"Dah beres kak?" Tanya Mahalini menatap putrinya yang sudah menutup koper pink miliknya.
"Udah semua, mi." Balas Malica.
"Baik-baik disana! Inget, ga ada mami, ga ada papa, ga ada mbak juga!" Mahalini menasihati Malica yang dibalas tawa oleh Nuca yang tengah berada di belakangnya.
"Siap, mami!" Balas Malica dengan bergaya hormat.
"Aaaa! Ga mau kakak pergi!" Mahalini menyeka air matanya yang menetes, lalu menghampiri Malica yang tengah duduk di pinggir kasur.
"Kakak! Pasti nanti kakak bakal cinlok! Percaya sama mami!" Tambah Mahalini, sembari memeluk erat putrinya, dengan suara terisak. Nuca menghampiri keduanya.
"Ga ga ga boleh cinlok-cinlok an!" Nuca berkata menghampiri keduanya, membuat Mahalini melepas pelukannya dari Malica.
"Nyadar diri si pah! Kita juga ketemu gara gara cinlok!" Balas Mahalini mendelik menatap sang suami, Malica hanya tertawa kecil.
"Beda mami, kakak jangan ya kak." Nuca berkata dengan sedikit tegas.
"Iya, pah." Balas Malica mengangguk.
"Ya udah, udah beres semua kan? Langsung berangkat aja!"
"Yuk!"
****
"Bagi peserta Idol diharapkan dapat berkumpul di aula hotel, karena akan ada pembagian kamar!" Titah seorang crew yang bertugas dengan menggunakan pengeras suara. Malica yang baru saja sampai di hotel pun langsung menuju ke aula.
"Sampe sini aja, mi." Ucap Malica, mengambil koper miliknya di tangan papanya.
"Hati-hati ya sayang!" Mahalini memeluk sang putri erat, seakan tak rela melepas putrinya.
"Iya, mi."
"Papa, doain ya pah." Malica bergantian memeluk papanya erat.
"Pasti kak! Shalat nya jangan ditunggal." Ucap Nuca menasihati putrinya yang berada dalam dekapan.
"Hati-hati, kak." Rizky memeluk sang kakak singkat. Malica hanya mengangguk.
"Bye kak!" Mahalini melambaikan tangannya ke arah putrinya, menatap kepergian sang putri, begitu juga dengan Nuca dan Rizky.
Setelah berada di ruang aula, kini para kontestan yang terpilih pun langsung duduk di lantai guna mendengarkan instruksi lebih lanjut.
"Ok! Baik semua! Pertama-tama, kenalin dulu, nama kakak Melati, dan akan membimbing kalian selama kalian disini. Harap kerja samanya ya." Ucap Melati, tersenyum ramah.
"Iya, kak." Balas para kontestan serempak.
"Ok! Biar kalian saling kenal, kita kenalan dulu yaa dari ujung kanan!" Melati berucap menujuk seseorang di ujung kanan. Lalu, para kontestan pun mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing. Malica celingukan mencari seseorang yang tak lain adalah Mahesa, yang ternyata duduk di pojok ruangan. Mata mereka sempat bertemu untuk sepersekian detik, namun dengan cepat Malica memalingkan wajahnya.
"Yuk! Sekarang giliran kamu!" Titah Melati, menujuk Malica yang tengah melamun. Malica dengan cepat mendongak, memperkenalkan dirinya.
"Hi semua! Perkenalkan saya Malica, dari Jakarta, salam kenal." Malica berucap dengan senyum, melihat sekelilingnya.
"Hai Malica!" Balas kontestan serempak. Malica tersenyum ramah.
"For your information ya guys, dia anak dari penyanyi terkenal juga!" Melati menambahkan, yang membuat kontestan lain memperhatikan Malica.
"Tebak siapa?" Mahalini bertanya pada seisi ruangan.
"Aku tau, kak!"
"Mahalini-Nuca, bukan?" Jawab seseorang dengan raut bertanya, menatap Malica.
"Bener!"
"Ya kan, Malica?" Tanya Melati, menatap Malica. Malica tersenyum lalu mengangguk.
"Keren ih!"
"Ih lucu!"
"Pasti suara kamu bagus, Malica!"
Sahutan-sahutan dari para kontestan pun membuat Malica menunduk malu.
"Udah-udah! Lanjut, yuk!" Melati memerintahkan seseorang di sebelah Malica untuk bergantian mengenalkan dirinya. Setelah sesi perkenalan, kini Melati akan membagi kamar untuk para kontestan.
"Ok! Yang cewek denger ya! Ini kamar kalian! Ruang 202 untuk Syifa, Priscilla, Malica dan Dannie!" Setelah itu, dilanjutkan dengan pembagian kamar untuk kontestan yang lain.
"Boleh langsung ke kamar ya! Kalian istirahat dulu aja!" Titah Melati, yang membuat kontestan meninggalkan aula, menuju kamar mereka yang telah dibagi.
****
"Hai!" Syifa berucap memecah keheningan di kamar tersebut, membuat ketiga lainnya menoleh.
"Hai." Balas yang lain ramah.
"Udah selesai packing nya?" Tanya Syifa, dengan duduk di sebuah kursi, menatap yang lain.
"Udah."
"Udah."
"Sini yuk cerita-cerita!" Syifa beranjak dari kursinya, dan duduk di lantai, yang diikuti oleh yang lain.
"Kenalan dulu ga sih kita?" Syifa berucap dengan nada canggung.
"Boleh."
"Ok! Dari aku dulu ya! Aku Syifa, dari Bandung!" Syifa terlebih dahulu memperkenalkan dirinya.
"Aku Priscilla biasa dipanggil Cila, dari Medan." Gadis berkacamata itu pun bergantian memperkenalkan dirinya.
"Aku Dannie, dari Manado, salam kenal ya." Dannie, si gadis berambut pirang itu pun tersenyum ramah. Dan, terakhir, Malica.
"Aku Malica, dari Jakarta." Malica tersenyum menatap yang lain.
"Aku tuh udah sering denger cover mu loh, Lic!" Syifa berkata dengan menatap Malica.
"Wah, iya?" Balas Malica bertanya.
"Iya!"
"Aku juga!" Kini, Cila ikut menimpali.
"Ih dah pemes ya kamu!" Goda Cila pada Malica.
"Aamiin." Balas Malica mengaminkan perkataan Cila.
Tipis-tipis dulu ae gais! 😁
Happy weekend! Btw nanti aku ada kejutan! Tungguin😘😘
Tetep doain Nuca-Lini yaa biar bisa bareng lagiii!
Vote comment share! 🌹🌹🌹🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
MALICA (On Going)
Fiksi RemajaDia, Malica. Seperti namanya, yang berarti 'ratu'. Dengan kehidupan sempurna yang dimilikinya, membuat ia bisa dengan mudah menggapai apa yang ia inginkan. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan Mahesa, laki-laki dingin berhati batu, yang membuat ia...
