Rio menghubungi June, memberitahu jika ia di Busan bersama Rose, model itu tentu saja kelimpungan, ia tak menyangka jika Rose akan mendatangi nya yang tengah shooting, Rio juga memberitahu jika Rose melihat nya berciuman dengan gadis di balkon hotel.
"Tunggu aku dibawah, jangan kemana-mana Rio-yaa" pesan June
"Baiklah" jawab Rio sebelum menutup sambungan telpon nya.
"June akan turun, jangan marah, dengar dulu penjelasan nya" tutur Rio pada Rose yang sudah mereda tangis nya.
"Hey" sapa June begitu bertemu dengan Rio dan Rose di lobby hotel.
"Sayang" sapa nya pada Rose lalu mengecup singkat bibir gadis itu di hadapan Rio yang langsung membuang tatapan nya.
"Rio, ayo ikut kami" ajak June sambil merangkul bahu kekasihnya menuju ke restauran hotel, Rio duduk sendiri, tak ingin mengganggu June yang tengah memberi pengertian pada Rose.
"Yang kamu lihat tadi, itu adalah adegan dari iklan yang ku bintangi, kami sedang shooting" jelas June, dan Rose bisa menerima penjelasan sang kekasih, baik Rio mau pun Rose, tak menyadari jika June tengah berbohong, ia tak benar-benar melakukan shooting di Busan, tapi ia tengah liburan bersama kekasihnya yang lain, yang berasal dari kalangan fans nya sendiri.
"Maafkan aku" sendu Rose merasa bersalah
"Tidak apa-apa, yang penting sekarang sudah tidak ada kesalahpahaman lagi" ucap June sambil mengusap-usap kepala Rose.
Setelah makan siang di restauran hotel, Rio pun menuju ke mobilnya lagi di parkiran, dan Rose pun menghampiri nya, June menunggu di lobby hotel sambil menelpon seseorang.
"Aku buru-buru, ada jadwal mendadak di Seoul, kamu pulang sendiri ne" ucap nya.
"Aku masih rindu oppa" rengek gadis yang ditelpon oleh June.
"Aku juga, kita masih bisa bertemu lagi nanti, ok" June membujuk sang gadis, yang akhir nya luluh.
"Rio" panggil Rose sambil mengetuk kaca jendela mobil Rio.
"Hm?" Jawab Rio setelah menurunkan kaca nya.
"Kamu pulang sendiri tidak apa-apa kan?" Tanya Rose, Rio terkejut.
"Aku pulang dengan mobil oppa, bolehkan?" Ijin Rose, Rio mengangguk mengerti, ia tak pernah bisa marah pada Rose.
Kini, ia mengendarai sendiri mobil nya menuju Seoul, sementara Rose bersama June, jangan tanya tentang perasaan Rio saat ini, menjelang malam, ia baru tiba di rumah, dan tak sengaja menemukan Krystal berdiri di depan pintu rumah nya, bersama kucing nya Lady Oscar, Rio turun dari mobil nya, dan sang tamu menatap si empunya rumah.
"Hey" sapa Rio
"Dari mana?" Tanya nya, ia mendekati Krystal, lalu membuka kunci pintu rumahnya.
"Membeli makanan dan snack untuk Oscar, di dekat sini, jadi aku putuskan berkunjung, mencarikan teman untuk Oscar " jawab Krystal.
"Masuklah" kata Rio
"Dimana Leo?" Tanya Krystal clingukan mencari keberadaan kucing milik Rio.
"Leo!" Seru Rio, kucing jantan nya itu langsung berlari ke ruang tamu dimana Rio berada, Oscar beringsut, dipelukan Krystal, melihat kedatangan Leo.
"Sepertinya Oscar masih malu-malu" kekeh Rio, Krystal tersenyum gemas, rupanya penolakan atas pernyataan perasaan Krystal tempo hari, tak membuat hubungan keduanya jadi canggung, itu lah yang dinamakan kedewasaan.
Hap
Leo naik ke pangkuan Rio, dan Oscar langsung mendesis garang.
"Jangan lupa bulan depan" tutur Krystal mengingatkan
"Pernikahan Sicca noona?" Tanya Rio.
"Iya, di hotel Shelton" jawab Krystal
"Tentu, aku sudah menyiapkan kamera khusus untuk acara Sicca noona nanti" jawab Rio.
"Besok unnie mengundang mu makan siang, Yuri oppa menyukai hasil foto preewed nya" ujar Krystal, sementara sang pemilik sibuk mengobrol, diam-diam Leo dan Oscar pun mulai pendekatan.
"Oscar, jangan genit" tegur Krystal dengan wajah memerah, Rio terbahak.
"Biarkan saja ia mengikuti naluri nya" kekeh Rio.
"Kamu lapar tidak?" Tanya Rio pada Krystal sambil menyodorkan segelas air putih dingin dari kulkas nya, gadis itu terbengong mendengar Rio memanggilnya kamu.
"Iya, aku memang belum makan malam" jawab Krystal.
"Di dekat sini ada kedai ramen, kamu tidak keberatan kan kita makan disana?" Tanya Rio, Krystal nampak berpikir, padahal dalam hati sudah berkata iya sejak tadi.
"Kita jalan kaki, tempat nya dekat, hanya di ujung jalan" jelas Rio, Krystal langsung mengangguk semangat.
"Kita biarkan Leo dan Oscar berduaan saja di rumah" ujar Rio sambil tersenyum jahil, mengunci pintu rumah nya dari luar.
Mereka berjalan bersama menuju ke sebuah kedai ramen, dan memesan dua mangkuk.
"Hhmm" gumam Krystal menghirup aroma kuah ramen yang telah tersaji dihadapan nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Srruupp. . .
"Wah" kaget nya setelah menyesap kuah hangat dari sendok ramen nya, Rio menatap Krystal sambil tersenyum senang.
"Enak?" Tanya Rio, Krystal mengangguk, lalu sibuk dengan isi mangkok nya.
"Aku tidak tahu jika di Korea ada makanan seenak ini" kata Krystal.
"Kapan-kapan kita harus mengajak unnie kemari" ujar nya lagi, Rio memesan satu porsi tempura udang, dan Krystal ternyata sangat menyukai nya.
"Aku merasa beruntung tadi mengunjungi rumah mu, karena dengan begitu, aku mendapat pengalaman baru" girang Krystal, mereka melanjutkan obrolan sambil meminum soju.
"Perutku kenyang sekali" adu Krystal, Rio hanya tersenyum, Krystal memang banyak makan malam ini.
"Tapi masih sanggup jalan sendiri kan?" Tanya Rio mengejek.
"Jangankan berjalan kaki, berlari untuk mengejarmu pun aku masih sanggup" tantang Krystal dengan kalimat sarkasme nya, Rio hanya terbahak, entah dia paham atau tidak dengan kata-kata Krystal.