Kaluarga Besar Adiningrat

4.7K 748 84
                                        

Soal Wonwoo yang ngajak Lisa ketemu pihak keluarganya yang ada di Jakarta memang bukan sebuah candaan semata. Terbukti saat ini diruang tamu keluarga Mahendra didatangi oleh sang calon menantu.

Lisa belum turun, ia bahkan baru bangun tidur pukul 10.40 tadi. Gadis itu semalam habis lembur. Kerjaannya menumpuk banyak, jadi ia lebih memilih untuk segera menyelesaikan beberapa sebelum bertambah banyak lagi.

"Bang, coba panggil kakak dulu!" bunda memberi titah pada anak ketiganya. Lucas yang baru saja mengambil tempat untuk duduk langsung mendengus, mau membantah tapi takut jadi anak durhaka. Memilih menurut, Lucas akhirnya bangkit menuju kamar dimana kakaknya berada.

Sesampainya didepan pintu berwarna kuning dengan banyaknya tempelan bunga matahari, Lucas langsung mengetuk pelan. Mulutnya tak henti memanggil nama kakaknya, hingga akhirnya Lisa membuka pintu dengan raut sedikit kesal.

"Udah dibilang sebentar masih berisik!"geram gadis itu, ia kemudian mendorong Lucas untuk menyingkir dan memberi jalan buatnya.

"Dibawah ad-"

"Iya tau!"

Tanpa denger apa yang mau Lucas bilang, Lisa langsung melesat turun kebawah. Diruang tamu sudah ada bunda yang mengobrol sama pemuda yang tak lain adalah Wonwoo.

Bahkan salah satu adik bungsunya juga tampak nyaman dipangkuan pemuda itu.

Vibes ayah muda tampan dan kaya, begitu terlihat.

"Bun... Mas.." panggil Lisa pelan. Gadis itu segera mengambil tempat disamping sang bunda.

"Oh, ini Lisa nya udah dateng. Mau pergi sekarang atau nanti?"

Lisa langsung menatap Wonwoo, "sekarang aja bun, kebetulan nanti mau makan siang bersama," jawab wonwoo tenang.

Yoona mengangguk paham, setelah itu ia mengambil Jeno dari Wonwoo. Sedikit rewel karena tak ingin dipisahkan, namun akhirnya teralihkan oleh sesuatu yang dipegang oleh sang bunda.

"Yaudah bun, Wonwoo sama Lisa pergi dulu. Nanti pulangnya abis isya ya bun, sekalian mau ajak lisa keliling bentar."

.

.

.

Didalam mobil suasana tampak hening, Lisa meremat pelan jemarinya. Ia merasa gugup sekali, apalagi jika nanti ada keluarga wonwoo yang tak menyukai nya. Segala pikiran buruk mulai datang satu persatu.

Tenggelam dalam pikirannya sendiri, Lisa sampai tak menyadari jika mobil yang dikendarai Wonwoo sudah sampai disebuah mansion besar.

Ini adalah rumah utama keluarga mereka yang ada di Jakarta.

Dan Lisa tidak bisa untuk tidak kaget dan terpana melihat betapa mewah dan besarnya rumah tersebut.

Dan Lisa tidak bisa untuk tidak kaget dan terpana melihat betapa mewah dan besarnya rumah tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Pict. From Pinterest)

Jiwa-jiwa rakyat misqueeennya seketika menjerit. Sepintas terpikir jika Yuju, Rosè atau Jihyo ikut bersamanya, ia tak bisa membayangkan betapa sekampuangan apa kedua temannya itu. Kalau Mina mungkin akan ikut terkagum, namun gadis itu punya sikap selevel bangsawan. Alias sok tenang.

MudikTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang