15

11 3 0
                                        

Tring tring tring

Bel tanda pembelajaran telah selesai akhirnya berbunyi. Semua siswa berbondong-bondong keluar kelas memburu gerbang sekolah yang tampak menyambut para siswa untuk segera keluar dari area sekolah.

Kebanyakan dari mereka membawa kendaraan ke sekolah, sehingga saat ini area parkir sekolah nampak berdesakan dan sangat bising dengan suara kendaraan yang sudah mereka nyalakan dan beranjak pergi.

"Yuk balik Ra!" Ajak Vella, mereka sedari tadi memang belum keluar kelas karena malas berdesakan dan lebih memilih menunggu hingga parkiran agak sepi. Berbeda dengan Merry yang sudah pamit pulang sedari tadi semenjak ia kembali dari ruang musik.

"Lo gak balik bareng Ken?" Ara bertanya terlebih dulu, karena biasanya Vella selalu pulang dengan Ken dan meninggalkan dirinya.

"Enggak, dia ada latihan sampe sore" jawab Vella dan di jawab anggukan kepala oleh Ara. Pantas saja sedari tadi setelah Zio mengganti plester di pelipisnya, ia tak nampak kembali batang hidungnya.

"Akhirnyaaa, Lo nganterin gue pulang juga vell, harus sampe depan pintu loh ya!" ujar Ara bercanda sembari membenarkan jaket bomber yang sedang ia pakai.

"Gampang itu mah, Lo sendiri aja yang nyetir gue sih tinggal duduk manis haha, kemarin yang nganterin Lo pulang ojeg ya? jadi gak sampe depan pintu kasian banget maafin temanmu yang Bucin ini" ujar Vella dengan dibarengi sedikit tawa.

"Tau aja Lo, kemaren gue pulang pake ojeg" kata Ara berbohong.

"Hah, seriusan pake ojeg? Dapet ojeg dimana? Perasaan susah banget deh disini cari ojeg" ujar Vella tercengang dengan jawaban Ara, pasalnya ia tak pernah melihat Ara menaiki ojeg sebelumnya.

"Ojeg gratis" jawab Ara singkat.

Mereka sudah berada di parkiran dan menghampiri mobil merah milik Vella, lalu menaikinya dan tak lupa memasang safety belt nya masing-masing. Saat ini Ara yang menyetir mobil Vella menuju rumahnya.

"Bilang aja nebeng, pake bilang ojeg gratis segala," ucap Vella kembali membahas ojeg gratis yang di sebutkan Ara barusan. Ara hanya tertawa dan memilih fokus menyetir sekarang.

"Btw, Lo nebeng ke siapa? Senior karate Lo kemaren?" Mulai deh Vella kepo.

"Di ajak doang tapi gue gak nebeng ke dia"

"Terus?" Vella masih penasaran nampaknya.

"Zio" jawab Ara singkat tanpa menatap Vella yang sekarang tengah menatap Ara dengan tatapan sedikit terkejut.

"Si Zio nungguin Lo kemaren?"

"Mana gue tau, kemarin pas gue lagi duduk di halte dia tiba-tiba nongol samping gue kek hantu"

"Umm..Pantes ya dilihat lihat sekarang udah akrab banget keknya udah dianterin pulang juga ternyata, awas loh nanti suka auto gue restuin biar bisa double date" ujar Vella menggoda Ara.

"Apaan sih" ujar Ara menahan senyumnya, Ara memang selalu salting jika berada di dekat Zio tapi entahlah ia terbawa perasaan atau tidak. Tapi kayaknya baper deh hehe. Entahlah dengan Zio, Ara tak tahu apa yang ada di pikiran Zio sehingga ia sangat suka membuat Ara salah tingkah.

Siang itu pukul 14.00 wib cuaca sangat cerah sehingga terik matahari terasa sangat panas, jalanan menuju rumah Ara sedikit macet saat itu sehingga mereka memutuskan untuk mampir sebentar ke salah satu tempat yang menjual minuman  terkenal di dekat sana.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RAZIOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang