Malica Raharja

741 38 2
                                    

"Kak, bangun! Shalat subuh jamaah dulu!" Teriak Mahalini dari luar kamar Malica yang membuat Malica mengerjapkan matanya yang terasa berat. Dengan langkah berat, Malica membuka gagang pintu kamarnya, melihat mamanya yang tengah berdiri sudah dengan mukena yang melekat ditubuhnya.

"Ayo, kak!" Titah Mahalini. Malica pun segera mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat subuh nya. Setelah selesai, ia pun segera menuju mushola rumahnya yang sudah terdapat papa dan adiknya.

"Mulai ya?" Ucap Nuca, yang dibalas anggukan oleh istri dan kedua anaknya.

Setelah selesai, mereka pun bergegas menuju kamar masing-masing guna bersiap untuk melaksanakan kewajiban mereka. Tak terkecuali Malica, kini ia tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dengan rambut panjang yang tengah ia sisir, dan sedikit polesan bedak untuk wajahnya. Kini, setelah selesai, ia melangkahkan kakinya ke ruang kamar menuju ruang makan.

"Halo, papa!" Sapa Malica pada Nuca, papanya yang tengah memainkan ponsel miliknya. Nuca yang menyadari kedatangan putrinya pun mencium rambut panjang putrinya.

"Anak papa makin cantik ya!" Puji Nuca yang membuat Malica tersenyum.

"Mami juga ga?" Ucap Mahalini secara tiba-tiba dari arah dapur, dengan tangan yang membawa beberapa piring nasi goreng yang baru saja ia masak.

"Mami juga dong!" Balas Nuca dengan mencium pipi kanan istrinya, yang dibalas kekehan oleh Malica.

"Adek belom selesai?" Tanya Nuca.

"Belom kayaknya, pa." Jawab Malica singkat.

"Tuh adek!" Mahalini berkata ketika melihat kedatangan putranya yang baru saja menuruni tangga.

"Kiss mami dulu dong, dek!" Pinta Mahalini kini dengan merentangkan tangannya ke arah putranya, yang juga dibalas oleh Rizky. Rizky pun mencium singkat pipi mamanya, lalu bergantian mencium pipi papanya.

"Mau naik apa, kak?" Nuca bertanya pada putrinya yang tengah memakan roti selai strawberry kesukaannya.

"Emang Pak Joko belom pulang?" Malica balik bertanya.

"Belom kayaknya, kemaren masih ngurus nikahan anaknya." Jelas Nuca.

"Ya udah, aku sama adek aja. Boleh, dek?" Malica bertanya pada adiknya yang tengah menyiapkan alat musik yang ia akan bawa.

"Boleh kak. Tapi, nanti aku bawa gitar, tolong pegangin gitarnya ya." Jelas Rizky menatap kakaknya.

"Mau ngapain emang, dek?" Nuca bertanya melihat Rizky.

"Ada manggung sekolah, pa." Mahalini menjawab mewakili sang anak.

"Wah iya? Acara apa?" Nuca bertanya antusias.

"Ada pensi gitu, pa."

"Papa boleh liat?" Tanya Nuca.

"Papa ga kerja?" Malica balik bertanya.

"Papa ga ada kerjaan hari ini, udah di urus Om Adrian." Jelas Nuca yang dibalas anggukan oleh kedua anaknya.

"Nanti ada opa dari Bali, loh!" Ucap Mahalini dengan antusias.

"Wah? Seneng banget!" Jawab Malica berteriak kesenangan.

"Iya!"

"Aku pengen juga dong mi, di panggil pake panggilan Bali kaya mami dulu!" Ucap Malica menatap Mahalini. Mahalini tersenyum.

"Gek Lic?"

"Hahaha! Gek Lic? Iya juga sih!" Balas Malica dengan tawa.

*****

MALICA (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang