3

15 6 3
                                        

Jam istirahat adalah waktu yang sangat dinantikan oleh semua murid. Terbukti dengan ramainya area kantin dengan semua murid yang mengelilingi setiap lapak para pedagang, tak terkecuali Ara,Vella dan Merry, mereka masih duduk santai enggan berdesak-desakan.

"Kalo gini terus kapan makannya, cacing diperut gue udah gelar konser nih" kata Vella sambil menepuk-nepuk perutnya itu.

"Lo laper tapi gak mau pesen, males amat sih hidup Lo" jawab Ara kembali bersedekap dada dan memperhatikan para pedagang di kantin.

"Lo juga sama, ngeliatin yang jualan doang pesen kaga, gak punya duit Lo?" Balas Vella ngegas.

"Dih biasa aja kali ngegas mulu, ngajak ribut Lo?" Ujar Ara sedikit emosi, mungkin karena lapar.

"Hus..hus..huss,yaudah sini gue aja yang pesen elah ribut Mulu "
Lerai Merry.

Ara dan Vella kembaran Tom and Jerry, Mereka akur namun terkadang tak akur.
__________

Saat mereka sedang menunggu Merry dan makanan yang dipesannya, datanglah seorang cowok ke meja dimana Ara dan Vella duduk.

"Hai Vell," sapa seorang cowok

"Hai Ken, sini duduk" perintah Vella kepada cowok bernama Ken itu sambil menepuk-nepuk kursi disebelahnya.

"Ohh ini pacar Lo Vell?" Tanya Ara memastikan. Vella sebenarnya pernah bercerita tentang Ken tapi Ara tak tahu orangnya yang mana.

"Iya ini pacar gue Ra," jawab Vella.

"Hai, gue Kenzi Austino pacar Vella, Vella sering ceritain tentang Lo ke gue,jadi gak usah canggung deh kalo sama gue Ra" ucap Ken.

"Oii..oii..awas panas awas panas"

"Kasih jalan kasih jalan "

Terlihat Fabo dan Merry dan seorang cwo yang Ara tidak kenal dengan heboh menghampiri meja Ara sembari membawa nampan berisi beberapa mangkuk bakso.

"Wow cewek cantik,gue Aksel Aldyno bukan albino, cwe nya siapa nih?" sapa cowok di sebelah Fabo sambil menjulurkan sebelah tangannya,tentunya kepada Ara dengan mengedipkan sebelah matanya,tampak takjub melihat Ara.

"Yee liat yang bening mulu, gue sambelin juga mata Lo" nyinyir Fabo sambil menyimpan nampan berisi beberapa mangkuk bakso tersebut.

"Nih sambelnya bro," ujar Merry sembari menyodorkan satu botol sambal kepada Fabo, mendukung sekali Merry ini.

"Haii, gue Ara temen sekelas Vella" jawab Ara kepada Aksel, dan untuk mengakhiri perdebatan unfaedah mereka.

"Ra, Ken sama Aksel itu temen-temennya si Zamaludin,kelas sebelah" jelas Merry. Ara hanya bisa ber-oh ria sekarang.

"Pantesan ya kelakuannya sebelas dua belas sama si Zamaludin," jujur Ara yang langsung mendapat tatapan dari mereka ber 3.

"Ya iyalah kita kan best friend forever " kata Fabo dan Aksel bersamaan namun tidak dengan Ken. Ken tidak se bar-bar mereka, Ken adalah salah satu cowok cool di sekolah, anggota tim basket, most wanted tentunya, beruntunglah Vella bisa dimiliki salah satu kost wanted sekolah.

"Bukan temen gue" ujar Ken dingin melihat kelakuan 2 temannya itu dan kembali fokus kepada Vella yang sedang menyuapinya.

"Yee daripada Lo,bucin mulu" kata Fabo sambil melemparkan satu buah baso kecil kepada Ken, tentunya Fabo mendapat tatapan tajam dari Ken dan Vella.

"I'm sorry buk singa,pak singa galak amat si Lo berdua" kata Fabo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gelak tawa pun terdengar dari sana.

"Tumben cuma ber-3, temen Lo satu lagi mana? Gak masuk kelas juga tadi" Tanya Vella

RAZIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang