Hai guys, ada yang nyariin aku ga? Gamau ga suka gelay🙃🤭
"Nanti kalian ga usah bilang-bilang sama Mahes nya ya, diem-diem aja." Titah Ka Uli, di tengah-tengah kontestan yang lain. Kontestan yang mendengar itu pun mengangguk paham, tak terkecuali Malica.
"Nanti Malica yang dateng ngasih kue nya, ya?" Ka Uli bertanya menatap Malica, yang dibalas deheman oleh kontestan lain.
"S-saya kak?" Tanya Malica dengan terbata.
"Iya, kenapa Lic? Toh Mahes juga udah deket sama kamu, kan?" Melati kini menanggapi pertanyaan Malica, Malica pun pada akhirnya mengangguk.
"Cie, Lica!" Goda teman-temannya yang lain, menyenggol lengan Malica. Malica hanya tersenyum malu mendengarnya.
Setelah kurang lebih 1 jam melakukan persiapan untuk memberi kejutan untuk Mahesa, kini kelima kontestan itu pun sedang menunggu di luar kamar Mahesa yang tertutup.
"Nanti aku bilang pura-pura nya ada latihan vokal malem ya!" Ka Ari berucap yang dibalas anggukan oleh kelima kontestan.
"Nanti kalian langsung nyanyi aja gitu, ya!"
"Beres kak."
"Siap, kak."
Balas yang lain dengan suara pelan, takut terdengar oleh Mahesa.
Ka Ari pun dengan perlahan membuka gagang pintu kamar Mahesa, dan mulai membangunkan Mahesa demi memperlancar rencana yang telah mereka susun.
Ka Ari keluar dengan raut yang memberi kode, dengan Mahesa yang masih menutup matanya karena baru terbangun.
"Happy birthday, Mahesa!"
"Happy birthday, Mahes! Happy birthday, Mahes! Happy birthday, happy birthday, happy birthday, Mahes!"
Mahesa membelalakkan matanya tak percaya melihat apa yang ia lihat sekarang. Bahkan, ia pun melupakan hari kelahirannya sekarang.
"Happy birthday, Mahesa!"
"Makasih." Balas Mahesa menatap teman-temannya dengan senyuman.
"Happy bday, bro!" Chris menepuk pelan punggung Mahesa dengan memeluknya singkat, Mahesa membalasnya.
"Mahessss!! Happy bday ya!" Olivia memberi ucapan selamat ulang tahun juga kepada Mahesa.
"Mahes,"
Mahesa mendongak ke arah sumber suara, menatap Malica berdiri dengan membawa kue ulang tahun di tangannya, menatap Mahesa dengan senyum.
"Hem, minggir!"
"Yok pulang yok!"
"Duluan ya Lic, Sa! Lanjutin deh bucinnye!"
"Eh? Mau kemana ih kalian?" Mahesa menatap teman-temannya yang mulai meninggalkannya berdua dengan Mahesa dengan bingung.
"Hm, selamat ulang tahun ya, Mahes." Malica menghampiri Mahesa, memberi ucapan selamat dengan senyum kikuk.
"Di sana aja, kak." Mahesa mengajak Malica untuk duduk di kursi yang tak jauh dari kamar Mahesa.
"Ini, tiup lilinnya."
Mahesa menurut, ia satukan tangannya, ia kepalkan, dan mulai memejamkan matanya, mengucapkan harapannya dalam doa tersebut. Malica memperhatikannya dengan hati yang tak karuan. Setelah itu, ia pun meniup lilin.
"Makasih, kak." Balas Mahesa dengan senyum, Malica mengangguk.
"Mau makan kue nya?" Tanya Malica. Malica tak menunggu jawaban Mahesa, ia pun memotong kue tersebut lalu memberikannya pada Mahesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALICA (On Going)
Fiksi RemajaDia, Malica. Seperti namanya, yang berarti 'ratu'. Dengan kehidupan sempurna yang dimilikinya, membuat ia bisa dengan mudah menggapai apa yang ia inginkan. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan Mahesa, laki-laki dingin berhati batu, yang membuat ia...
