7. PDKT

688 166 67
                                    

"Astaga!" Teriak Rose kaget, karena keusilan Rio yang melempar nya dengan gulungan kertas yang tepat mengenai ponsel di genggaman Rose, gadis itu menatap kesal pada sahabat nya yang malah tertawa terpingkal di seberang meja sana.

"Aku khawatir melihat mu dari tadi senyum-senyum sendiri Rose" alasan Rio kenapa ia menjahilinya.

"Bukan urusan mu" sungut Rose yang kian membuat Rio terpingkal.

Jam makan siang pun tiba, Rio dan Rose, terlihat keluar dari kantor, menuju ke sebuah restauran terdekat, dan makan bersama.

"Rio, papa, mama dan Alice unnie menitip salam pada mu, papa sudah pulang dari rumah sakit" cerita Rose pada Rio.

"Aku senang mendengar nya, jadi jangan khawatir lagi ne" balas Rio mengusap-usap kepala Rose.

"Terima kasih untuk bantuan mu, kapan-kapan aku akan menggantikan nya" ujar Rose tak enak.

"Okey, dengan bunga 75%" canda Rio

"Yak, kamu merampok ku?" Kesal Rose, Rio terpingkal.

"Hey Rose, Rio" sapa seseorang yang baru saja masuk ke restauran yang sama dengan RiSe.

"Oppa" sambut Rose girang.

"June" kaget Rio, yang disapa terkekeh.

"Aku yang mengundang nya untuk makan siang bersama Rio-yaa, dia kebetulan ada job di sekitar sini" jelas Rose akan kedatangan Junhoe yang tak terduga.


"Kalian tidak melakukan pemotretan di luar?" Tanya June, Rio menggeleng.

"Tidak, hanya pemotretan studio saja hari ini, untuk sampul majalah bulan depan" jawab Rio sambil menyuapkan nasi nya ke dalam mulut.

"Kamu tidak ditemani manajer mu?" Rio bertanya balik sambil celingukan.


"Aku kabur" kekeh June, Rio terhenyak.


"Dasar bocah nakal" Rose pura-pura menarik telinga kanan June yang duduk disebelah kiri nya.

"Aww. . . Rose. . . Ini juga demi kamu" rintih June berakting kesakitan.

"Maaf maaf aku bercanda, tidak sakit kan?" Rose merasa bersalah dan cemas pada June dan mengusap-usap telinga yang tadi ia tarik.

Krriiinggg. . .

Suara ponsel Rio menghentikan drama Rose dan June, mereka menoleh pada Rio, yang menatap serius pada layar ponsel nya.

"Hallo"

"Kembali ke kantor secepat nya, aku berubah pikiran"

"Baiklah"



Rio menutup sambungan telpon nya.

"Ada apa?" Rose ikut cemas menatap Rio yang sudah berdiri dan bersiap-siap kembali ke kantor.

"Miss Jung memanggil ku, lanjutkan saja makan mu, masih ada waktu 30 menit untuk kembali ke kantor" jawab Rio.

"Kamu tak menghabiskan makanan mu lebih dulu?" Tanya Rose lagi, ia khawatir karena Rio baru menyantap nasi nya beberapa sendok saja, yang di tanya menggeleng.

"Aku makan ramen saja di kantor nanti"


"June, aku pergi dulu" pamit Rio, dan June mengangguk membalas ucapan Rio, Rose menatap punggung sahabat nya itu sampai menghilang.

"Selalu saja mengganggu" gerutu Rose.



"Siapa?" Tanya June heran


"Miss Jung, dia seperti sedang mencari perhatian Rio akhir-akhir ini, bahkan makan siang pun masih diteror nya dengan pekerjaan" omelan Rose berlanjut.

"Kamu cemburu?" Tanya June, Rose gelagapan.


"Tentu saja tidak, aku hanya mencemaskan Rio, dia tinggal sendiri di Korea, sebagai sahabat tentu aku mencemaskan kesehatan nya, lihat, dia bahkan baru memakan beberapa sendok saja" jelas Rose, June merasa curiga dengan kekhawatiran Rose, tapi gadis itu mampu meyakinkan nya.

"Aku nanti selesai jam enam sore, bagaimana jika setelah nya kita pergi menonton?" Tawar June, senyum lebar pun terbit di bibir Rose.

"Baiklah, nanti hubungi aku saja jika oppa sudah selesai" ucap Rose.

"Kamu yang jemput ya, karena aku tadi menumpang mobil manajer hyung" ujar June

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu yang jemput ya, karena aku tadi menumpang mobil manajer hyung" ujar June.

"Siap" balas Rose, tak terasa waktu makan siang telah habis, Rose dan June pun saling berpamitan, dengan arah jalan yang berbeda, dalam perjalanan kembali ke kantor, Rose terus menunduk dengan pipi merona sambil tersenyum tak jelas.

Sesampai di kantor, Rose mencari keberadaan Rio, yang ternyata sedang makan ramen instan di pantry bersama Jisoo.


"Okey, aku pegang M.U" ucap Rio yang tak menyadari kedatangan Rose.

"Deal, aku City" balas Jisoo yang tengah melakukan taruhan dengan Rio, Rose lega melihat Rio benar-benar menepati ucapan nya di restauran tadi.



Rose terburu-buru keluar dari kantor, tak biasanya ia meninggalkan Rio lebih dahulu, karena June sudah mengabari jika ia menunggu di belakang gedung tempat ia bekerja tadi, Rio menggeleng menatap mobil Rose yang melewati nya di parkiran dengan kecepatan tinggi.




"Seperti mengejar pencuri saja" gumam Rio berjalan menuju ke mobil nya.



Dan Rose, ia telah menemukan sosok June berdiri menunggu nya di tepi jalan dengan penyamaran sempurna, gadis itu menghentikan mobil nya tepat di hadapan June, pria itu pun paham jika yang ia tunggu-tunggu telah tiba, tanpa menunggu lama, ia pun segera masuk dan duduk di samping kemudi.



Bugh



Setelah menutup pintu, keduanya saling bertatapan dan terkekeh lucu, suasana tegang pun mencair.


"Untung kamu cepat datang sebelum manager hyung menemukan ku" lega June



"Tenang, aku cukup bisa diandalkan untuk suasana-suasana genting seperti ini" kekeh Rose.



Mereka pun makan malam bersama terlebih dahulu, sebelum menonton film untuk jam midnigh.




Dreeettt. . .




Ponsel Rose berkali-kali bergetar, tapi ia mengabaikan nya karena tengah menonton dengan June, meski perhatian Rose tak sepenuh nya terfokus pada film, ia malah asyik sendiri dengan menatap wajah samping pria yang membawanya nonton malam itu.


Rio mencoba menghubungi Rose karena sudah jam sebelas malam gadis itu tak menghubungi nya dan minta di temani tidur seperti biasa.





#TBC

SorryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang