ips 4

26 5 1
                                        

"aneh, seperti ada yang salah dengan alur ceritanya"

Di sinilah sekarang, Sazira duduk di bangku deret nomor tiga dari depan, dia belum mengenal siapapun di kelas ini, dan itu bukan masalah besar bagi Sazira untuk memulai percakapan dengan seseorang, karena dirinya cukup supel.

"hai, nama kamu siapa?" tanya nya kepada siswi cantik berambut panjang gelombang di depannya.

Cewek yang merasa terpanggil pun akhirnya menolehkan badannya ke belakang dan menjawab dengan senyum kikuk, "nama aku Yunera, kalau kamu?" tanya nya balik pada Sazira.

"aku Sazira, duduk sama siapa?" tanya Sazira yang terkesan kode agar dirinya bisa duduk di samping gadis itu.

"masih nggak tahu, hehehe" 

"ya sudah sama aku aja ya! aku juga gak ada teman nya nih." Sungguh Sazira ini benar-benar tidah tahu malu, baru saja kenal beberapa menit yang lalu, langsung meminta duduk sebangku, untung saja Yunera tidak menolaknya.

Semua teman sekelasnya memasuki ruangan, terdengar sedikit bising karena mereka sibuk mencari teman baru, Sazira memandangi buku tulis barunya sembari memainkan bulpoinnya, dia tidak berniat berbicara lagi dengan Yunera di sampingnya.

Seorang wanita paruh baya dengan bibir sedikit tebal yang terhias olesan lipstik berwarna merah gelap memasuki ruang kelas, "halo anak anak selamat pagi, perkenalkan nama saya Sumarsih, kalian bisa panggil saya ibu Seh"

"halo ibu Seh!" sapa siswa siswi seruangan.

Bu Sumarsih menjelaskan kepada mereka semua mulai dari jadwal pelajaran sampai pembentukan pengurus kelas. Bu Sumarsih juga menjelaskan bahwa dirinya yang akan mengajar mata pelajaran bahasa inggris di kelas ini.

Setelah bu Sumarsih keluar dari kelas, semua teman sekelas berhamburan keluar menuju kantin, awalnya Sazira semangat sekali menuju kesana, tapi setelah sampai "ya ampun, kalau tahu begini tadi bawa bekal aja dari rumah." Gumamnya sendiri, iya Sazira pergi sendiri ke kantin dan melihat lautan manusia yang kelaparan.

Saat Sazira berjalan keluar kantin, matanya menangkap cowok yang menjadi incarannya semenjak pendaftaran masuk ke sekolah ini, Sazira melihat cowok itu tidak sendiri, dia bersama teman-teman nya yang sedang makan di warung soto.

Senyum terbit di bibir Sazira, dengan melihatnya saja sudah senang meskipun dia sendiri masih belum tahu nama cowok tersebut dan dimana ruang kelasnya. Ah sudahlah bocah ini baru saja mengenal rasa suka, maklum.

Sazira memasuki ruang kelasnya kembali, hendak duduk di bangku nya, tapi dia urungkan niatnya karena melihat Yunera sedang mengobrol dengan seorang cewek berambut sebahu lurus yang duduk di bangku Sazira.

"eh Sazira!" panggil Yunera saat menyadari kalau Sazira hendak keluar kelas.

"oh hai! lanjutin aja,"

"sini Sa! aku kenalin sama Thera!" ajak Yunera membuat Sazira tidak enak untuk menolaknya, Sazira melangkah mengahampiri mereka berdua, mulai ikut mengobrol.

Sejak saat itu mereka bertiga mulai akrab dan sering pergi ke kantin bersama.

Sazira memicingkan matanya pada seorang cewek yang duduk di kursi sebelahnya yang agak jauh, dia mengingat siapa cewek berlesung itu, pantas saja ingat dia adalah teman lesnya waktu SD.

SaziraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang