4. Curhat

828 173 75
                                        

Bugh



Rose menutup pintu mobil nya, sepulang dari convenience store, ia kembali ke kantor bersama Rio untuk mengambil mobil nya yang sudah lebih dari dua puluh empat jam ia titipkan di parkiran kantor, ia lalu mengemudikan mobil nya menuju ke rumah, diikuti oleh Rio dari belakang, dan setelah memastikan Rose tiba dengan selamat, Rio memutar balik mobil nya menuju ke rumah nya sendiri.



Ceklek



Rose membuka pintu rumah kecil nya, dan setelah menyalakan lampu nya, ia pun langsung ke kamar dan menjatuhkan tubuh lelah nya diatas ranjang, sambil menggigit bibir bawahnya membayangkan Junhoe lagi.

"Tidak tidak, aku tak mau jadi gila karena nya" usir Rose pada pikiran nya sendiri, ia lalu beranjak ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, dan berencana untuk tidur, sebelum naik keatas ranjang, Rose teringat akan Rio, ia pun lalu mengirimi nya...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak tidak, aku tak mau jadi gila karena nya" usir Rose pada pikiran nya sendiri, ia lalu beranjak ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, dan berencana untuk tidur, sebelum naik keatas ranjang, Rose teringat akan Rio, ia pun lalu mengirimi nya pesan.



To My Chicks:
Rio, apa kamu sudah tiba di rumah?


From My Chicks:
Sudah Chipmunk



Rose mendengus kesal membaca balasan dari Rio, ia paling tidak suka dipanggil chipmunk, binatang lucu yang memiliki pipi chubby dan menggemaskan seperti milik nya.




Tuutt. . . Ttuutt. . .



Rose menghubungi nomor Rio saat itu juga setelah membaca chat terakhir dari si anak ayam.


"Hallo"


"Lama sekali, dari mana?"


"Baru selesai mandi"

"Mandi mu di arab, huh?" Kesal Rose, Rio tak menyahut.


"Ada apa?" Tanya Rio.


"Aku tak bisa tidur" adu Rose merengek manja.


"Apa aku harus kesana untuk meniduri mu?" Tanya Rio ambigu

"Ck, aku serius" kesal Rose, Rio terkekeh di seberang telpon sana.

"Ayolah Rio, serius sedikit" mohon Rose karena Rio kadang tak bisa diajak serius bicara jika dalam keadaan mendesak, kadang Rose sampai ingin menangis dan menjambak rambut pemuda itu sampai rontok ke akar-akar nya.


"Soal apa?" Tanya Rio yang langsung merubah nada bicaranya.


"Aku seperti nya sedang jatuh cinta" cerita Rose.

"Dengan siapa?"


"Junhoe"



Hening. . .






SorryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang