyone🤩

Pukul 12.00 siang di hari minggu itu Haruto terlihat mengendarai mobilnya keluar dari halaman rumah keluarga Junghwan. Sebenarnya jika ia ingin bisa saja ia menunggu si manis selesai mandi dan menanyakan keadaannya atau sekadar basa- basi.

Namun, Haruto saja yang merasa nyalinya menciut saat melihat sosok si manis tadi.
Ia tidak dapat menahan rasa malu jika melihat Junghwan, bila mengingat kejadian epik tadi malam.

Belum lagi aura Jaehyuk yang sangat mencekam dan seperti hendak ingin menghujani Haruto dengan beribu pertanyaan mengenai sifatnya yang berubah. Apanya yang berubah? Haruto baik gini hanya untuk si manisnya saja kok.

Selama perjalanan dari rumah Junghwan ke Apartmentnya, Haruto berpikir apa yang terjadi jika Junghwan mengingat kejadian tadi malam.
Apakah jadi canggung bagi keduanya? Kalau beneran canggung bakalan susah bukan untuk mendekati si manis?

Sampai fokusnya terpecah saat Handphonenya berdering menampilkan nama "Titisan dajjal"
Haruto menghela napas berat, benar-benar gak ada capeknya manusia yang satu ini ganggu dia.
Ditepikannya sejenak mobil guna mengangkat telepon itu. Karena jika tidak, dapat dipastikan yang ia dapatkan nantinya hanyalah cacian dan juga omelan yang tidak berujung.

"Halo, kenapa?" Tanya Haruto dengan malas.

"Lo dimana? Tadi malam kenapa hilang gitu aja?"

"Gue ngantar Junghwan duluan, udah mabuk banget tadi malam. Emangnya bang Jae gak ngabarin kalian?"

"Iya gue tau lo ngantar Junghwan, maksudnya kenapa gak permisi ke kita...gak sopan banget lo"

"Harus banget? Najis, lagian kalian juga gak ada kemarin waktu gue cari bang Jae? Lo bungkus anak siapa lagi hah?"

"Udah deh gue males basa-basi sama lo, jadi lo sekarang dimana?"

"Baru mau pulang keapart gue, kenapa?"

"Lo darimana emangnya?"

"Gak usah banyak tanya Kyu, gue lagi capek banget..emang kenapa deh..cepetan!"

"Ke rumah gue deh sekarang, ada teh anget dan gue gak nerima penolakan!"

"Gue udah sarapan, gak butuh teh anget lo.. gak jelas banget sih lo"

"BUKAN TEH ANGET LITERALLY TEH GOBLOK! UDAH CEPETAN GUE SAMA JIHOON TUNGGU SETENGAH JAM! KALO GAK DATENG LO NYESEL"

Tut-

Panggilan ditutup sepihak oleh Junkyu meninggalkan Haruto dengan perasaan bingung.
Seharusnya dia yang marah karena di ganggu, ini kenapa jadi dia yang kena semprot?

Haruto mikir kayaknya Junkyu jarang banget se-ngegas itu walaupun kesehariannya nge-gas anak orang terus, tapi kayaknya ini beneran penting deh. Segera Haruto putar balikan mobilnya ke arah rumah Junkyu, yang memang tidak searah dengan rumahnya dengan perasaan kesal.
Awas saja kalau ternyata gak ada yang penting, itu pantat Junkyu bisa dipastikan gede sebelah deh ditendang Haruto. Gak tau aja dia si ganteng yang satu ini lagi banyak pikiran.
.
.
.
.
.
Mobil Haruto sudah terparkir rapi di halaman rumah Junkyu, setelah itu ia langsung masuk saja tanpa permisi ke dalam rumah tersebut. Karena memang rumah Junkyu sudah biasa jadi tempat berkumpulnya mereka selain rumah Jaehyuk.

A Change Of Heart [HaruHwan] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang