"Assalamualaikum!" Ucap Rizky dari balik pintu yang mengejutkan Mahalini juga Malica yang tengah berada di ruang keluarga sedang berbincang santai.
"Walaaikumsalam! Kak, bukain adek!" Titah Mahalini menyuruh Malica untuk membukakan pintu untuk adiknya. Malica pun menurut. Ia segera melangkahkan kakinya menuju pintu depan, berniat membukakan pintu untuk adiknya.
"Baru pulang, dek?" Tanya Malica pada Rizky yang dibalas anggukan singkat. Rizky pun mengambil tangan sang kakak, menyalaminya sebentar.
"Sama siapa?" Tanya Malica menyadari keberadaan seorang laki-laki sepantaran adiknya yang berdiri tepat di belakang Rizky.
"Temen."
"Ooo, yaudah masuk!" Titah Malica. Rizky dan satu orang temannya itu pun memasuki rumah megah milik Mahalini dan Nuca.
"Eh? Adek? Sama siapa?" Tanya Mahalini melihat sang anak dengan teman sebayanya.
"Temen, mi." Balas Rizky singkat, menghampiri mamanya lalu menyalaminya, diikuti oleh temannya dari belakang.
"Hai Tante!" Sapa teman dari Rizky tersenyum ramah.
"Mama baru liat temenmu, dek. Temen sekolah apa gimana?" Mahalini bertanya menelisik.
"Ngga, mi. Temen manggung cafe." Balas Rizky menjelaskan.
"Oh gitu, yaudah. Yuk, makan! Namanya siapa?"
"Mahesa, Tante." Balas Mahesa dengan sedikit membungkukkan badan.
"Ooh, Mahesa! Yuk makan yuk! Tadi Bi Inah udah masak!" Ajak Mahalini yang diikuti oleh ketiga lainnya. Mereka pun kini tengah berada di meja makan.
"Mahesa sekolah dimana?" Tanya Mahalini menatap Mahesa yang tengah fokus makan.
"Di SMAN 3, Tante." Balas Mahesa singkat.
"Sama-sama suka musik kaya Rizky?" Kini giliran Malica bertanya menatap Mahesa. Mahesa tak menjawab, hanya mengangguk mengiyakan.
"Mi, boleh ga kalo Mahesa nginep disini?" Rizky bertanya yang dibalas raut wajah heran oleh Mahalini.
"Boleh kok, dek. Tapi, emang Mahesa ga dicariin mamanya?" Tanya Mahalini sedikit berhati-hati.
"Mama udah ga ada, tante."
"Eh? Maaf ya, Mahesa." Mahalini berkata sungkan.
"Gapapa, Tante."
"Boleh kok! Nanti tidurnya di kamar adek apa di kamar tamu?" Tanya Mahalini.
"Kamar aku, mi." Balas Rizky yang dibalas anggukan oleh Mahalini.
*****
"Papa udah pulang?" Malica sedikit terkejut menyadari kehadiran sang papa yang tengah berada di belakangnya tengah menyaksikan dirinya yang tengah bernyanyi sembari memainkan piano.
"Udah, sayang." Balas Nuca mencium rambut sang anak.
"Sayang papa!" Malica memeluk perut papanya erat.
"Eh? Udah pulang mas?" Mahalini menatap sang suami yang tengah berpelukan dengan anaknya.
"Udah, sayang."
Mahalini menghampiri Nuca, memeluk erat perut suaminya, dan Nuca ikut membalas pelukan tersebut. Memang, walaupun pernikahan mereka sudah masuk usia belasan tahun, tapi kebiasaan yang mereka tanam dari dulu, tak mereka hilangkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
MALICA (On Going)
Fiksi RemajaDia, Malica. Seperti namanya, yang berarti 'ratu'. Dengan kehidupan sempurna yang dimilikinya, membuat ia bisa dengan mudah menggapai apa yang ia inginkan. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan Mahesa, laki-laki dingin berhati batu, yang membuat ia...