Bab 8. Perjodohan

11.3K 1.1K 35
                                        

"Rindu itu berat? Ck, sadar bos dosa Lo itu lebih berat!"

«Larisa Tansy»

~~~~~

Canara yang menatap penuh kekaguman pada Anggota Xaverius tentu saja itu di sadari oleh para anggota Xaverius

"Stev dia beneran adik Lo? Fabiola Canara Winaya kan?" Tanya salah satu anggota Xaverius memastikan pasalnya yang ia tahu adik tiri sahabatnya itu tidak menyukai sahabatnya bukan hanya dirinya satu Xaverius pun tau

"Iya kenapa? Mau bilang gue maklam?" Bukan Steve yang jawab melainkan Canara.

Rain Ivander cowok yang tadi bertanya itu hanya bisa menghela nafas. Padahal dirinya hanya bertanya saja tapi kenapa gadis itu menjawabnya dengan begitu ngegas nya apalagi memfitnahnya.

Demi Tuhan Rain masih sayang nyawa, Canara tidak tau saja Abang tirinya itu sangat tidak bisa memaafkan siapapun yang menjelek-jelekkan adiknya di depannya.

"Mana berani Rain ngehina Lo Can." Seru Arsen yang langsung di angguki semua anggota Xaverius

"Kenapa?" Tanya Canara polos

"Canara kan adik Abang." Jawab Steve sambil menepuk pelan kepala adiknya.

Canara hanya manggut-manggut dalam hati senyam-senyum kek orang gila, enaknya punya Abang.

Mereka kembali bermain ria bersama Canara, anggota Xaverius selalu saja dibuat bungkam dengan kelakukan aneh gadis itu. Mereka jadi bertanya-tanya inikah gadis angkuh dan sombong beberapa hari yang lalu?

Perubahan Canara sangatlah mengerikan, gadis yang tadinya selalu anggun dan elegan berubah menjadi gadis gesrek dan cerewet, gadis yang selalu memakai make up tebal berubah menjadi bocah menggemaskan, gadis yang selalu mengamuk itu berubah menjadi gadis yang periang, masih banyak lagi perubahan ajaib Canara intinya bukan lebih baik melainkan lebih tidak tau malu.

***

Di sebuah ruangan serba hitam dan abu-abu terdapat seorang pria remaja berusia 18 tahun sedang menatap datar dua orang paruh baya berbeda genre di depannya, kedua paruh baya itu terlihat tampan dan cantik walau sudah berumur. Tatapan pria itu mirip sekali dengan tatapan pria paruh baya didepannya.

"No." Satu kata yang baru saja di keluarkan oleh pria remaja itu mampu membuat wanita paruh bayang ada dihadapannya melotot.

Wanita itu berkacak pinggang "Pokoknya kamu harus terima perjodohan ini, dua Minggu lagi kalian akan tunangan." Seru wanita paruh baya itu.

Pria remaja itu menatap tajam wanita paruh baya bernama Mezzaluna Monica Baskaraja yang tidak lain adalah Mama nya sendiri sedangkan di samping Mama nya ada Papa nya Allbion Jaxson Baskaraja.

Kaisar memang sudah sadar setahun yang lalu anggota geng nya tidak ada yang tau sebab dunia tidak ada yang tau kalau dirinya sedang koma selain anggota Xaverius sehingga tidak ada berita tentang dirinya yang telah sadar dari koma.

Monica ciut wanita itu langsung saja merapatkan tubuhnya pada suaminya, tatapan anaknya itu sangatlah mengerikan melebihi tatapan suaminya waktu masih remaja. Jaxson yang menyadari ketakutan sang istri tercinta menatap tajam anak semata wayangnya itu

"Dengarkan apa yang di katakan Mama mu son." Dingin Jaxson, pria beranak satu itu sedikit kesal dengan putranya yang tidak ada lembut-lembutnya dengan Mama nya sendiri.

"No." Satu kata itu kembali keluar dari mulut seorang Kaisar De Lucaz Baskaraja.

Monica menatap jengkel putra kesayangannya itu, tidak bisakah putra itu berucap lebih dari 5 kata ah~ jangan dulu 5 kata 4 kata saja Monica langsung sujud syukur.

Hello Protagonis S1 (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang