Double up deh ya 😝😝😝
.
.
."Iiih! Malica cantik banget sih sekarang!" Tiara bergumam kagum melihat kecantikan Malica, Malica tersenyum malu mendengarnya.
"Bilang apa, kakak?" Mahalini mengingatkan sang putri yang berada di sebelahnya.
"Terima kasih, Tante Titi." Balas Malica dengan senyum.
"Sama-sama, Malica."
"Kyara juga tau ih! Udah ngerti pasang eyelash extension ya sekarang." Mahalini bergantian memuji anak dari Tiara yang tengah duduk tepat di samping Tiara, Tiara tertawa mendengar pujian Mahalini tersebut.
"Makasih, Tante Lini."
"Rizky ga ikut, Lin?" Tanya Tiara pada Mahalini, menanyai keberadaan putra bungsunya dengan Nuca.
"Ga bisa ikut Ti, dia lagi ada panggilan manggung juga di cafe gitu." Balas Mahalini menjawab pertanyaan dari Tiara tersebut.
"Oalah gitu toh, bagus ya Lini ya, anak nya lagi manggung, malah kamu nya disini ya!" Tiara dengan nada sedikit dibuat garang berpura-pura marah pada Mahalini, Mahalini pun tertawa dibuatnya.
"Iya juga ya mas, kasian ga sih mas adek nya sendiri?" Mahalini bertanya pada sang suami.
"Gapapa, kan ada Rangga yang nemenin tadi." Balas Nuca menjawab rasa kekhawatiran Mahalini.
"Rangga anaknya Axel sama Mbak Anisa, kan?" Tiara bertanya memastikan.
"Iya, kakaknya Dania." Balas Mahalini.
"Dia ganteng banget ga sih, Lin? Tinggi, putih, mukanya malah kok ga ada mirip-mirip nya sama Axel, ya?" Tiara dengan sedikit hati-hati bertanya, Mahalini tertawa mendengarnya.
"Sama sih Ti, aku juga mikirnya gitu, bakat aja sih yang Axel turunin ke Rangga, sama-sama bisa main drum." Balas Mahalini dengan menaruh sedikit lawakan, membuat yang lain tertawa.
"Ga boleh gitu loh Lin, kakak iparmu itu loh!"
"Kan kamu duluan, Ti!" Mahalini membalas dengan tak terima.
"Maaf ya anak-anak semua, kita emang dari dulu gini ga sih, Lin?" Tiara bertanya pada Mahalini, Mahalini mengangguk setuju.
"Mami,"
"Aku sama Kyara mau pergi jalan-jalan bentar ya mi, boleh ga?" Malica meminta izin pada sang mama.
"Boleh aja kok kalo mami, mas gimana?" Tanya Mahalini pada Nuca yang tengah duduk di samping Mahalini. Nuca sedikit memajukan tubuhnya ke samping agar melihat sang anak yang terhalang oleh badan sang istri.
"Mau kemana?" Tanya Nuca yang mulai mengeluarkan sikap protektif nya pada sang anak.
"Nemenin Kyara beli make-up, pa." Balas Malica.
"Udah lah Nuc, izinin aja, ga lama juga kan palingan?" Samuel berujar berusaha mengusir keraguan pada diri temannya.
"Ya udah, jangan lama ya."
Akhirnya, Nuca memberikan izin pada sang anak. Kyara, Gibran dan Malica berjalan bertiga secara berdampingan menuju tempat yang Kyara tuju untuk mencari make-up yang ia maksud.
"Udah lama juga kita ga ngobrol-ngobrol berempat gini!" Tiara membuka suara, membuat yang lain mengangguk setuju.
"Iya ya, terakhir banget kapan, ya?" Mahalini berpikir.
"2 bulanan lalu ga sih? Sama-sama sibuk kita juga, kan?"
"Iya, apalagi pas jaman-jaman nya Malica di Idol, kamu juga jarang ngumpul bareng kita loh Lin, Nuc!" Tiara berucap dengan sedikit kesal.

KAMU SEDANG MEMBACA
MALICA (On Going)
Teen FictionDia, Malica. Seperti namanya, yang berarti 'ratu'. Dengan kehidupan sempurna yang dimilikinya, membuat ia bisa dengan mudah menggapai apa yang ia inginkan. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan Mahesa, laki-laki dingin berhati batu, yang membuat ia...