salah

3 2 0
                                        


"Percaya itu gak mudah, jangan langsung dihancurin dong."


Sazira, ini hari terakhirnya duduk bersama cowok yang masih belum dia tahu namanya siapa, cowok yang kini masih sama, tidur di atas kertas ulangannya, hari ini mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa inggris, cowok itu tiba-tiba bangun kemudian dengan segera berbisik-bisik memanggil temannya agar diberikan contekan, kadang Sazira bingung, cowok ini tidak berpikir sama sekali atau bagaimana, ya meskipun dirinya sendiri tidak belajar, tetapi ya sedikit kan bisa, lah ini.

"Sini lihat." ucap Sazira geram, sedari tadi telinganya panas mendengar bisikan setan.

"Lo bisa? yaudah kerjain" ucap dengan seenaknya.

Sazira menggelengkan kepalanya, membaca soal-soal kelas 11 yang masih belum dipelajari di kelas 10, dengan sangat percaya diri dan sok tahu, Sazira melingkari lembar jawaban sembari berpikir.

"Cuma bisa itu, kalau salah ya maaf."

"Wah kenapa gak dari kemarin-kemarin"

"Dasar gak tahu diri." ucap Sazira kemudian mengumpulkan kertas ulangannya.

Angga yang mendengar itu tersenyum simpul, sebenarnya Sazira memperhatikan Angga, cowok itu cepat sekali dalam mengerjakan soal-soalnya, seperti saat ini, cowok itu memilih duduk di kelas dan tidak berbuat apa-apa, aneh sekali, kalau jadi Sazira, mungkin sudah ngacir ke kantin.

Sebuah pengumuman terdengar, membuat Sazira menghentikan aktivitas berkemasnya.

"Anak-anak, untuk kelas 10, 11 dan 12, khusus yang perempuan silahkan ke Aula sekarang, karena akan ada sosialisasi dan promosi dari sebuah brand, sekian dan terima kasih."

Sazira dengan penuh semangat berlari keluar meninggalkan tasnya menuju kelas teman-temannya untuk berangkat bersama, mereka menuju ke Aula yang sudah padat dengan para siswi-siswi.

"Produk apa ya kira-kira?" tanya Almeera.

"Gak tahu juga, semoga aja sabun muka, lumayan." harap Aini.

Sazira hanya celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong, dapat, di sebelah cewek cantik yang tentu saja Sazira mengetahui siapa dia.

Setelah duduk bersebelahan, Sazira hanya membatin, 'Pantas saja kak Dirga gak bisa move on dari dia, udah cantik, pinter lagi.'

"Dek?" panggilnya.

"Iya kak, ada apa?" tanya Sazira, mereka berbincang banyak.

Reya, kakak kelasnya itu cerita banyak tentang awal mulanya dengan seorang Dirga, dia adalah orang yang disayangi oleh Dirga dan berakhir putus karena omongan orang lain, Sazira makhlum saja kalau Dirga jadi punya pacar banyak, ternyata ini toh pawangnya.

Sazira pikir mereka sudah saling terbuka sampai Sazira berani bercerita juga pada Reya.

Reya, Dirga, dan Arta, mereka semua satu kelas.

"Hehehe, sebenarnya kak Arta juga pernah suka loh sama kak Reya." ucap Sazira sembari bercanda, membuat Reya yang tidak terlalu mengenalnya percaya.

SaziraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang